
Ambon – beritasumbernews.com -Upaya pencegahan dini terhadap potensi tawuran pelajar terus digencarkan jajaran Polsek Nusaniwe melalui program “Polisi Mangente Sekolah” yang dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2025, pukul 09.30 hingga 12.00 WIT di sejumlah sekolah dalam wilayah hukum Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Nusaniwe, AKP Johan W.M. Anakotta, bersama dua personel, dengan menyasar SMK Negeri 4 Ambon di Kudamati, SMP Kristen Rehoboth di Batu Gantung, SMP Negeri 19 Ambon di Talake, dan SMK Negeri 7 Ambon di Talake. Program ini bertujuan memperkuat kesadaran pelajar terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menekan potensi konflik di lingkungan sekolah.
Kegiatan dimulai dengan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah yang telah ditentukan. Dalam setiap kesempatan, Kapolsek Nusaniwe dan personel memberikan edukasi secara langsung kepada para pelajar terkait bahaya tawuran, pentingnya disiplin, serta etika dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan bersifat persuasif dengan metode “sentuh, rangkul, galang, dan ajak” guna membangun kedekatan emosional antara polisi dan pelajar.
Selain itu, aparat kepolisian menekankan bahwa keterlibatan dalam tawuran tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak hukum serta mencoreng nama baik keluarga dan institusi pendidikan. Para pelajar juga diajak untuk membangun semangat kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta fokus pada pengembangan diri demi masa depan yang lebih baik.
“Program ini kami lakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi konflik di kalangan pelajar. Kami ingin anak-anak memahami bahwa tawuran bukan solusi, melainkan masalah yang harus dihindari bersama,” kata Kapolsek Nusaniwe, Johan W.M. Anakotta.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menyambut positif kehadiran aparat kepolisian. Kepala sekolah dan staf di masing-masing institusi pendidikan yang dikunjungi menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polsek Nusaniwe yang aktif hadir memberikan pembinaan kepada pelajar.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kehadiran pihak kepolisian. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dan menjauhi tindakan negatif,” kata salah satu perwakilan sekolah.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tidak hanya diisi dengan penyuluhan, kegiatan juga ditutup dengan sesi foto bersama serta pembuatan video singkat sebagai dokumentasi sekaligus media kampanye edukatif.
Program “Polisi Mangente Sekolah” dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun sinergi antara aparat kepolisian dan institusi pendidikan. Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kenakalan remaja, pendekatan preventif berbasis edukasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif di Kota Ambon. (Red)
