TNI AL

Penguatan Nilai Spiritual, Personel Kodaeral lX Peringati Malam Nuzulul Qur’an 1447 H

Ambon- beritasumbernews.com

Guna menguatkan nilai-nilai spiritual dari kandungan Al Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup Kaum Muslimin, personel Komando Daerah TNl Angkatan Laut lX (Kodaeral lX) menggelar peringatan Nuzulul Qur’an pada malam ke-17 Ramadhan 1447 H di Mesjid Nurul Iman, Mako Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Maluku Jumat (6/3/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Komandan Kodaeral lX Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H, Wadan Kodaeral lX, Laksma TNl Dr. Muhammad Risahdi, para Pejabat Utama, Kepala Satuan Kerja, para perwira staf dan seluruh personel muslim Kodaeral lX.

Dalam kesempatan tersebut, Dankodaeral lX menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Peringatan Nuzulul Qur’an lanjutnya, juga menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali mengingat peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.

“Kami berharap melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini kita semua semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan kita,” ujarnya.

Dankodaeral IX mengajak seluruh personelnya untuk meningkatkan iman dan takwa, menjaga kerukunan, toleransi, serta ketertiban di lingkungan masing-masing agar kehidupan sosial tetap harmonis dan kondusif.

Sementara itu untuk untaian hikmah Nuzulul Qur’an disampaikan Perwira Rohani Islam Kodaeral lX, Letda Laut (KH) Maulana Ikhsan yang membahas tentang
Nuzulul Qur’an sebagai momentum pengampunan dosa, merenungi pedoman hidup, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meraih keberkahan malam istimewa seribu bulan. (Chey).

TNI AL

Tingkatkan Kompetensi Menyusun Dokumen Keuangan, Kodaeral lX Gelar Pelatihan Wabku

Ambon – beritasumbernews.com –

Guna meningkatkan kompetensi, akuntabilitas, dan keterampilan personel dalam menyusun dokumen keuangan dengan benar, Komando Daerah TNl Angkatan Laut lX (Kodaeral lX) menggelar pelatihan pembuatan dokumen pertanggungjawaban keuangan bagi personel satuan kerja yang dihelat di Rupata Mako Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Senin (2/3/2026).

Wakil Komandan Kodaeral lX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. membuka kegiatan yang dihadiri seluruh Pejabat Utama dan Kepala Satuan Kerja jajaran Kodaeral lX ini.

Sedikitnya 70 personel dari 35 satuan kerja jajaran Kodaeral lX dan tiga personel dari Gugus Tempur Laut Koarmada lll mengikuti pelatihan yang dipandu Kepala Keuangan Wilayah Kodaeral lX, Kepala Akuntansi Kodaeral lX dan personel Staf Perencanaan Kodaeral lX.

Wadan Kodaeral lX mengatakan Pelatihan Pembuatan Dokumen Pertanggungjawaban Keuangan ini, merupakan bagian dari pembinaan personel dan peningkatan profesionalisme untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan keuangan sesuai aturan yang berlaku.

“Pelatihan pertanggungjawaban keuangan adalah program untuk meningkatkan kompetensi dalam mengelola, menatausahakan, dan melaporkan keuangan secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi,” terangnya.

Pelatihan ini lanjutnya, menargetkan personel keuangan untuk meningkatkan kualitas pembuatan dokumen pertanggungjawaban keuangan disatuan jajaran Kodaeral lX.

Pelatihan yang bertujuan untuk mencegah kesalahan administratif dan memfasilitasi audit ini, diharapkan dapat menyamakan persepsi, membuka pengetahuan dan wawasan para personel pengawak tentang alur dan prosedur yang benar sesuai regulasi. (Chey).

Berita

Propam Polda Maluku Gelar Rakernis 2026, Tegaskan Peran Garda Terakhir Penjaga Marwah dan Integritas Institusi Polri

Ambon – beritasumbernews.com – Dalam rangka memperkuat profesionalisme serta soliditas pengawasan internal di tubuh Kepolisian, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2026, Selasa (3/3/2026), bertempat di Ruang Rapat Utama Lantai V Markas Polda Maluku.

