
Ambon–beritasumbernews.com –Pangdam XV/Pattimura Dody Triwinarto menegaskan peran penting media dalam menjaga persatuan di Maluku. Ia meminta awak media bijak dalam memberitakan, terutama informasi yang berpotensi memecah belah.
“Ini bukan untuk apa-apa. Kalau memang berita itu bisa memperbesar persatuan, saya mohon tolong dipikirkan kembali. Ingat, harga mati persatuan kita. Saya menaruh harapan besar kepada kawan-kawan jurnalis,” tegasnya saat silaturahmi dengan media di kediaman resmi, Ambon.
Pangdam menyebut keberhasilan Ambon sangat bergantung pada rekan-rekan media.
“Mari kita bangun Ambon ini. Kalau boleh jujur, keberhasilan Ambon ini tergantung pada rekan-rekan. Tergantung bagaimana rekan-rekan bisa memfilter, menyaring, mengonfirmasi,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar pemberitaan tidak dibuat dengan sentimen, tendensi, atau kepentingan tertentu.
“Kalau kita tidak bisa menyaring, apalagi membuat berita dengan sentimen dan ada kepentingan, itu bahaya sekali. Saya mohon sekali, apa pun yang terjadi di sini, mari kita bahas.”
Pangdam mengajak media berpikir dampak jangka panjang dari sebuah pemberitaan.
“Yang rugi kalau kita memberitakan buruk, ya kita juga. Yang malu juga kita. Untungnya dengan kerasnya kehidupan, dengan banyaknya kepentingan di depan kita, tentu ada masyarakat yang membela diri, membela sukunya, membela harga diri. Karena itu saya berpesan: tolong jaga persatuan, jaga persatuan kita.”
Meski era reformasi dan demokrasi memberi kebebasan, Pangdam mengingatkan kebebasan tetap ada aturan.
“Baik buruknya kita tergantung pada media. Walaupun sekarang zamannya reformasi, demokrasi bebas, tapi bebas dengan aturan. Setiap berita itu sangat menentukan masa depan. Saya yakinkan, apa yang rekan-rekan tulis sangat menentukan masa depan Ambon ke depan. Ujarnya.”
“Kalau kita menulis baik, begitulah warna Ambon di mata orang. Pandangan orang akan baik. Tapi kalau kita menulis jelek, begitulah kita juga. Kita seperti mendoakan Ambon jadi jelek,” tambahnya
Ia meminta media selalu konfirmasi dan klarifikasi sebelum memberitakan.
“Bagaimana kita bisa mengeksplor, bisa ‘menjual’ Ambon? Tentunya semua informasi perlu konfirmasi, perlu klarifikasi. Saya yakin rekan-rekan jurnalis sudah melaksanakan itu. Tapi carilah informasi pembanding. Carilah hal yang positifnya, bukan negatifnya.”
Pangdam mengakui semua orang punya kepentingan. “Kita hidup penuh dengan kepentingan. Tidak ada manusia hidup tanpa kepentingan. Tapi ingat, kepentingan yang paling besar adalah kepentingan untuk Maluku sukses, Maluku berdaulat, Maluku kerja, Maluku sejahtera. Itu tergantung pada kita semua.”
Ia mengapresiasi media lokal yang selama ini sudah membantu pemberitaan positif.
“Saya sering lihat media-media. Berita-berita di daerah, secara umum alhamdulillah kawan-kawan sudah membantu. Sudah membantu pemberitaan yang positif.”
Karena itu ia berpesan agar media tidak tergesa-gesa merilis berita negatif. “Kalau ada informasi negatif dari daerah terhadap kondisi wilayah, tolong dipertimbangkan betul: bagus tidak buat kita”
Pangdam menyatakan percaya pada profesionalisme jurnalis,
rekan-rekan di sini mewakili jurnalis yang profesional. Saya banyak teman wartawan di Jakarta dan di daerah. Saya percaya orang jurnalis itu orang yang cerdas, punya analisis, pintar mencerna, cepat menangkap. Itulah kelebihannya dibanding yang lain.”
“(chey)
