AMBON,-beritasumbernews.com – Pangdam XV/Pattimura Dodi Triwinarto S.I.P, M.ham meminta insan media di Maluku mengutamakan konfirmasi dan pemberitaan yang bertanggung jawab. Hal itu disampaikan dalam silaturahmi dengan wartawan di Ambon, Selasa [1/7/2026].

Pangdam menyebut tantangan di Maluku berbeda dengan daerah lain karena masih ada trauma sejarah. “Di sini dulu ada perkalian antar desa. Alhamdulillah lama-lama berkurang. Saat ini Maluku paling besar wilayahnya, tapi pelan-pelan akan semakin baik,” ujarnya.

Ia menegaskan kehadiran TNI selain tugas pokok menjaga kedaulatan, juga membantu pemerintah daerah. “Tugas kami membantu mempercepat proses pembangunan. Ada program TNI Manunggal Masuk Desa, kerja sama dengan Pemda, semua tujuannya sama: mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, perubahan kecil yang bermanfaat lebih baik dari program besar tapi tidak ada hasilnya. “Satu tujuan kita: meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari semua aspek,” tegasnya.

Pangdam menyinggung peran media di era digital. Ia meminta wartawan berpegang pada kode etik jurnalistik.

“Saran saya, tolong dikonfirmasi dulu. Jangan buat berita berdasarkan settingan personal. Kalau salah, konfirmasi. Kalau benar, jangan dibikin salah. Zaman sekarang semua bisa dilihat, semua bisa diketahui,” ujarnya.

Ia juga meminta media mempertimbangkan dampak positif dan negatif berita. “Buatlah berita yang bertanggung jawab. Buatlah berita yang menyenangkan, yang positif. Walaupun ada hal negatif, itu dinamika. Konfirmasi dulu, itu jauh lebih bijak,” katanya.

Pangdam mencontohkan dirinya terbuka menerima WA dari wartawan untuk konfirmasi. “Kalau ada data dan fakta jelas, langsung saya jawab. Gunakan tulisan untuk kemuliaan, agar bermanfaat,” pungkasnya. (Chey)