Rakernis tahunan yang diselenggarakan oleh Bidang Propam Polda Maluku ini dibuka secara resmi oleh Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta, S.E., M.H., didampingi Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K., serta Kasubid Wabprof Kompol Jamaludin Malawat, S.H.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Kasi Propam Satker Polda Maluku dan Kasi Propam Polres jajaran, baik secara langsung maupun SECARA daring (melalui Zoom meeting), sebagai wujud keterpaduan sistem pengawasan internal dari tingkat Polda hingga Polres.

Dalam sambutannya, Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta menegaskan bahwa Propam memiliki peran strategis sebagai garda terakhir penjaga marwah dan integritas institusi Polri. Ia mengajak seluruh personel Propam untuk terus bekerja secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab, tanpa mengharapkan imbalan maupun pujian.

“Bekerja secara profesional adalah bekerja dengan ikhlas, melaksanakan setiap arahan pimpinan seberat apa pun tugasnya. Propam memiliki peran yang hampir serupa dengan fungsi pengawasan Itwasda, sehingga harus mengedepankan profesionalisme, soliditas, dan kepatuhan terhadap SOP internal Polri,” tegas Irwasda.

Ia juga menyampaikan apresiasi pimpinan Polda Maluku atas dedikasi dan kinerja jajaran Propam yang selama ini konsisten menjaga disiplin, etika, dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol Indera Gunawan dalam pengantarnya meminta seluruh peserta Rakernis agar mengikuti setiap materi dan arahan narasumber secara sungguh-sungguh. Menurutnya, Rakernis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan sinergi antar-personel Propam di seluruh wilayah Maluku.

“Melalui Rakernis ini, kami berharap terbangun kesamaan persepsi, peningkatan kapasitas, serta penguatan soliditas Propam Polda Maluku dan Polres jajaran dalam menjalankan fungsi pengawasan internal secara profesional dan presisi,” ujarnya.

Rakernis Bidang Propam Polda Maluku Tahun Anggaran 2026 berlangsung dengan lancar hingga selesai, serta diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan internal yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Pelaksanaan Rakernis Propam Polda Maluku ini menjadi cerminan komitmen institusi kepolisian dalam mengawal Transformasi Polri Presisi, khususnya pada aspek penguatan pengawasan internal dan penegakan disiplin anggota. Dengan Propam sebagai garda terakhir, profesionalisme dan integritas personel menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Polri. (**)

Berita

Perkuat Polri Presisi Berbasis Riset, Polda Maluku dan Universitas Pattimura Teken PKS dan Luncurkan Pusat Studi Kepolisian

Ambon – beritasumbernews.com – Kepolisian Daerah Maluku bersama Universitas Pattimura (Unpatti) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus meluncurkan Pusat Studi Kepolisian, Selasa (3/3/2026) pukul 14.00 WIT, bertempat di Kampus Universitas Pattimura, Ambon. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan dunia akademik.

Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Wakil Kepala Polda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., jajaran pejabat utama Polda Maluku, antara lain Karo SDM, Kabidhumas, Kabidkum, Ka SPN, serta Kabagkerma Biro Ops. Dari pihak universitas, hadir Rektor Universitas Pattimura beserta para Wakil Rektor dan jajaran pengelola kerja sama dan kehumasan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pattimura menyampaikan bahwa hubungan kelembagaan antara Unpatti dan Polda Maluku selama ini telah terjalin secara intens dan produktif. Kolaborasi tersebut meliputi berbagai kegiatan akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang mendukung tugas-tugas kepolisian.

Ia menegaskan, penandatanganan PKS ini menjadi tonggak legal formal kerja sama yang sebelumnya telah dibangun secara substantif. Kerja sama tersebut diwujudkan secara konkret melalui pembentukan “Police Corner” atau Pojok Kepolisian di lingkungan kampus sebagai ruang interaksi antara mahasiswa dan institusi Polri.

“Police Corner diharapkan menjadi pusat informasi layanan kepolisian, edukasi kamtibmas, rekrutmen Polri, hingga pencegahan narkotika dan tindak kriminal lainnya. Mahasiswa perlu melihat kepolisian sebagai mitra strategis, bukan institusi yang berjarak dari dunia akademik,” ujar Rektor.

Selain itu, pihak universitas juga berharap adanya dukungan pelatihan dan pembinaan dari Polda Maluku bagi petugas keamanan (security) kampus guna meningkatkan kemampuan deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan.

