
AMBON,-beritasumbernews.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut peringatan HUT ke-81 Provinsi Maluku sebagai momentum penting untuk menghormati jasa para pendahulu sekaligus mempercepat pembangunan demi kesejahteraan rakyat.
Hal itu disampaikannya dalam pidato pada Sidang Paripurna DPRD Provinsi Maluku, Selasa (19/8/2026).
“81 tahun adalah pencapaian luar biasa. Perjalanan panjang dan harapan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hari ini kita tidak hanya menyaksikan bertambahnya usia daerah, tetapi merayakan semangat para pendahulu, para pahlawan, para raja, tokoh adat, tokoh agama dan seluruh anak bangsa yang telah mempersembahkan tenaga, pikiran bahkan jiwanya untuk bumi Raja-Raja,” ujar Gubernur.
Menghormati Sejarah, Menatap Masa Depan
Gubernur mengajak seluruh elemen menghormati jasa para pendiri Maluku dengan cara melanjutkan cita-cita mereka melalui kerja nyata.
“Kita memilih untuk tidak larut dalam masa lalu. Kita sangat menghormati sejarah, sebagaimana pesan Bung Karno ‘Jas Merah’. Namun pandangan kita harus tertuju ke masa depan. Penghormatan terbaik adalah melanjutkan cita-cita para pendiri melalui kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Capaian Pemerintahan: WTP 7 Kali Berturut-turut
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Gubernur menyebut 2026 sebagai fase konsolidasi dan percepatan transformasi. Beberapa capaian strategis yang disampaikan:
1. Pemerintahan dan Tata Kelola
Provinsi Maluku berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian / WTP selama 7 kali berturut-turut sejak 2019-2025.
Nilai MCP KPK juga meningkat dari 50,63 pada 2013 dan 62,72 pada 2018 menjadi 81,9 pada 2025. Tata kelola pengadaan barang dan jasa turut membaik.
Gubernur juga mendorong percepatan pembahasan RUU Daerah Kepulauan. “Kita ingin karakter kepulauan bukan menjadi hambatan, tetapi menjadi dasar lahirnya kebijakan yang lebih adil,” katanya.
2. Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur
Momentum besar adalah dimulainya groundbreaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Juli 2025.
“Ini bukan hanya tentang gas. Ini tentang masa depan, investasi, lapangan kerja, dan bagaimana SDA Maluku memberi nilai tambah sebesar-besarnya bagi rakyat,” ujarnya.
Progres lain: Bendungan Way Apu di Buru sudah 87,38%. Pemerintah juga mendorong pembangunan Pelabuhan Hub Internasional Maluku / MILK yang kini mendapat respon positif dari pemerintah pusat.
Di sektor komoditas, pabrik kelapa dan pala di Maluku Tengah nilai investasi Rp500 miliar telah groundbreaking. Pengembangan ayam petelur terintegrasi di Maluku Tengah, Maluku Tenggara dan Buru Rp544 miliar. Pemerintah juga membangun jalan produksi di Desa Sameth.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Maluku semester I 2026 mencapai 5,24%, lebih tinggi dari 4,22% tahun sebelumnya. Inflasi terjaga di 2,7%. Indeks Pembangunan Manusia naik menjadi 74,09 poin.
3. Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Rakyat
Program nasional terus digencarkan. Program Perumahan Swadaya BSPS naik dari 81 unit di 2025 menjadi 6.800 unit di 2026 dengan anggaran Rp137,6 miliar untuk 34.400 jiwa.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk 1.254 unit sesuai jumlah desa/kelurahan. Gerai Koperasi Merah Putih dibangun 51 unit.
Program Sekolah Rakyat sudah beroperasi di 3 titik: Kota Tual, Kota Ambon, Maluku Tengah dan akan dikembangkan ke 14 titik.
Di bidang kesehatan, dibangun RS Tipe D di Kabupaten Buru dan peningkatan RS dari Tipe D ke C di 5 daerah: Buru Selatan, Kepulauan Aru, Tanimbar, MBD dan Kota Tual dengan anggaran Rp100 – Rp133 miliar per daerah.
Angka kemiskinan turun menjadi 14,91% per September 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka turun jadi 5,75% per Mei 2026.
Gubernur menekankan pentingnya menjaga kerukunan. “Membangun Maluku tidak bisa sendiri. Harus dalam satu barisan kebersamaan. Kita orang Maluku dibesarkan dengan tradisi Siwalima. Boleh berbeda bahasa dan warna kulit, tapi kita saudara di tanah yang sama,” katanya.
Di akhir pidato, Gubernur menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD, Wagub, Forkopimda, Bupati/Walikota, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh masyarakat. Ia juga memohon maaf jika masih ada target pembangunan yang belum maksimal.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan Dirgahayu HUT ke-81 Provinsi Maluku. Mari satukan langkah, satukan kekuatan untuk Maluku Bersatu, Maju, Membangun Negeri,” pungkas Hendrik Lewerissa.
(Chey)
