Ambonberitasumberews.com Dalam pertanggung jawaban realisasi anggaran tahun 2024 kita mengalami kendala dengan kondisi belanja artinya ada beberapa item belanja yang merupakan kewajiban dari pemerintah kota tidak dapat terealisasi, ” Karena alasan pertama adalah tidak tercapainya PHD.

DPRD Kota Ambon dari sisi pengawasan sudah terus mengingatkan kepada kepala daerah baik itu dari pejabat sebelumnya sampai pada pejabat sekarang, sistim priot antenismen harus di berikan kepada seluruh pimpinan OPD terkhusus pimpinan OPD pengumpul.

Bagaimana pemerintah bisa memberikan apresiasi preot kepada mereka yang berhasil dan juga memberikan penismen bagi mereka yang di anggap gagal, ” dalam hal ini menjembatani tugas tanggung jawab pengumpul, dari pungsi pendapatan daerah mereka tidak maksimal dalam melakukan pungsi pungut itu harus di evakuasi dan di roling.

Sebaliknya bagi yang berprestasi atau yang mencapai target itu di berikan reord, dalam hal ini penambahan anggaran kepada mereka untuk bisa mendongkrak lagi potensi daerah yang mereka gali.

Jadi pada prinsipnya DPRD meminta kepada kepala daerah melakukan itu, ”

Ya, soal sisi dan ruang waktu antara pj wali kota Ambon Dominggus Kaya, sama-sama sama kita ketahui telah memasuki tahapan transisi kepada pemerintah yang baru yaitu pak Bodewin Wattimena dan Ibu Ely Toisutta, maka mungkin saja DPRD akan mempertegas itu di pemerintahan yang baru nanti, karena limit waktu ini sudah tidak cukup waktu untuk melakukan pergantian, sehingga langkah – langkah untuk menempatkan orang perorang.

Kepada OPD juga, DPRD akan memberikan masukan seportin bagi walikota terpilih untuk nantinya menempatkan orang -orang dalam untuk peranan tugas di maksud, kualitas dan berbobot, dan ada igrimen apabila tidak berhasil maka itu harus di evakuasi.

Ketua DPRD Kota Ambon Moritz Tamaela Mengatakan, Wapres direncanakan datang ke Ambon tadi pagi, tapi di tunda atau batal karena ada agenda lain yang bertepatan dengan kunjungan Wapres ke Ambon .

Moritz berharap DPRD bisa melakukan audiensi langsung dengan Pak Walikota Ambon Dominggus Kaya dan pemerintah provinsi dan pemerintah kota ataupun kabupaten kota lain, ” dan dalam kepentingan kota ini kami ingin menyuarakan tentang soal infrastruktur yang pertama soal kondisi kemacetan kota kita yang membutuhkan APBN yang begitu besar untuk memberikan solusi terhadap kemacetan sendiri begitu juga dengan kuir- kuir pembangunan alokasi anggaran dan tentunya itu kita bisa beraudensi langsung.

Kebetulan pemerintahan yang baru ini adalah pak Pranowo dan Pak Gibran , ” kami rasa mereka cukup peduli terhadap Rakyat dan bilamana terjadi kerjasama lanjutan nanti maka DPRD akan berkerja sama dengan Pj Walikota Ambon, untuk bisa beraudens langsung untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan daerah yang paling baik. Pungkasnya(chey)