Ambon,beritasumbernews.com

Ada warga Masyarakat Negeri Aboru yang indikasinya tidak mendapat bantuan Bansos berupa beras yang di salurkan oleh Pemerintah Pusat lewat Dinas Sosial.

Sejak bulan Januari 2021 lalu hingga kini warga tersebut tidak mendapatkan bantuan tersebut yakni bantuan BPNT.

Informasi ini berhasil di himpun awak media beritasumbernews.com berapa hari lalu, yang mana berdasarkan informasi masyarakat Negeri Aboru yang di hubungi awak media lewat telpon selurernya.

Bantuan tersebut benar – benar tidak 100% menyentuh rakyat namun ada rakyat yang di rugikan dengan tidak menerima bantuan tersebut sejak Januari 2021 hingga September ini.

Di ketahui bernama Ibu Siti salah satu petugas penyaluran Bansos di Pulau Haruku yang coba di hubungi awak media enggan memberikan keterangan bahkan mematikan handpon-nya (hp) saat di hubungi.

Bahkan dalam komunikasi sebagai konfirmasi pihak media ternyata ibu Siti malah menyuruh awak media datang saja ke pulau Haruku karena mereka bertugas 1×24 jam.

Ibu situ pun mengatakan jika hendak meminta keterangan jangan tanyakan padanya tetapi lansung saja pada pendamping PKH, bahkan ibu Siti merasa tidak puas di hubungi awak media dan bertanya siapa yang kasih no HP-nya, dapat no HP-nya dari siapa.

Yang di minta keterangan terkait warga yang tidak mendapat bantuan tersebut namun ibu Siti Enggan memberikan keterangan ada apa dengan ibu Siti ? Kenapa enggan berikan keterangan.

Ada komunikasi yang di bangun antara ibu Siti dengan Raja Aboru, sehingga dengan kata maaf Raja Aboru menyampaikan ucapan itu pada awak media yang juga anak Aboru.

Dari kata kata yang di ungkapkan kepada awak media oleh Raja Aboru di duga kuat dana bantuan kepada Rakyat di potong uangnya kepada petugas PKH karena mereka turun ke Aboru mengeluarkan biaya yang banyak, pemerintah pusat berikan bantuan dimana mana tidak ada pemotongan.

Dari bahasa Raja di duga ada pemotongan, dan dari bahasa Raja pun di duga ada ancaman pada Rakyat bahwa petugas tidak akan melayani Rakyat lagi dan akan persulit dalam penyaluran, Raja seharusnya menjadi pembela Rakyat bukan membela petugas.

Raja beranggapan rakyat tidak mengerti aturan dan mekanisme dan Raja diduga tidak berpihak ke Rakyatnya, bahkan mempersalahkan Rakyatnya. (Chey)