Sementara itu, Brigjen Pol. Imam Thobroni dalam sambutannya menyatakan bahwa penandatanganan PKS dan peluncuran Pusat Studi Kepolisian merupakan tonggak sejarah penting bagi Polda Maluku dalam membangun Polri yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan kepolisian ke depan semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, dinamika sosial lintas batas (borderless), hingga karakteristik geografis Maluku yang sekitar 97 persen wilayahnya merupakan lautan, sehingga menuntut pendekatan dan strategi penanganan yang berbasis riset dan data ilmiah.

“Keterbatasan personel, termasuk regulasi terbaru yang mensyaratkan penyidik minimal berpendidikan S1, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi,” ungkap Wakapolda.

Menurutnya, Polda Maluku sangat terbuka bagi mahasiswa dan akademisi yang ingin melakukan penelitian, magang, maupun kajian ilmiah terkait kepolisian dan isu sosial kemasyarakatan. Sinergi antara teori akademik dan praktik lapangan diyakini akan menjadi dapur pemikiran strategis dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Bumi Raja-raja.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan PKS dan pemotongan pita sebagai simbol resmi diluncurkannya Pusat Studi Kepolisian Universitas Pattimura. Serta peninjauan lokasi police corner yang berada di gedung perpustakaan universitas Pattimura.

Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi penguatan institusi Polri, pengembangan dunia pendidikan tinggi, serta peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Maluku.

Kolaborasi Polda Maluku dan Universitas Pattimura mencerminkan arah baru transformasi Polri Presisi yang semakin menempatkan ilmu pengetahuan, riset, dan pendekatan akademik sebagai fondasi kebijakan dan operasional kepolisian. Kehadiran Pusat Studi Kepolisian dan Police Corner di lingkungan kampus bukan hanya simbol kedekatan institusional, tetapi juga ruang strategis dalam membangun kepercayaan publik, khususnya generasi muda, terhadap Polri. Sinergi ini menjadi model kolaborasi ideal antara aparat penegak hukum dan perguruan tinggi dalam menjawab tantangan keamanan modern di wilayah kepulauan seperti Maluku. (**)

Berita

Kapolda Maluku Pimpin Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H, Tekankan Integritas dan Profesionalisme Personel Polri. 

Ambon – beritasumbernews.com – 

Kepolisian Daerah Maluku memperingati momentum spiritual penting umat Islam melalui kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., di Masjid At-Taqwa Polda Maluku, Tantui, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Iman, Taqwa dan Profesionalisme Guna Menguatkan Soliditas Dalam Mendukung Transformasi Polri Untuk Masyarakat” tersebut dihadiri Wakapolda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, Ustadz Fahrurozi Fakaubun, S.Pd., M.Si., serta personel satuan kerja Polda Maluku yang beragama Muslim.

Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi bagian dari pembinaan rohani dan mental bagi personel Polri, khususnya di lingkungan Polda Maluku, guna memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta integritas moral dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Aipda Meilani Lewenussa dari Ditlantas Polda Maluku, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bripda La Ode Mahmud Maliki dari Ditpolairud Polda Maluku serta saritilawah oleh Bripka Fitriana Rabul dari Ditpamobvit Polda Maluku.

Suasana khidmat terasa ketika lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di Masjid At-Taqwa, mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, termasuk dalam menjalankan tugas kepolisian yang sarat tanggung jawab moral.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku mengajak seluruh personel untuk menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum refleksi untuk semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan dan pengabdian sebagai anggota Polri.

“Kita harus menyadari bahwa setiap tugas yang kita lakukan sebagai anggota Polri merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan juga menjadi bagian dari amal yang kelak akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tegas Kapolda Maluku.

Kapolda menjelaskan bahwa tugas kepolisian secara fungsional adalah menjaga masyarakat agar dapat hidup dengan aman, tertib, dan sejahtera. Polisi hadir untuk menjaga peradaban, memastikan ketertiban sosial, serta mencegah berbagai tindakan yang merugikan masyarakat.

Menurutnya, tugas kepolisian bukan sekadar profesi, tetapi merupakan tugas kemanusiaan yang luhur, sebagaimana terkandung dalam doktrin Polri Rastra Sewakottama yang berarti abdi utama bagi nusa dan bangsa.

