AMBON – beritasumbernews.com –  Gedung DPRD Provinsi Maluku memanas Aliansi Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD) Ambon secara resmi menyerahkan KAJIAN AKSI dan diterima langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Maluku.Fauzan Rahawarin
(Ambon 05/10/2026)

Isinya sangat pedas Membongkar dugaan ketidakadilan brutal dalam rekrutmen tenaga kerja proyek raksasa nasional Lapangan Gas Abadi Blok Masela di Laut Arafura yang dikelola INPEX Masela Ltd.

PROYEK US$ 20,9 MILIAR, BUTUH 12.000 TENAGA KERJA, TAPI ANAK MBD DIGUSUR

Dalam kajian aksi yang diterima redaksi, Mahasiswa MBD mengingatkan: Indonesia adalah negara kepulauan kaya SDA, pengelolaannya harus menjamin keadilan sosial, bukan cuma untuk pendapatan negara!

Proyek Blok Masela ini bukan proyek kaleng-kaleng. Pada 16 Juli 2026, pembangunan fisik Proyek LNG Abadi Blok Masela resmi dimulai. Nilai investasinya fantastis US$ 20,9 Miliar dan diproyeksikan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja pada puncak konstruksi Sumber: Kementerian ESDM, 16 Juli 2026.

Seharusnya ini jadi surga pekerjaan bagi anak Maluku! Tapi kenyataannya

MBD DAN KKT SAMA-SAMA WILAYAH TERDAMPAK AMDAL, TAPI KENAPA CUMA SATU YANG DAPAT KUE

Ini yang diprotes keras Dalam kajian AMDAL, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) sama-sama disebut sebagai wilayah yang memiliki keterkaitan dan wilayah terdampak proyek Blok Masela.

Jika kedua wilayah sama-sama diakui, maka pelibatan masyarakat tidak boleh hanya terkonsentrasi di satu wilayah administratif saja

“Kesempatan kerja, akses pelatihan, peningkatan kompetensi, serta peluang ekonomi lainnya perlu dirancang secara transparan dan proporsional,” tulis kajian GEMA MBD.

Bagi masyarakat MBD, ini bukan soal minta belas kasihan kerja. Ini soal KEADILAN PEMBANGUNAN Masa investasi nasional triliunan rupiah di depan mata Maluku, tapi anak MBD cuma jadi penonton?!

2 PERSOALAN POKOK YANG DIBONGKAR GEMA MBD:

PERTAMA: KETIDAKJELASAN KETERLIBATAN TENAGA KERJA ASAL MBD

Proses rekrutmen menimbulkan tanda tanya besar Sejauh mana masyarakat MBD dapat akses nyata untuk ikut seleksi Informasi lowongan, persyaratan, lokasi pendaftaran, tahapan seleksi.

Secara formal terbuka, tapi secara nyata tidak bisa diakses secara setara! Ini akal-akalan

Tidak ada transparansi Tidak ada proporsional Tidak ada kejelasan pembagian kuota antara MBD dan KKT Semua gelap

TUNTUTAN GEMA MBD:
Atas kajian ini, Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD) Ambon mendesak:

1. Pemerintah Provinsi Maluku & DPRD Provinsi Maluku segera panggil INPEX Masela Ltd, SKK Migas, dan semua perusahaan kontraktor yang terlibat rekrutmen!
2. Buka secara transparan berapa kuota untuk MBD dan KKT
3. Buka akses informasi lowongan sampai ke desa-desa di MBD!
4. Berikan pelatihan dan sertifikasi gratis, termasuk SIO Alat Berat, agar anak MBD tidak kalah syarat administrasi
5. Hentikan praktik rekrutmen yang hanya menguntungkan satu wilayah

Wakil Ketua I DPRD Maluku yang menerima langsung kajian aksi tersebut berjanji akan menindaklanjuti dan menggelar rapat gabungan Komisi 2 dan Komisi 4 bersama mitra terkait.

(**)