
AMBON – beritasumbernews.com – Pembangunan ikon baru di Kota Ambon, Pasar Apung Batu Merah, terus berjalan dengan mengusung konsep terintegrasi yang unik. Proyek megah ini dirancang khusus untuk memadukan fungsi perdagangan dan kuliner dengan daya tarik destinasi wisata bahari.
Penggabungan dua fungsi utama tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, pasar ini nantinya juga akan menjadi tujuan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Maluku.
Dalam perancangannya, konsep pembangunan tidak meninggalkan identitas asli daerah setempat. Nilai-nilai kearifan lokal menjadi landasan utama yang diusung, sejalan dengan kekayaan budaya dan adat istiadat yang telah lama hidup di tengah masyarakat Maluku.
Pengembang memastikan bahwa setiap detail pembangunan tetap menghormati tradisi yang ada. Hal ini dilakukan agar proyek modern ini dapat beradaptasi dan berharmoni dengan lingkungan sosial serta budaya yang berlaku di lokasi.
Hingga saat ini, proses pembangunan dikabarkan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Berbagai tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan tertib dan teratur tanpa adanya gangguan yang berarti.
“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kendala. Semua terlaksana dengan baik,” ungkap salah satu pihak pengelola saat dikonfirmasi terkait perkembangan proyek tersebut.
Kendala teknis maupun non-teknis berhasil diantisipasi dengan baik sejak awal. Komitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan dengan kualitas terbaik terus dipegang teguh oleh seluruh tim yang terlibat.
Untuk mendukung kelancaran proses konstruksi, digunakan peralatan yang memenuhi standar keselamatan dan efisiensi kerja tinggi. Alat-alat canggih tersebut didatangkan khusus dari luar daerah untuk menjamin mutu hasil pembangunan.
Penggunaan alat berat menjadi bagian tak terpisahkan dari tahap pengerjaan saat ini. Mesin-mesin modern tersebut beroperasi maksimal untuk mempercepat pekerjaan struktur utama yang membutuhkan tenaga besar.
Namun, pelaksanaan kerja harus menyesuaikan dengan kondisi geografis dan ketersediaan lahan. Lokasi pembangunan yang tergolong terbatas menjadi pertimbangan utama dalam menentukan strategi pelaksanaan di lapangan.
Melihat kondisi tersebut, metode kerja bertahap dipilih sebagai solusi paling efektif dan efisien. Pengerjaan dilakukan secara seksama dan berurutan agar tidak terjadi tumpang tindih aktivitas yang dapat menghambat proses.
“Kita kerjakan perlahan-lahan. Kalau bagian ini habis, nanti menyusul bagian berikutnya,” tambahnya lebih lanjut menjelaskan alur kerja yang diterapkan.
Secara total, nilai investasi yang ditanamkan dalam proyek prestisius ini mencapai angka fantastis. Anggaran pembangunan Pasar Apung Batu Merah diketahui mencapai Rp71 miliar.
Pembiayaan tersebut murni berasal dari pengembang, yakni Alham Phalium. Perusahaan menanggung seluruh biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan pasar apung yang modern dan representatif ini.
Ditegaskan pula bahwa sumber dana yang digunakan adalah modal pribadi dari pihak pengembang. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kepercayaan penuh terhadap potensi ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut.
Dengan dukungan pendanaan yang kuat dan konsep yang matang, Pasar Apung Batu Merah diproyeksikan akan menjadi pusat kegiatan ekonomi baru yang juga mempromosikan kekayaan budaya lokal ke mata dunia. (Chey)