Kapolda juga menyoroti makna ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah “Iqra” atau membaca. Ia menegaskan bahwa makna membaca tidak hanya terbatas pada membaca teks, tetapi juga kemampuan membaca situasi sosial dan dinamika masyarakat.

Kemampuan tersebut, kata Kapolda, sangat penting bagi anggota Polri agar mampu memahami kondisi masyarakat secara komprehensif serta mengambil keputusan yang tepat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Selain itu, Kapolda menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh fasilitas maupun teknologi, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas, moralitas, serta semangat pengabdian.

Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan berbagai aspek kecerdasan yang harus dimiliki setiap anggota Polri, yakni kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), spiritual (SQ), serta kecerdasan teknologi untuk menjawab tantangan zaman.

Namun demikian, menurut Kapolda, di atas semua kecerdasan tersebut terdapat satu hal yang paling menentukan, yakni hati.

Kapolda mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa dalam diri manusia terdapat segumpal daging yang apabila baik maka baik pula seluruh perilakunya, dan apabila rusak maka rusak pula seluruh perilakunya, yaitu hati.

“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa membimbing langkah kita, memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas, serta menjadikan setiap amal perbuatan kita sebagai ibadah yang bernilai di sisi-Nya,” ujar Kapolda menutup sambutannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hikmah Nuzulul Qur’an oleh Ustadz Fahrurozi Fakaubun yang juga merupakan dosen Universitas Pattimura, serta ditutup dengan doa bersama.

Momentum Ramadhan ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai spiritual, integritas, serta profesionalisme personel Polri dalam mendukung transformasi Polri yang Presisi dan semakin dekat dengan masyarakat.

Peringatan Nuzulul Qur’an yang dilaksanakan Polda Maluku menunjukkan bahwa transformasi Polri tidak hanya berfokus pada aspek struktural dan teknologi, tetapi juga pada penguatan dimensi moral dan spiritual sumber daya manusia.

Dalam konteks organisasi kepolisian modern, integritas personel menjadi faktor penentu kepercayaan publik. Upaya pembinaan rohani seperti yang dilakukan Polda Maluku menjadi bagian penting dari strategi membangun karakter aparat yang profesional sekaligus humanis.

Pesan Kapolda Maluku tentang makna “Iqra” sebagai kemampuan membaca situasi sosial juga relevan dengan tantangan kepolisian masa kini. Polisi tidak hanya dituntut mampu menegakkan hukum, tetapi juga memahami dinamika masyarakat secara lebih luas.

Melalui penguatan iman, ketakwaan, serta integritas moral, diharapkan lahir personel Polri yang tidak hanya profesional dalam tugas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen pengabdian yang tinggi kepada masyarakat.

Momentum Ramadhan dan peringatan Nuzulul Qur’an di lingkungan Polda Maluku pun menjadi refleksi bahwa pelayanan kepolisian yang Presisi harus bertumpu pada kekuatan karakter, nilai spiritual, serta dedikasi terhadap kepentingan bangsa dan negara.

Berita

Dialog Publik di RRI Ambon: Polda Maluku dan Tokoh Lintas Agama Serukan Ramadan Damai, Perkuat Persatuan hingga Idul Fitri

Ambon – beritasumbernews.com – Kepolisian Daerah Maluku melalui Bidang Hubungan Masyarakat menggelar Dialog Publik Interaktif di RRI Ambon pada Jumat (6/3/2026) guna membahas upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri di wilayah Maluku.

Dialog yang disiarkan secara interaktif tersebut menghadirkan empat narasumber lintas sektor, yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Prof. Dr. Abdullah Latuapo, M.Ag, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Pdt. Richardo A. Rikumahua, akademisi dan pakar sosiologi Maluku Dr. Paulus Koritelu, S.Sos, serta Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.

Forum ini menjadi ruang dialog publik yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial di daerah yang dikenal memiliki keberagaman agama dan budaya yang kuat.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, dalam dialog tersebut, menyampaikan bahwa kepolisian telah meningkatkan langkah-langkah preventif melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama Ramadan.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat pada bulan suci—seperti pasar takjil, kegiatan sahur bersama, hingga mobilitas di pusat perbelanjaan—memerlukan pengamanan ekstra dari aparat.

“Pada bulan Ramadan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat yang tidak terjadi di bulan lainnya, seperti penjualan takjil, kegiatan sahur bersama hingga mobilitas di pusat perbelanjaan. Situasi ini tentu memiliki potensi kerawanan sehingga Polda Maluku melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan melalui patroli di wilayah rawan, pengamanan tempat ibadah, serta pengaturan lalu lintas agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, patroli dan pengawasan juga difokuskan pada lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, termasuk wilayah yang rawan peredaran minuman keras.

“Wilayah Maluku memiliki sensitivitas sosial tertentu sehingga pendekatan pencegahan menjadi prioritas kami. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan bersama aparat kepolisian,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rositah juga menjelaskan bahwa Polda Maluku terus mengembangkan pendekatan sosial melalui program Baileo Emarina – Rumah Bersama serta Polima (Polisi Lingkungan Masyarakat).

Program ini bertujuan memperkuat peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam menyelesaikan persoalan sosial secara dialogis di tingkat komunitas.

“Melalui program Baileo Emarina dan Polima, kami mengedepankan peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam penyelesaian masalah di tengah masyarakat. Tidak semua persoalan harus berakhir di pengadilan. Pendekatan dialog dan musyawarah sering kali menjadi solusi terbaik bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Polda Maluku juga melakukan sosialisasi kepada orang tua terkait peran penting keluarga dalam membina generasi muda.

“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan membina anak-anak. Jika pengawasan keluarga kuat, maka potensi konflik sosial yang melibatkan generasi muda dapat diminimalkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Maluku Prof. Dr. Abdullah Latuapo, M.Ag menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum spiritual yang mendorong umat untuk memperkuat akhlak dan toleransi.

Menurutnya, para tokoh agama di Maluku secara aktif turun ke masyarakat untuk menyampaikan pesan perdamaian dan memperkuat nilai kebersamaan.

“Puasa adalah madrasah bagi umat Islam untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan ketakwaan. Dalam kehidupan sosial, yang paling utama adalah akhlak yang baik, karena agama hadir untuk memanusiakan manusia,” kata Latuapo.

Ia juga mengingatkan bahwa pembinaan generasi muda harus dimulai dari lingkungan keluarga.

“Kami mengimbau para orang tua agar membina dan mengawasi anak-anak dengan baik, terutama di era media sosial saat ini. Karakter generasi muda yang baik berawal dari pendidikan dan teladan di dalam keluarga,” ujarnya.

Senada dengan pernyataan Ketua MUI Maluku, Wakil Ketua I FKUB Maluku Pdt. Richardo A. Rikumahua, S.Th, M.Si, menyebut bahwa Ramadan di Maluku telah menjadi momentum kebersamaan lintas agama.

Ia menilai tradisi buka puasa bersama hingga kegiatan sosial lintas komunitas menjadi simbol harmoni masyarakat Maluku.

“Ramadan di Maluku sudah menjadi milik bersama. Banyak kegiatan yang melibatkan lintas agama, seperti buka puasa bersama dan kegiatan sosial lainnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Maluku semakin matang dalam menjaga toleransi,” ujarnya.

Rikumahua juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Maluku yang dinilai konsisten menjaga keamanan wilayah.

“Kami mengapresiasi kerja keras Polda Maluku dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kehadiran kepolisian yang responsif sangat membantu menjaga stabilitas sosial di daerah ini,” katanya.

Sementara itu, akademisi Maluku Dr. Paulus Koritelu menilai tingkat kedewasaan sosial masyarakat Maluku saat ini semakin meningkat.

Ia melihat masyarakat tidak lagi mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan, terutama di media sosial.

“Kesadaran masyarakat Maluku saat ini sudah semakin baik. Kita melihat beberapa informasi yang menyesatkan dapat langsung ditangkal oleh masyarakat sendiri. Ini menunjukkan bahwa pola pikir masyarakat semakin dewasa,” ujarnya.

Koritelu menekankan pentingnya edukasi toleransi secara berkelanjutan, terutama bagi generasi muda.

“Damai dan konflik ibarat dua sisi mata uang. Karena itu pendidikan toleransi harus terus dilakukan, tidak hanya pada momentum Ramadan tetapi secara berkelanjutan kepada generasi muda,” jelasnya.

