Saumlaki,beritasumbernews.com
Gubernur Maluku Drs Murad Ismail menyambut gembira Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pengukuran Nilai IndeksPengelolaan Kawasan Perbatasan, Pusat Kegiatan StrategisNasional Saumlaki yang berlangsung di Provinsi Maluku, Kamis 17/03/2022
Kegiatan yang bertujuan untuk memantau perkembangan dan capaian pembangunan di 18 PKSN Tahun 2021 ini, salah satunya adalah PKSN Saumlaki yang berada di Kabupaten KepulauanTanimbar, dimana hasil pengukuran tersebut diharapkan dapatdiketahui capaian pelaksanaan pembangunan PKSNSaumlaki dan sebagai bahan referensi dalam perencanaan kedepan.
“Kabupaten Kepulauan Tanimbar merupakan Kawasanyang berbatasan laut secara langsung dengan negaratetangga Australia, dimana Saumlaki yang merupakanpusat pemerintahandi KKT telah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dengan cakupan wilayah meliputi duakecamatan Lokpri, yaitu kecamatan Tanimbar Selatan danKecamatan Tanimbar Utara,” ujar Gubernur
Murad dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Maluku, Drs Semmy Huwae, MH, Ketika membuka kegiatan yang berlangsung di lantai II kantor Gubernur Maluku. Sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional, Saumlaki katanya, tentu memiliki fungsi yang sangat strategis,
utamanya sebagai pusat-pusat pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik serta pusat-pusat kegiatan ekonomi yang strategis.
“Saya berpendapat, pelaksanaan pengukuran indekspembangunan kawasan perbatasan ini memiliki arti pentingyang dapat memberikan gambaran tingkat akuntabilitaspemerintah dalam upaya memenuhi target-targetpembangunan PKSN yang ditetapkan,” tandasnya.
Oleh karenanyaPemerintah Daerah Provinsi Maluku memberikan apresiasiyang tinggi bagi pelaksanaan kegiatan ini dengan harapan antara lain : melalui penetapan Saumlaki sebagai PusatKegiatan Strategis Nasional, Kabupaten Kepulauan Tanimbardapat menjadi beranda depan Indonesia di selatan NKRI yangmenjadi cerminan wajah bangsa, serta menjadirepresentasi kemajuan negara Indonesia.
Juga kegiatan ini dapatmengidentifikasi isu-isu strategis dan permasalahan yangperlu mendapat perhatian bersama, agar nantinya dapat lebihbersinergi dalam membangun PKSN Saumlaki;termasuk harapannya agar Pemerintah Pusat khususnya Badan Nasional Pengelola Perbatasan dapat memberikan perhatian secarakhusus, terutama untuk fungsi koordinasi dalam mengupayakanpercepatan pembangunan Kawasan Perbatasan khususnyaPKSN Saumlaki, dengan begitu, kegiatan ini bukanlah kegiatan
yang terakhir tetapi berkelanjutan dan kerkesinambungan agar Kawasan perbatasan di Maluku bisa dijawab pembangunannya bersama sama secara sistemik.
Ia amat meyakini, bahwa lewat FGD ini, akan ada perjumpaan dengan ruang-ruang kesuksesan. Sebab Maluku yang sukses di hari esok, ditentukan oleh perjalanan semua kita di hari ini.
Turut hadir dalam pembukaan yang berlangsung secara hybrid itu, Kepala Badan Perbatasan Provinsi Maluku, Dra Poppy Bahmid dan jajaran, juga pejabat eselon III dan IV dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia serta instansi terkait lainnya. (Chey)
