Hunimua,beritasumbernews.com,Tepatnya di di Pelabuhan Hunimua Negeri Liang Kec. Salahutu Kab. Malteng, dua pekerja bangunan ruang tunggu tersebut jatuh dari atas bangunan hingga patah tangan.

Kejadian tersebut pada sore tadi pukul 16 : 30 Wit, yang mana kecelakaan tersebut terjadi, korban sementara melakukan pengecetan Ruang tunggu Penumpang tiba-tiba kayu pijakan kaki patah sehingga korban terjatuh dan mengakibatkan korban mengalami patah tangan dan di larikan ke Negeri Liang untuk mendapatkan penanganan tradisional. Rabu 12/04/2023

Menurut Kapolsek Salahutu Iptu. W. Ismail yang di hubungi membenarkan adanya kejadian tersebut, sesuai informasi laporan anggota Polsek yang bertugas saat kejadian.

Menurut Kapolsek” korban dari kejadian tersebut yakni” Delon (27) dan Dony (27), dan saat kejadian saksi Calak seorang tukang ojek yang melihat akan kejadian tersebut menyampaikan bahwa” sekira pukul 11.00 Wit kedua korban bersama 3 orang rekaannya yang berasal dari CV Crisindi Miltu Perdana sedang melakukan pengecetan ruang tunggu penumpang pada pelabuhan Hunimua Liang. Ucap saksi

Lanjut saksi” kemudian pada pukul 16.30 wit kedua korban sedang melakukan pengecetan dan saat itu menginjak pada kayu ref yang menghadap ke depan dermaga pelabuhan hunimua Liang dan tiba-tiba langsung kayu ref tersebut patah dan langsung kedua korban terjatuh di dalam ruang tunggu.

Akibat dari kejadian tersebut, sehingga mengakibatkan kedua korban mengalami patah tangan, kemudian personil Pam Obvit Bripka. Alwi Kadafi Alidrus dan Pom AL Serda Tri Nur Akham bersama dengan masyarakat menolong kedua korban dan mengangkat korban ke mobil angkot untuk di larikan ke Negeri Liang guna mendapatkan penanganan Tradisional (Topu Bara Api ) dan kondisi kedua korban saat ini masih dalam keadaan sadar. Ungkap saksi

Pihak CV Crisindi Miltu Perdana, di minta bertanggung jawab atas pekerjaan dan korban kecelakaan kerja tersebut, pihak ASDP pun di minta bertanggung jawab atas kecelakaan pekerja di karenakan bangunan yang di duga kayu pada bangunan tidak layak, atau bisa di kata termakan usia, sehingga dengan kejadian tersebut pihak ASDP perlu lebih serius memperhatikannya. (Veja)