
AMBON –beritasumbernews.com –Lima hari menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon pada 7 September 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menjadikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak utama perekonomian kota.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengatakan peringatan HUT ke-451 tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memastikan berbagai program pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan DPRD Expo 2026 yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Ambon, Senin (2/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemkot Ambon dan DPRD, camat, raja/kepala desa, lurah, pelaku UMKM, instansi mitra, tokoh agama serta insan pers.
Ambon Punya Karakter Ekonomi Berbeda
Menurut Wattimena, karakter ekonomi Kota Ambon berbeda dengan daerah yang memiliki sumber daya alam besar dan mampu membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.
“Ambon bukan Weda, Ambon bukan Morowali. Ambon dengan cirinya sendiri, kota yang terbatas sumber daya alam,” kata Wattimena.
Karena itu, arah pembangunan ekonomi Ambon harus disesuaikan dengan karakteristik daerah, salah satunya melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat.
Pemkot Ambon memiliki tanggung jawab untuk membangun ekosistem usaha yang memungkinkan UMKM tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
“Tugas Pemerintah Kota hari ini adalah memfasilitasi seluruh pelaku UMKM di Kota Ambon,” tegasnya.
Fasilitasi tersebut, lanjutnya, tidak cukup hanya menyediakan tempat berjualan. Pemerintah juga harus memastikan tersedianya ruang usaha yang nyaman, memberikan kemudahan dalam menjalankan usaha, serta membuka akses pasar yang lebih luas.
“Berikan ruang yang nyaman bagi mereka bertumbuh, berikan kemudahan bagi mereka, buka akses pasar seluas-luasnya,”ujarnya.
HUT Kota Harus Berdampak Ekonomi
Wattimena menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-451 Kota Ambon harus mampu memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, termasuk dari sisi ekonomi.
Kolaborasi antara Pemkot dan DPRD Kota Ambon diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan HUT. Dengan demikian, perayaan ulang tahun kota tidak sekadar menciptakan suasana sukacita, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Tujuannya selain membuat kita semua bahagia dan bersukacita, tetapi yang terpenting juga apa dampaknya bagi masyarakat kita,”_ katanya.
Ia menilai, peringatan HUT daerah semestinya menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai capaian pembangunan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih dihadapi Kota Ambon.
Literasi Keuangan Perkuat UMKM Selain mendorong pertumbuhan usaha, Pemkot Ambon juga menempatkan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Wattimena menyebut Kota Ambon baru saja memperoleh penghargaan Financial Literacy Award dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Menurutnya, penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Pemkot Ambon untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan.
Bagi pelaku UMKM, literasi keuangan dinilai penting agar mereka mampu mengelola usaha secara lebih profesional, memahami akses pembiayaan serta menggunakan berbagai layanan keuangan secara bijak.
“Bagaimana kita membangun literasi keuangan di Kota Ambon sekaligus menciptakan inklusi keuangan yang merata, itu yang sedang kita dorong,” tutupnya.
Reporter: Tim
Editor: Redaksi
