Saparua,beritasumbernews.com,peristiwa kasus penembakan misterius ( Petrus ), yang menyebabkan jatuhnya korban yang tidak berdosa beberapa waktu lalu, membuat pihak gereja mengambil langkah.

Konsolidasi langkah-langkah taktis dengan pemerintah kecamatan maupun para raja agar permasalahan ini tidak didefinisikan lebih jauh lagi dan tidak memberikan efek – efek dextrutif

Ketua klasis GPM P. P. Lease Pdt. Jhon. Male, S. Th yang ditemui media ini dikantor klasis P. P. Lease senin 22/05/23 mengatakan persoalan “petrus” ini merupakan tindakan personel dan bukan membawa kelompok negeri tertentu, tegas Male

Untuk itu kami memberikan Pressure / dukungan kepada pihak keamanan untuk membuka secara terang menderang kasus ini sehingga dampak – dampak lain itu dapat kita eliminir/hilangkan,

“Dikatakan Malle, hal serupa terkait kasus petrus ini sering terjadi dan sampai saat ini belum menemukan hasil yang maksimal karena belum dibarengi dengan penanganan hukum yang jelas

Dirinya juga mengerti, mungkin agak sulit bagi polisi untuk membuka kasus ini karena terkesan misterius, tetapi kami merasa itu adalah tugas negara dalam hal ini polri punya instrumen untuk dapat dipakai dalam kaitan dengan bagaimana membuka misteri “petrus” ini

“Kami sangat berharap agar polisi tidak membiarkan kejadian ini berlalu tanpa dibuka dan terbuka, bila polisi tidak melakukannya maka kami tahu kedepannya polisi pasti akan mengetahui efek dan dampaknya seperti apa yang akan terjadi”

Diakui Male, pada level – level tertentu pembinaan keumatan masih ada hal-hal yang harus kami pihak gereja memberikan perhatian kkhusus sehingga kita akan merumuskan strategi pelayanan kegerejaan yang nantinya akan dibuat dalam membantu pemerintah baik itu dalam kaitan dengan membuka masalah ini secara hukum maupun mengedukasi kembali masyarakat / umat untuk semakin kuat menekankan aspek kemanusiaan, Tambah Male

Langkah – langkah pelayanan akan kami lakukan, namun langkah – langkah tersebut tidak terkesan tergesah – gesah, tapi kita akan mengkonsepkannya terlebih dahulu sehingga dapat memberikan edukasi dalam pertumbuhan iman, Harap MaleĀ  (Joji)