Ini Kata Pj. Wali Kota Ambon Saat Buka Kegiatan Musrenbang Anak Di Ambon

Ambon,beritasumbernews.com, Kekerasan anak dn bahkan pelecehan terhadap anak di baw umur yang terjadi di Maluku dan kususnya di kota Ambon kian marak, dari situlah langkah pemerintah terus berikan pelayanan terbaik dalam melindungi hak anak.

Dinas Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, masyarakat dan Desa Kota Ambon menggelar Musrenbang anak kemarin yang di gelar di lantai III Hotel Marina pukul 09 : 00 Wit, pagi kemarin. Selasa 25/07/2023

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, masyarakat dan Desa Kota Ambon menggelar Meggy Lekatompessy sebagai penyelenggara dan di hadiri pula oleh Pj. Wali Kota Ambon Drs. Bodewin Wattimena di dampingi Pj. Ketua Tim penggerak PKK Kota Ambon.

Usai buka kegiatan Pj. Wali Kota Ambon Drs. Bodewin Wattimena. M.Si yang di temui wartawan Kota Ambon menyampaikan” Apa yang harus kita buat untuk mendukung kota layak anak.

Di katakannya” kota layak anak ini memang lebih banyak berbicara soal kebijakan pemerintah untuk keinginan, niat baik dari pemerintah untuk memberikan ruang kepada anak-anak.

Pasalnya” Saya coba melihat bahwa mesti ada ruang publik anak yang mesti kita siapkan bagi mereka. Ungkap Wattimena

Bahkan, mesti ada tempat yang di sediakan untuk mereka bisa berkumpul, berekspresi, bercerita, berbagi dan sebagai-nya.

Menurut Wattimena” tidak harus di ruangan tertutup, Tetapi kita bisa bikin sebuah tempat, Tempat bertemunya anak-anak di kota Ambon.

Kata Wattimena” Ruang terbuka, itu yang saya berfikir seperti itu,
Tadi saya sempat bilang kepada kepala BAPEDA, coba di fikirkan, Tutur Wattimena

Tahun depan kita bisa membangun tempat bermain anak di luar atau di ruang publik. Tandasnya

Supaya mereka bisa membangun kreatifitas mereka di ruang publik,
Kemudian, hal-hal lain kita mendukung, Misalnya untuk area publik tidak boleh ada iklan rokok dan sebagainya. Tegas Wattimena

Bahkan kita sebagai orang tua kalau merokok harus jauh dari anak-anak termasuk diri saya sendiri. Paparnya

Itulah cara kita untuk membantu anak-anak kita, Selain tadi seperti forum-forum begini memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi mereka. Ucap Wattimena

Saya rasa pemerintah kota Ambon selama ini mendukung musrembang anak kota Ambon, Mungkin mereka ikut juga dalam musrembang RKPD membawa hasil apa yang telah mereka sepakati di sini untuk di suarakan dalam musrembang musyawarah perencanaan pembangunan yang di ikuti oleh semua stakeholder.

Jadi memang sampai dengan hari ini, pemerintah kota Ambon belum memiliki rumah singgah, Tapi, saya sudah sampaikan segera kita buat di Passo. Terang Wattimena

Jadi ada gedung milik pemerintah kota, mudah-mudahan 1 bulan kedepan kita sudah bisa siapkan, itu nanti kita manfaatkan kalau ada, anak-anak kecil yang pengamen dengan itu bisa kita ambil mereka, kita tangkap mereka, Mereka tidak punya keluarga, kita yang bertanggung jawab. Jelas Wattimena

Tapi yang kemarin kita sudah lakukan beberapa kali, kita bawah ke rumah masing-masing, Buat pernyataan dengan orang tua, seperti Yang di MCM yang ngamen- ngamen malam-malam itu semua sudah berkali-kali kita amankan dan kita bawa.

Termasuk orang dengan gangguan jiwa, pengemis-pengemis yang orang dewasa semua kita lakukan razia setiap waktu.

Selain itu Wattimena juga mengajak insan pers untuk sesekali bersama Dinas Sosial dan Satpol PP, ikut dalam Razia agar bisa melihat lansung anak – anak yang di temui di setiap sudut jalan. Pinta Wattimena

Wattimena mengatakan bahwa” bukan baru sekali namun sudah berulang kali anak – anak yang di temui di jalanan pihaknya sudah baw ke orang tua dn sudah buat pernyataan, namun Al hasil anak – anak itu kembali lagi ke jalanan.

Hal tersebut membuat sikap Pemerintah harus membuat rumah singgah, agar anak – anak itu di titipkan saja ke rumah singgah agar di jaga dan di rawat di sana. Tutur Wattimena

Bahkan Yang dengan gangguan jiwa, kami bawa ke rumah sakit jiwa, Memang ada beberapa kali, kita kesulitan karena, Rumah sakit jiwa itu mengurus dengan BPJS, Sementara bisakah orang gila mempunyai BPJS? Karena itu pemerintah kota menanggung biaya 14 hari mereka di sana sebelum keluar BPJS.

Saya harus sampaikan supaya, publik tau bahwa kami tidak diam,
Bahkan menjamin mereka selama 14 hari sambil menunggu pengurusan BPJS kami bayar. Ungkap Wattimena

Di katakannya” pihaknya membayar kebutuhan para anak – anak tersebut selama 14 hari, makannya, obatnya dan semuanya, Nanti setelah 14 hari, negara lewat BPJS sudah menanggung, kita tidak lagi memusingkan itu. Sebut Wattimena

Kekerasan terhadap anak ini, Rata-rata terjadi dalam keluarga, Kalau di ruang publik, pasti langsung di tangkap pelakunya, Oleh karena itu, pemerintah melalui pemerhati anak, Lembaga- lembaga yang selama ini mendedikasikan dirinya untuk persoalan-persoalan anak, kita banyak sosialisasi.

Pemerintah menghimbau kepada seluruh keluarga, untuk menjaga anak-anak ini, pihak Pemerintah Kota tidak mungkin terus ada, apalagi dengan setiap keluarga setiap waktu.

Yang bisa di lakukan hanya menghimbau supaya, orang tua bapak dan mama kemudian saudara-saudara, lindungi anak-anak itu, Mereka inilah yang Besok-besok akan menjadi penerus di keluarga, di mata rumah, lalu di desa, negeri, di kelurahan bahkan di kota dan di Indonesia.

Karena itu kita jaga mereka, berikan fasilitas yang baik kepada mereka supaya mereka tumbuh menjadi anak-anak yang nanti memiliki kualitas, kapasitas yang baik, Kalau tidak jangan harap, kota ini besok-besok bisa maju kalau tidak kita jaga anak-anak kita dari sekarang. Pungkasnya (Veja)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *