
Ambon – beritasumbernews.com – Buku ini hadir sebagai upaya untuk mengisi kekosongan narasi sejarah Muhammadiyah di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku. Dengan pendekatan historis dan sosiologis, Ismail Borut mengajak pembaca menelusuri jejak awal kehadiran Muhammadiyah di Ambon dan Maluku, yang dimulai sejak tahun 1933 melalui upaya tokoh-tokoh lokal dan etnis Arab yang berinteraksi dengan masyarakat adat. Ambon 29/11/2025
Borut menggambarkan bahwa Muhammadiyah tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga berperan sebagai gerakan sosial yang tumbuh dari kalangan Muslim urban di Ambon. Buku setebal 460 halaman ini, diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah, menyoroti bagaimana nilai-nilai Islam modernis berpadu dengan budaya lokal, menciptakan corak keberagamaan yang khas di Maluku—penuh dialog, adaptasi, dan dinamika ideologis antara modernitas dan tradisi.
Penulis, Ismail Borut, yang berasal dari Banda Ely dan kini aktif sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Maluku serta menjabat Kepala LPPI periode 2025–2029, menempatkan karya ini sebagai kontribusi berharga bagi literatur keislaman di Indonesia timur.
Dengan terbitnya buku ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami sejarah dan dinamika pergerakan Muhammadiyah di Maluku serta meneruskan semangat pembaharuan yang kontekstual.
(Chey)
