AMBON,-beritasumbernews.com – Dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan, Pemerintah Kota Ambon bersama Polresta Ambon menggelar “Duduk Bacarita par Ambon Pung Bae” melalui dialog bersama.
Kegiatan ini dinilai penting sebagai momentum perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI 17 Agustus dan usia 451 tahun Kota Ambon.
“Karena persatuan dan kesatuan kebersamaan kita di Kota Ambon harus lebih diperkokoh. Bertempatnya juga ada di momentum perayaan 17 Agustus Proklamasi Kebangsaan dan juga provinsi ini adalah momentum,” ujar salah satu narasumber dalam dialog tersebut.
Dialog ini bertujuan membangun kesadaran dan pola pikir seluruh anak bangsa dan generasi di Kota Ambon untuk bersatu padu.
“Seperti yang tadi disampaikan Wali Kota, Kapolresta dan juga Ketua. Kita harus menjaga iklim solidaritas, kerukunan, kebersamaan. Nilai-nilai itu yang harus tercermin di dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Walikota Ambon Meminta,Kita Harus Jadi Air, Bukan Api di Tengah Perbedaan
Pesan utama dalam dialog adalah agar masyarakat tidak menjadi pemicu konflik kecil yang bisa membesar.
“Jangan lagi kita ada menjadi api di tengah-tengah pertikaian-pertikaian kecil. Bagaimana kita bisa menjadi air untuk meredam semua hal-hal perbedaan bahkan potensi-potensi konflik,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan yang terlihat sederhana ini berdampak besar. Jika masyarakat sibuk dengan pertikaian kecil, berbeda pendapat hingga memunculkan perseteruan di dunia maya, maka akan memperkeruh keadaan.
Yang paling penting, kata dia, adalah ketahanan orang Ambon dan orang Maluku ke depan.
“Bagaimana sopan santun untuk ke depan. Bagaimana mampu memproteksi ancaman-ancaman propaganda, baik itu dari luar maupun dari dalam kita sendiri. Sesuatu yang harus kita perbaiki kembali,” ujarnya.
“Harus berkumpul kembali adalah rasa solidaritas orang Ambon, supaya kita tidak dipecah belah. Kita tetap satu. Bagaimana bicara kemajuan pembangunan ke depan kalau kita tidak bersatu. Jadi penting sekali kegiatan-kegiatan seperti ini,” pungkasnya.
;chey)

