
Ambon – beritasumbernews.com -Pendeta Y. F. Nanlohy mengatakan hasil percakapan dengan pihak Polda Maluku, Direktorat kriminal umum itu penting bagi tim kecil bagi kita karena membutuhkan dat-data yang lebih akurat untuk, kita expo ke media, terkesan di dalam gereja itu sendiri bahwa kita ini yang mencari kesalahan padahal dari percakapan dengan kepolisian itu terbukti jelas bahwa proses hukum yang sudah berlangsung selama 5 tahun itu terbukti tidak didukung oleh MPH Sinode dengan menyalakan data-data yang di butuhkan,
Menurut Nanlohy proses hukum ini adalah kewenangan MPH,
Kita tampil disini dengan memosisikan diri sebagai jemaah gereja yang ingin tahu betul proses hukum itu sudah berlangsung, sebab apa? tidak ada jawaban yang jelas dalam penyelesaian proses dari MPH. Ambon ( 17/10/2025)
Menurut Nanlohy Gereja ini memerlukan kepastian hukum bayangkan dalam waktu yang begitu panjang bertahun-tahun tanpa ada kepastian hukum ini berdampak buruk pada gereja,
Pertama gereja akan hilang kepercayaan kepada MPH Sinode, kami mempunyai kesimpulan yang sementara bahwa sikap sinode ini sengaja menunda-nunda proses hukum dengan tidak mendukung seluruh proses yang memberikan data-data yang diperlukan.
Nanlohy memberi kesan bahwa sinode juga terlibat di dalamnya, “pembagian dari kasus hukum identitas memang persoalan keuangan seperti yang sudah dikatakan tadi selalu ada menjadi tanggung jawab ketua karena mereka tahu segala sesuatu tentang lembaga itu.
Harusnya Ketua memberikan data- data kepada kepolisian agar kepolisian tidak kesulitan untuk data jadi kesimpulannya kita menginginkan suatu kepastian hukum,.dari ketidakpastian hukum membuat MPH sendiri akan mengalami krisis kepercayaan dan dampak yang buruk .ujarnya
Kata Nanlohy; ketidakpastian hukum ini membuktikan masa bodah, karena kasus yang belum kita selesaikan sudah muncul lagi kasus-kasus seperti opening brankas, kasus-kasus di jemaat-jemaat lain seperti pancaran kasih misalnya,”
Sejuta orang pakai untuk judi online kasus di pancaran kasih. tidak tertutup kemungkinan bahwa sifat masa bodoh dari bidang gereja jemaat itu di dalam perlakukan keuangan dengan tidak bertanggung jawab itu semakin besar.
Dampak ini akan keklasis maupun jemaat akan terjadi masalah seperti itu, orang tidak bermasa bodoh dengan keuangan kayak gini, ” Harapan Nankohy agar proses hukum bisa terselesaikan dengan baik supaya ada kepastian hukum yang mengikat, ” tentang hasil hukum itu bagi gereja ke masa depan supaya lebih baik Tutup pendeta y. F. Nanlohy
( chey)
