AMBON – beritasumbernews.com – Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 9 Ambon ibu Liena Waas, S.Pd dalam arahannya mengajak para dewan guru dan anak-anak didiknya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Ajakan dari Kepsek Liena Waas tersebut dikemukakan pada saat acara pembagian rapor yang dilangsungkan di pantai Ronawiska Latuhalat.

Menurutnya, proses pembagian botol air minum yang diberikan kepada para anak-anak didik, SD Negeri 9 Ambon, dimaksud agar setiap anak-anak menyantap makanan bergizi gratis (MBG) nantinya, anak tidak lagi membeli kemasan air mineral yang dapat menimbulkan sampah plastik. Melainkan botol air minum yang diberikan gratis ini, dapat terisi air dari rumah.

“Jadi botol air minum yang diberikan secara gratis ini, saat ke sekolah botol sudah terisi air minum sehingga saat makan makanan bergizi gratis dari pemerintah, anak-anak tidak perlu beli kemasan air mineral, “ungkap Kepsek SDN 9 Ambon ibu Liena Waas, dalam arahannya singkatnya sebelum dimulainya proses pembagian buku raport.

Liena Waas menegaskan, pemberian botol air minum ini, menjadi bagian dari kesadaran kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Seraya menegaskan kalau instruksi Walikota Ambon, Drs Bodewin Melkias Wattimena di berbagai kesempatan mengajak warga kota Ambon agar menjaga kebersihan lingkungan dari sampah.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena dalam momentum Safari Natal di empat kecamatan di wilayah kota Ambon, dirinya mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan di jalan, got, sungai, maupun laut. Karena pemerintah kota telah menyediakan bak sampah dan ataupun tempat-tempat sampah yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kebersihan bersama.

“Tuhan menitipkan alam ini kepada manusia bukan untuk dirusak, tetapi untuk dijaga dan dipelihara,” kata Bodewin Wattimena dalam sambutannya di gereja Paroki Santa Maria Bintang Laut (MBL) Ambon, Sabtu (13/12).

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dengan menghindari minuman keras, konflik, dan pertikaian, terutama yang berlatar belakang suku, agama, ras, dan golongan.

“Ambon adalah kota orang basudara. Kalau Ambon kacau, jangan berharap investasi datang dan lapangan kerja terbuka bagi anak-anak kita,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak para tokoh dan pemimpin agama untuk terus bersinergi membangun hubungan lintas agama. Ia juga menyampaikan rencana pemerintah untuk kembali menghidupkan nilai Pela Gandong melalui pertemuan antar negeri, agar generasi muda memahami makna hidup orang basudara.

Sementara itu sebelum dimulainya proses pembagian buku raport anak-anak SDN 9 Ambon, para dewan guru dan anak-anak terlebih dahulu mengikuti kegiatan ibadah Natal yang dipusatkan di pantai Ronawiska Latuhalat.

Tema Natal kali ini adalah

“Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua” yang diambil dari Injil Yesaya 8: 1-8 dan Lukas 2: 1-7).

Bapak Pendeta (Bapend) Jemy Jamlean, S.Th dalam khotbahnya, mengemukakan saat Yesus Kristus lahir di di Betlehem, di tempat yang kurang, tidak sebaik dirasakan seperti anak-anak yang lahir dengan fasilitas bagus, tapi bayi Yesus Kristus lahir membawa damai bagi dunia.
Demikian halnya hingga dewasa, ia mengajarkan banyak hal. Ia menjadi guru dan teladan bagi kita.
Bapend kemudian, mengajak anak-anak untuk belajar menghafal perkalian. Proses ini dilakukan anak untuk menyenangkan hati para guru dan orang tua.

Anak-anak juga dihimbau untuk tidak membakar petasan, jika membakar petasan tak membawa kedamaian bagi orang tua dan masyarakat.
” Anak-anak siapa disini yang suka bakar petasan dan sering bunyikan meriam, ! “Coba angkat tangan, hampir sebagian besar anak laki-laki angkat tangan, tidak hanya anak cowok tapi juga ada sebagian anak perempuan ikut juga angkat tangan.

Bapend Tomy kemudian mengumpamakan, jika orang tua saat tidur dan istirahat disuruh mengunci kunci pintu rumah dan jendela, kemudian anak-anak bakar petasan dan mengeluarkan bunyi yang agak mengganggu telinga orang tua ataupun bunyi keras dari meriam, apakah orang tua merasa nyaman atau tidak,..? .. jawab anak-anak tidak bapak pendeta, .. Nah kalau begitu, jangan lagi bakar petasan dan atau membunyikan meriam, “ingat Bapak pendeta Tommy Jamlean, S.Th pada renungan Syukuran Natal SD Negeri 9 Ambon tersebut.

Acara syukuran Natal tersebut diikuti oleh para dewan guru, orang tua murid dan diikuti oleh keseluruhan siswa SD Negeri 9 Ambon, tercatat total 159 orang. (*)