
Ambon,- beritasumbernews.com – Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Prof. Dr. Saiful Deni, M.Si., mengapresiasi kehadiran Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa pada acara wisuda perdana Universitas Muhammadiyah Maluku (UMMU).
“Terima kasih Pak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang sudah hadir pada acara wisuda anak-anak kami. Hari ini merupakan rahmat yang luar biasa bagi keluarga besar UMMU dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku,” ujarnya.
Prof. Saiful juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. Adam, unsur pimpinan perguruan tinggi se-Maluku, serta Rektor UMMU, Wakil Wali Kota Ambon Hj. Elly Toisutta, dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku beserta jajaran.
Ia menyoroti kehadiran perwakilan dari Maluku Utara, perguruan tinggi di sekitar Ambon, serta jajaran BPH UMMU, Aisyiyah, IMM, Pemuda Muhammadiyah, dan IPM. “Terima kasih juga untuk anggota senat dan seluruh keluarga besar UMMU yang hari ini berbahagia karena inilah awal perjuangan,” katanya.
Prof. Saiful menegaskan, saat ini dunia mengalami transformasi besar, mulai dari transformasi digital, ekonomi, hingga pendidikan. “Dunia kerja berubah sangat cepat. Destruksi teknologi, kecerdasan buatan, dan ekonomi berbasis pengetahuan menuntut perguruan tinggi tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.
Ia menyebut, kebijakan kampus berdampak oleh Kementerian menjadi sangat relevan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. “Perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi, pusat solusi, dan pusat pengembangan yang berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.
Prof. Saiful memaparkan data dosen di Wilayah XII yang mencakup Maluku dan Maluku Utara. “Saat ini terdapat sekitar 2.520 dosen, di mana 28,80% telah memiliki jabatan fungsional. Namun masih terdapat sekitar 47,2% dosen yang belum memiliki jabatan fungsional,” ungkapnya.
Khusus untuk Maluku, dari 34% dosen yang ada, sebagian besar telah memiliki jabatan fungsional. “32% telah bergelar magister, 2 orang doktor, dan 3% spesialis. Insya Allah ini akan terus berlanjut sehingga memenuhi kriteria standar nasional,” katanya.
Ia menekankan, peningkatan kualifikasi doktor dan percepatan jabatan fungsional harus menjadi prioritas bersama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan stakeholder lain.
Prof. Saiful juga mengapresiasi UMMU yang telah memiliki akreditasi baik dengan 5 program studi. “Rata-rata sudah baik dengan akreditasi. Ini menjadi modal penting untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ia berharap wisudawan UMMU menjadi “embrio intelektual” yang bersama masyarakat memberikan solusi. “Generasi muda, mahasiswa, dan wisudawan hari ini merupakan embrio dari seorang intelektual yang bersama-sama dengan masyarakat memberikan solusi,” pungkasnya
(Chey)
