
AMBON – beritasumbernews.com – Pemerintah Kota Ambon menyelenggarakan kegiatan penguatan literasi nilai-nilai Pancasila yang ditujukan bagi seluruh aparatur sipil negara, baik dari lingkungan Kementerian Dalam Negeri, jajaran direktorat jenderal, maupun instansi pemerintahan daerah. Kegiatan pada Kamis, (19 /04/ 2026)
pukul 08.00 WIT
Di Gedung Vlissingen Balai Kota Ambon, dengan tujuan menanamkan dan memperdalam pemahaman mengenai dasar negara sebagai landasan dalam menjaga persatuan, kesatuan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Ambon, Roberd Sapulette, MT.St., menyampaikan ucapan selamat datang kepada para pimpinan dan rombongan yang telah hadir untuk berbagi wawasan dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini.
Ia mengungkapkan bahwa pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan sesungguhnya telah mulai ditanamkan sejak masa pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi, sehingga hal ini menjadi bagian dari pembentukan pola pikir dan kepribadian bangsa yang harus terus dipelihara agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter dan cara berpikir seluruh elemen bangsa.
Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman agar kita senantiasa menjaga keutuhan dan kemuliaan bangsa dari segala hal yang dapat menimbulkan perpecahan maupun dampak negatif lainnya, sehingga pemahaman yang baik tentang dasar negara menjadi benteng utama bagi keberlangsungan kehidupan bersama.
Pemerintah Kota Ambon juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam cara bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan beberapa pesan penting bagi seluruh aparatur negara.
Pertama, setiap penyelenggara pemerintahan wajib menjadikan Pancasila sebagai dasar dan pedoman dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil.
Birokrasi harus senantiasa beretika, berintegritas tinggi, jujur, dan memegang teguh amanah yang diberikan, serta patuh terhadap segala peraturan yang berlaku dan menjauhi segala bentuk penyimpangan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan tidak hanya menjadi perhatian masyarakat, tetapi juga merupakan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Oleh karena itu, segala tugas hendaknya dilaksanakan dengan penuh ketulusan dan rasa tanggung jawab, meskipun tidak ada yang melihatnya.
Kedua, dalam memberikan pelayanan, aparatur negara harus memiliki rasa empati, menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan bersikap adil tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
Sikap diskriminatif harus dihindari, begitu pula dengan penyebaran berita bohong atau fitnah yang dapat menimbulkan perselisihan, serta penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab.
Birokrasi juga dituntut untuk tidak mengutamakan kepentingan pribadi atau golongan, serta senantiasa bersikap adil dalam setiap keputusan yang diambil.
Setiap kebijakan hendaknya disusun melalui proses musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama, dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan yang ada.
Selain itu, aparatur diharapkan tidak merasa paling benar atau hanya berpegang pada pendapat pribadi dalam bekerja, melainkan senantiasa membangun kerja sama dan semangat kebersamaan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah dibebankan.
Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga harus diselenggarakan secara merata, mudah diakses, tidak berbelit-belit, serta tidak menimbulkan kesulitan bagi mereka yang membutuhkan layanan, sehingga setiap warga negara dapat memperoleh haknya dengan cara yang wajar dan sesuai ketentuan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, akan dilaksanakan pula aksi nyata berupa penanaman bibit pohon.
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus simbol bahwa nilai-nilai luhur yang ditanamkan diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Meskipun diikuti oleh 150 peserta, kegiatan serupa masih perlu diperluas pelaksanaannya, mengingat kebutuhan penghijauan juga sangat diperlukan di berbagai wilayah, termasuk daerah pedalaman seperti Desa Siwak.
Pemerintah Kota Ambon berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga setiap materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan menjadi bekal dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Diharapkan pula, hasil dari penguatan pemahaman ini dapat membawa perubahan yang nyata, baik dalam peningkatan kinerja maupun perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga keberadaan aparatur negara benar-benar dirasakan manfaatnya bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.
Hal ini juga menjadi bukti komitmen bersama untuk senantiasa memelihara dan mengamalkan nilai-nilai dasar negara, demi terjaganya keutuhan bangsa serta terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan bersama.” Tutup ROBERD
(**)
