AMBON,-beritasumbernews.com – Seorang kepala sekolah swasta di wilayah Nusaniwe Kota Ambon Sitti Marasabessy menyoroti dampak kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB 2 gelombang terhadap sekolah swasta. Ia menilai kebijakan tersebut membuat jumlah siswa sekolah swasta terus menurun 2 tahun terakhir.
“Di tahun ajaran 2025-2026 ini, siswa yang lulus berjumlah 21 orang. Alhamdulillah 100% lulus ujian. Sementara untuk penerimaan siswa baru tahun ini hanya 22 orang,” ujarnya.
Menurutnya, pendaftaran siswa baru dilakukan melalui link yang diusulkan Dinas Pendidikan, dan juga ada yang mendaftar langsung ke sekolah.
“Kami punya 7 rombel. Sekarang terisi Kelas 10: 1 rombel, Kelas 11: 1 rombel, Kelas 12: 1 rombel. Dengan rombel sebanyak itu tapi siswa sedikit, sangat berdampak pada keberlangsungan sekolah,” katanya.
Ia menjelaskan sekolah swasta juga memiliki guru bersertifikasi yang harus dipenuhi beban mengajarnya. Jika jumlah siswa terus turun, maka akan berdampak langsung pada guru.
“Kata Marasabessy di tahun 2023-2024 kami masih bisa meluluskan 43 siswa. Dua tahun belakangan ini siswa kami menurun sekali, minus sekali. Ini sangat berdampak untuk guru-guru sertifikasi,” ungkapnya.
Marasabessy juga menyoroti pembukaan PPDB tahap 2 di beberapa sekolah negeri yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa sosialisasi.
“Awalnya kami pikir hanya buka 1 gelombang. Tiba-tiba ada gelombang kedua untuk beberapa sekolah. Ini berdampak ke kami. Ada 3 siswa yang sudah daftar di link disekolah kami dan sudah kami nyatakan lulus, tapi saat konfirmasi registrasi mereka bilang sudah lulus di SMA 2 tahap 2. Akhirnya mereka tidak jadi ke sini,” jelasnya.
Ia berharap ke depan ada pemerataan antara sekolah negeri dan swasta, serta mengacu pada aturan Permendikdasmen agar tidak ada lagi pembukaan gelombang susulan yang merugikan sekolah swasta.
Sebagai sekolah swasta berbasis Islam satu-satunya di Nusaniwe, pihaknya sudah berupaya jemput bolak-balik dengan sosialisasi langsung ke warga di Waihang, Jalan Baru, Waringin, dan Slamet.
“Harapan kami tahun ini bisa dapat 2 rombel. Kami siap mendidik anak bangsa. Mapel sama, guru juga lengkap dan bersertifikasi. Kami minta pemerintah melihat kondisi sekolah swasta yang jumblah siswanya menurun, bukan hanya kami, tapi juga sekolah Muhammadiyah lain yang total siswanya hanya sekitar 70 orang,” tutupnya.
(Chey)

