Nusalaut,beritasumbernews.com,Selain merupakan kecamatan baru di kab. maluku Tengah, Kecamatan Nusalaut Juga Merupakan Kecamatan Terkecil dengan Hanya Memiliki 7 desa atau Negeri.

Jalur transportasi Utama Yang sangat di butuhkan adalah Jalan Lintas yang menghubungkan enan Negri sekitar dengan negeri ameth Sebagai Ibu Kota Kecamatan.

Adapun Kerusakan Jalan raya yang terjadi hari ini, bukan hanya Karena tingginya Gelombang laut, yang mengakibatkan putusnya beberapa Bahu Jalan bahkan Boskalfer dan pembatas Ombak di Beberapa Ruas jalan di Nusalaut.

Namun longsornya tebing gunung yang berawal sejak akhir bulan juli tahun lalu yang tentu mengakibatkan pincangnya jalaur transportasi, kemudian selain pincangnya jalur tranaportasi,  biaya angkutan Umum maupun ojek sangat melonjak, yang mana sebagai contoh ketika biasanya dari desa Sila Menuju Desa ameth biaya pulang dan pergi sebesar Rp.25.000, kini menjadi  Rp.120.000

Tentu ini adalah masalah, apalagi, pusat pendidikan untuk Tingkat SMA, semua berada di Kota Kecamatan Tersebut.

Jika demikan berapa besar biaya yang harus di keluarkan Masyarakat Setiap Hari untuk Transpor anak ke Sekolah ?

Sangat Di sesalkan Jika Pemerintah Maluku Tengah dan Provinsi Maluku, tidak Jelih dalam menanggapi masalah urgent seperti Ini, apalagi ruas jalan trans Nusalaut bukan seperti Jalan Kota besar yang Lebar, Atau apakah adanya perhatian Pemerintah ketika terjadi korban Nyawa..?

Kami berharap Pemerintah harus betul – betul memperhatikan kami di daerah Nusalaut, terlebih pada bidang infrastruktur jalan raya, karena sangat membantu proses pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dan semestinya setiap program Pembangunan di Nusalaut haruslah tepat sasaran, jangan sampai seperti gedung rumah sakit, gedung sekolah dan beberapa fasilitas Pemerintah yang di bangun tapi tidak di fungsikan.

Pemerintah daerah seenaknya membangun namun tidak punya asas Manfat, Tapi yang terpenting adalah Vie dari proyek – Proyek tersebut. (Red)