Suli – beritasumbernews.com – Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti “menendang atau menghancurkan dengan kaki”; Kwon berarti “tinju”; dan Do berarti “jalan” atau “seni”. Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai “seni tangan dan kaki” atau “jalan” atau “cara kaki dan kepalan”
Dojang Fantfelos, atau tempat latihan bela diri taekwondo Indonesia di Maluku mempersiapkan atletnya dengan latihan ketahanan tubuh serta membentuk fisik dan mental atlet.
Hal ini di sampaikan pelatih kepala Fantfelos Sabeum Nim Ernes Tondo Dan III Kukiwon yang kerap di sapa Ungke, saat di temui di lokasi latihan fisik Pantai Natsepa, Negeri Suli, Kecamatan. Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah menyampaikan” latihan ini merupakan program latihan dari Dojang Fantfelos Kantor Gubernur Maluku. Ujarnya
Selain itu dirinya juga mengatakan” latihan ini juga merupakan pembentukan fisik dan mental atlet guna menyiapkan diri saat menghadapi kejuaraan – kejuaraan taekwondo nantinya.
Fisik sangatlah penting, dalam sebuah cabang olah raga bela diri, dan ini di dalam bela diri taekwondo perlu fisik yang kuat, karena dalam pertandingan bela diri taekwondo itu selain kejuaraan-nya kata atau yang di sebut jurus namun juga fisik atau Jiurugi. Sebutnya
Kemampuan dan kelincahan atlet harus di ukur dari kesiapan fisiknya, agar dalam pertandingan bisa menyelesaikan ronde, atau bisa mampu menghadapi lawan. Pungkasnya
Tujuan utama dari taekwondo adalah untuk meningkatkan kekuatan fisik, kecepatan, keseimbangan, koordinasi, kepercayaan diri, disiplin, dan keberanian.
Teknik-teknik dasar dalam taekwondo meliputi stance (posisi kaki), punches (pukulan), blocks (pemblokiran), kicks (tendangan), dan strikes (serangan).
Kurang lebih sebanyak 200 atlet taekwondo Fantfelos yang di turunkan hari ini untuk mengikuti latihan fisik, yang di dampingi 10 pelatih – pelatih sabuk hitam. (V374)
