Ambon,beritasumbernews.com,Bertempat di Gedung Sekolah SMP Negeri 2 Ambon Kel Waihaong Kec Nusaniwe Kota Ambon, telah berlangsung kegiatan Festival Seni Musik Etnik dan 3 Tahun Anniversary Ambon City Of Music
Dengan Tema ” DAMPAK”
Kegiatan tersebut di gelar tepatnya pad pukul 18 : 40 Wit, di hadiri oleh Penjabat Wali Kota Ambon Bodewien Wattimena. Senin 31/10/2022
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Ambon, yang di hadiri oleh” Pejabat Walikota Ambon, Sekertaris Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Direktur Ambon Music Office (AMO), 10 Kepala Sekolah di Kota Ambon, dengan jumlah pengunjung yang hadir kurang lebih 700 orang.
Pertunjukan Seni Music Etnik dari Siswa Siswi yang datang dari 10 Sekolah Tingkat SD sampai SMP di Kota Ambon.
Dalam kegiatan tersebut telah di sampaikan Penjelasan singkat, tentang kegiatan tersebut oleh Ketua Panitia pelaksana yakni” Keberhasilan Ambon sebagai salah satu Kota Musik Dunia ini tidak lepas dari usaha masyarakat Ambon yang terus berupaya menambah keunikannya dengan berbagai hal yang bernuansa musik.
Salah satunya membuat kurikulum muatan lokal yang berbasis musik. kurikulum ini diberlakukan pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Penyusunan kurikulum muatan lokal berbasis musik ini, disusun dengan melibatkan berbagai pihak selain Ambon Music Office (AMO), ada juga dari Pemerintah Kota Ambon, Instutut Agama ISlam Negeri (IAIN) Ambon, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, dan Universitas Pattimura Ambon,”
Dengan menerapkan kurikulim di tingkat SD dan SMP akan mendukung Ambon sebagai kota musik dunia versi banda dunia UNESCO. Kurikulum ini diberlakukan sejak tahun ajaran 2021.
Kurikulum ini dinilai sebagai satu trobosan yang dapat mempertahankan ekosisistem musik pada sebuah kota musik dunia dan berkaitan dengan 5 pilar penting yang dibangun (Ambon Musik Office) AMO.
Dalam kurikulum murid akan diajarkan musik etnik dan alat musik yang digunakan yakni tifa, suling bambu, musik ukulele, totobuang, dan hawaiian.
Pengajar untuk kurikulum ini melibatkan selain guru. Karena menurutnya yang lebih baik mengajar adalah orang yang telah memiliki kompetensi musik dan profesional dalam memainkan alat musik etnik.
Tim pengajarnya, akan melibatkan tenaga selain guru, yang mempunyai kompetensi musik serta profesional yang telah memiliki jam terbang dalam memainkan musik etnik.
Sementara itu Sambutan Pejabat Walikota Ambon Bodewien Wattimena menyampaikan bahwa” Bahagia rasanya, berada di tempat ini, dalam moment yang sangat penting bagi masyarakat Kota Ambon, khususnya dunia pendidikan, dimana atas ide kreatif yang sarat dengan nilainilai budaya, kearifan lokal Kota ini, yang di gagas dan rancangan oleh Dinas Pendidikan Kota Ambon. Ucap Wattimena
“Oleh karena itu dalam sukacita yang dirasakan ,Saya mengajak kita semua untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa ,atas anugerah-Nya.
Dalam upaya mempertemukan kita di saat ini dalam ingatan kita, tiga tahun yang lalu , tahun 2019 salah satu badan dunia di PBB yaitu UNESCO telah memberi pengakuan kepada Kota Ambon, sebagai Kota Kreatif berbasis music yang disebut dengan Ambon Citi Of Music, Pengakuan Unesco ini, sekaligus pengakuan terhadap jati diri Kota Ambon.
Seiring berkembangnya peradaban musik musik khas tradisional ini terus dikembangkan, dan ditanggal 4 september 2022, Komunitas ukulele di Ambon telah mencanangkan tanggal 4 september sebagai hari Musik Ukulele Maluku kiranya peran aktif para guru dalam mengembangkan music Etnik pada setiap sekolah sehingga Kota Ambon tidak dipandang sebelah mata oleh dunia.
Kegiatan tersebut mendapat pengaman dari Anggota Polsek Nusaniwe di bawah pimpinan Kapolsek Nusaniwe Iptu Johan W.M.Anakotta di dampingi Waka Polsek Nusaniwe. (Rdks)
