AMBON -beritasumbernews.com -Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Tahun Anggaran 2026 melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program TMMD di wilayah Kodim 1504/Ambon.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Yanto Reinald Nainggolan, S.I.P., M.Si., CHRMP, yang dihadiri Dandim 1504/Ambon, Walikota beserta jajaran Forkopimda Kota Ambon, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan undangan lainnya.
Mengawali sambutannya, Brigjen Yanto menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Daerah, jajaran TNI-Polri, seluruh instansi terkait, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program TMMD Ke-130.
“TMMD merupakan salah satu program terpadu lintas sektoral yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh TNI, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh komponen masyarakat. Program ini memiliki peran strategis dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Brigjen Yanto.
Ia menegaskan, TMMD bukan semata-mata kegiatan pembangunan fisik, melainkan juga sarana untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, meningkatkan semangat gotong royong, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membangun wilayahnya.
“Melalui TMMD, kita ingin memastikan bahwa kehadiran TNI benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga setelah seluruh program selesai dilaksanakan,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan Wasev, Brigjen Yanto menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung sejauh mana program telah berjalan, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, pencapaian sasaran, penggunaan anggaran, maupun manfaat yang dihasilkan.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan enam penekanan penting kepada seluruh jajaran Satgas TMMD:
Pertama, laksanakan seluruh kegiatan sesuai dengan rencana dan ketentuan yang telah ditetapkan, serta hindari penyimpangan dalam pelaksanaan maupun penggunaan anggaran.
Kedua, utamakan kualitas hasil pekerjaan, karena pembangunan yang baik adalah pembangunan yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Ketiga, tingkatkan koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat agar setiap kendala dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.
Keempat, optimalkan kegiatan nonfisik agar benar-benar memberikan dampak positif terhadap pengetahuan, kesadaran, dan kehidupan masyarakat.
Kelima, dokumentasikan seluruh kegiatan dan administrasi secara tertib sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program.
Keenam, jadikan setiap temuan dan masukan dari Tim Wasev sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan TMMD pada masa mendatang.
Brigjen Yanto juga menekankan keberhasilan TMMD tidak mungkin dicapai oleh TNI sendiri. Diperlukan dukungan dan kerja sama yang kuat dari pemerintah daerah, Polri, instansi terkait, serta seluruh komponen masyarakat.
“Kepada pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan komitmen yang telah diberikan, baik dalam bentuk anggaran, personel, sarana prasarana, maupun dukungan kebijakan. Kepada masyarakat, saya juga menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong dan partisipasi aktif. TMMD bukan hanya program TNI, tetapi merupakan program bersama untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah,” katanya.
Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada seluruh personel Satgas untuk tetap menjaga semangat, disiplin, dedikasi, dan tanggung jawab.
“Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, kedepankan sikap humanis, serta tunjukkan bahwa TNI selalu hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai kesulitan rakyat,” tutupnya.

