AMBON – beritasumbernews.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Yan Noach, akhirnya buka suara keras soal carut-marut rekrutmen tenaga kerja lokal untuk proyek raksasa Invex di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Aspirasi masyarakat MBD yang berteriak minta keadilan dan kesempatan kerja itu dibenarkan. Yan Noach tegaskan, semua seruan masyarakat pasti ditindaklanjuti sesuai kewenangan DPRD Provinsi dengan memanggil semua mitra terkait.

“Yang kedua semuanya pasti ditindaklanjuti dengan semua seruan yang tadi disampaikan sesuai dengan kewenangan. Kewenangan kami di DPRD Provinsi ya. Ada mitra-mitra yang harus kami undang dan sama-sama kita bicarakan untuk mencari solusinya,” ujar Yan Noach

Fakta di lapangan sangat memalukan. Dari kebutuhan 24 tenaga kerja, hanya 10 orang yang lolos memenuhi persyaratan menurut laporan Kadis Nakertrans.

Sisanya 14 orang dari MBD terancam gagal dan akan didatangkan dari luar Maluku hanya karena persoalan selembar kertas: Surat Izin Operasi (SIO) Alat Berat.

“Dari kebutuhan itu ada 24 kalau tidak salah, hanya 10 yang memenuhi persyaratan. 14 ini kemungkinan mereka datangkan dari luar Maluku karena tidak memenuhi persyaratan ini. 10 ini dari KKT saja. Dari MBD belum masuk karena 14 nama yang dikirimkan itu ternyata menurut mereka belum mempunyai surat izin operasi untuk alat berat. Hanya sertifikat pelatihannya saja,” bongkar Yan Noach.

Padahal sertifikat pelatihan sudah ada! Tinggal SIO saja yang belum! Ini yang harusnya dibantu Pemerintah

Yan Noach mengingatkan keras, ini sudah terjadi keterlambatan satu langkah. Untuk pekerjaan konstruksi saja banyak yang tidak memenuhi syarat sertifikasi.

“Hari ini kebutuhan di lapangan untuk pekerjaan konstruksi itu banyak yang tidak memenuhi syarat sertifikasi. Itu berarti kita sudah terlambat satu langkah sebenarnya. Nanti pada tahapan produksi, jangan sampai kita terlambat lagi,” tegasnya.

Dia sudah berulang kali sampaikan dalam rapat Badan Anggaran sampai penetapan perubahan APBD, agar Pemerintah Provinsi Maluku memberikan perhatian serius dan menyiapkan anggaran untuk pelatihan dan pengurusan SIO tenaga kerja lokal.

“Pemerintah provinsi diminta untuk memberikan perhatian serius terhadap penyiapan calon tenaga kerja sesuai dengan kompetensi atau kualifikasi yang dibutuhkan. Pemerintah juga harus berperan di sana untuk membantu menyiapkan tenaga kerja itu dengan anggaran daerah,”

Yang lebih parah, Yan Noach menuding Invex tidak pernah memberikan kebutuhan jumlah tenaga kerja secara resmi dan terbuka kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi!

“Invex tidak pernah memberikan kebutuhan jumlahnya kepada kita secara resmi, secara terbuka kepada masyarakat. Sehingga ini juga menjadi dasar untuk masyarakat dan juga dasar untuk pemerintah daerah untuk membantu menyiapkan tenaga kerja,”

Akibatnya, Pemerintah Daerah bingung mau siapkan apa, masyarakat bingung mau siapkan diri seperti apa.

Yan Noach berjanji akan mendorong rapat gabungan antara Komisi II dan Komisi IV DPRD Maluku untuk mengundang semua mitra termasuk Invex dan Disnakertrans.

“Pemerintah provinsi harus hadir memberikan keadilan itu. Berikan keadilan itu untuk tenaga kerja,” tegasnya.

Dia juga sudah komunikasi dengan Pemkab MBD untuk minta nama-nama tenaga siap latih alat berat untuk diserahkan ke Kadis Nakertrans Provinsi, namun lagi-lagi kualifikasi kalah karena tidak punya SIO.

Di akhir wawancara, Yan Noach memberikan pesan menyala untuk anak muda MBD:

“Untuk anak-anak muda secara pribadi kan kita harus siap. Siap juga. Kualitas kita, kualitas kerja kita, kemudian kesiapan kita untuk merebut peluang tenaga kerja ini. Kita orang MBD itu selalu menang dalam pertarungan, menang. Kita tes di mana saja, pegawai negeri di mana saja, kita menang.”

“Hari ini untuk perekrutan tenaga kasar ini konstruksi, kita kalah. Bukan kalah, karena tidak diberikan kesempatan sama. Kan masih ada, semua persyaratan ini bisa kita bantu. Yang penting ini dibuka dulu ruangnya. Buka ruang untuk semua,” tutup Yan Noach.
(Chey)