AAmbon –beritasumbernews.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku dari fraksi PKB, Muhmin Refra, menyampaikan bahwa selama masa reses, timnya secara langsung berinteraksi dengan masyarakat di daerah pemilihan untuk memahami berbagai kebutuhan mendesak. Kondisi ekstrem di Maluku yang sering menimbulkan longsor dan permasalahan alam lainnya menjadi prioritas utama yang akan ditangani.

“Selama reses, kita berhadapan langsung dengan masyarakat dan melihat kondisi ekstrem yang mereka alami. Banyak peristiwa seperti longsor yang menjadi perhatian utama, sehingga ini menjadi skala prioritas kita. Kami juga telah mempersiapkan sarana kebutuhan dasar seperti air bersih dan fasilitas lainnya,” ujar Muhmin kepada awak media pada Selasa (01/04/2026).

Muhmin menyampaikan harapan agar seluruh wilayah Dapil Maluku Enam dapat menyambut hari raya Lebaran dan Idhul Adha dalam suasana yang tenang, baik, aman, dan stabil. ”

Kita berharap kondisi positif ini dapat terus dipertahankan ke depan. Terutama setelah berbagai program sosial yang telah kami laksanakan di tengah masyarakat, khususnya di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa saatnya semua pihak berkumpul untuk membahas kebutuhan masyarakat secara menyeluruh dan memastikan seluruh unsur pemerintahan terlibat aktif dalam upaya memulihkan kondisi sosial di wilayah yang pernah mengalami kasus peristiwa sosial.

“Kita mengajak agar ketahanan masyarakat masing-masing diperkuat dan jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar yang dapat memecah belah ikatan sosial yang telah kita bangun bersama selama ini. Sebagai wakil rakyat, kami berkomitmen untuk menjaga harmonisasi yang baik agar tidak terjadi kerenggangan dalam iklim sosial masyarakat, terutama di wilayah yang pernah mengalami peristiwa kemanusiaan,” jelasnya.

Menurutnya, hasil reses menunjukkan berbagai kebutuhan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain usulan pembangunan jalan tani, talud, saluran drainase, serta bantuan sembako. “Semua usulan dan kebutuhan ini akan kita kumpulkan menjadi satu kesatuan untuk didalami dan ditindaklanjuti dalam tahapan berikutnya,” katanya.

Selain itu, transportasi lokal juga menjadi fokus penting mengingat kondisi Maluku yang terdiri dari berbagai kepulauan mulai dari Maluku Tenggara, Kota Tua Aru, hingga wilayah kepulauan lainnya. “Kebutuhan transportasi baik moda darat maupun laut akan menjadi agenda utama dalam pembahasan ke depan, dan kita berharap hal ini dapat diwujudkan dalam tindakan nyata bagi masyarakat,” pungkasnya,”