Tobelo,beritasumbernews.com,Sopir angkot di Tobelo,Kab.Halut berjumlah puluhan sopir, aksi mogok, desak Pemda Halut naikan harga angkot.
Aksi mogok ini berlansung selama beberapa jam, aksi mogok ini berlansung di terminal Wosia dan Sentral Desa Upa, Kec.Tobelo. Selasa 08/03/2022
Aksi mogok tersebut, para sopir meminta kepada Pemerintah daerah Kab.Halut untuk bisa menyesuaikan tarif baru dengan adanya lonjakan harga BBM jenis pertalite dan Pertamax yang terasa berat oleh para sopir dalam beraktifitas setiap hari.
“Kenaikan BBM jenis Pertalite dan Pertamax mestinya ada perubahan tarif angkutan dari masing – masing jarak perjalanan yang ditempuh,” Tegas Bobi salah satu supir angkutan Tobelo Timur.
Menurut Bobi, Pasca mandeknya peredaran bahan bakar jenis premium di sejumlah SPBU, para supir dengan terpaksa beralih ke Pertalite dan Pertamax.
Meskipun demikian, pihaknya berharap kepada pemerintah Daerah, agar merevisi kembali tarif angkutan sebesar Rp.6000 dan disesuaikan dengan alokasi belanja kedua jenis bahan bakar tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Utara Muhammad Ikram Baba, mengatakan tarif angkutan merupakan kewenangan Bupati, Karena itu, aspirasi para supir tentang perubahan tarif, akan disampaikan dalam waktu dekat.
Sebab, upaya pengajuan penetapan tarif harus diberlakukan secara keseluruhan trayek angkutan. Dengan begitu, diperlukan adanya formula baru dalam menetapkan tarif berdasarkan presentase kenaikan (dasar perhitungan).
“Jadi kami berharap agar para supir angkutan umum bisa bersabar,” Pintanya.
Namun Ikram mengaku, jika keadaan mendesak maka dirinya akan mengambil inisiatif penetapan kenaikan tarif angkutan umum sementara sembari menunggu Surat keputusan Bupati. Pungkasnya. (Endy)