Dialog publik yang digelar Polda Maluku di RRI Ambon mencerminkan pendekatan keamanan modern yang menempatkan kolaborasi sosial sebagai pilar utama stabilitas nasional.

Dalam konteks Indonesia sebagai negara multikultural, pengalaman Maluku yang pernah menghadapi konflik sosial menjadi pelajaran penting bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui dialog, toleransi, dan penguatan nilai-nilai kemasyarakatan.

Sinergi antara Polri, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat sipil yang ditunjukkan dalam forum ini memperlihatkan model pencegahan konflik berbasis partisipasi masyarakat yang sejalan dengan konsep Polri Presisi.

Jika pendekatan ini terus diperkuat, Maluku tidak hanya akan dikenal sebagai wilayah yang aman dan toleran, tetapi juga dapat menjadi model nasional pengelolaan keberagaman dan stabilitas sosial di Indonesia.

Momentum Ramadan pun menjadi pengingat bahwa kedamaian sosial bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. (**)

Berita

Polda Maluku Musnahkan 5.856 Liter Sopi, Tekan Miras Pemicu Konflik Sosial

Ambon – beritasumbernews.com – Komitmen memperkuat stabilitas keamanan dan menekan potensi konflik sosial terus dilakukan jajaran Polda Maluku. Dalam rangkaian Operasi Pekat Salawaku dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), aparat kepolisian memusnahkan ribuan liter minuman keras tradisional jenis sopi yang dinilai menjadi salah satu pemicu gangguan keamanan di masyarakat.

Pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku Dadang Hartanto di Lapangan Tahapary, Tantui, Ambon, Jumat (6/3/2026).

Sebanyak 5.856 liter sopi dimusnahkan dalam kegiatan tersebut. Barang bukti itu merupakan hasil sitaan aparat kepolisian dari berbagai operasi penertiban di wilayah Maluku.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi program Polri Presisi dalam memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan yang kerap dipicu oleh konsumsi minuman keras.

Kapolda Maluku menegaskan bahwa minuman keras masih menjadi salah satu faktor utama yang memicu berbagai gangguan kamtibmas di wilayah Maluku, mulai dari perkelahian, kecelakaan lalu lintas hingga konflik sosial antar kelompok masyarakat.

“Minuman keras sering menjadi pemicu utama gangguan kamtibmas. Banyak konflik bermula dari individu yang mabuk, lalu berkembang menjadi konflik kelompok bahkan antar kampung,” ujar Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto.

Karena itu, Polda Maluku berkomitmen untuk terus melakukan penindakan terhadap peredaran miras ilegal guna menjaga stabilitas keamanan di daerah.

Berdasarkan laporan Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K., M.H, dari total 5.856 liter sopi yang dimusnahkan, terdiri dari:

1.665 liter hasil sitaan Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku

4.191 liter hasil sitaan Polresta Pulau Ambon dan P.P.Lease

Sementara dalam keseluruhan rangkaian Operasi Pekat Salawaku 2026 dan KRYD, Polda Maluku dan 11 Polres/ta jajaran, berhasil mengamankan 15.103 liter sopi dari berbagai lokasi di wilayah Maluku.

Sebagian barang bukti bahkan telah dimusnahkan langsung di lokasi penemuan, terutama minuman keras yang dikemas dalam plastik atau kemasan kecil siap konsumsi yang ditemukan saat razia berlangsung.

Menurut Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si, dalam sambutannya “Jika diasumsikan satu liter sopi dapat dikonsumsi dua orang hingga mabuk, maka dari total 15.103 liter sopi yang berhasil diamankan, diperkirakan sekitar 30.000 orang dapat terhindar dari dampak konsumsi alkohol tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menekan potensi gangguan keamanan di masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan pemusnahan secara simbolis, di mana Kapolda bersama jajaran Forkopimda menuangkan miras sopi ke dalam kolam pemusnahan yang telah disediakan. Selanjutnya dilakukan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan oleh Kapolda Maluku, Sekda Maluku, Kapok Sahli Pangdam XV/Pattimura, Kepala Bakamla Maluku, serta pejabat instansi terkait lainnya sebagai bentuk legalitas formil atas pemusnahan barang sitaan tersebut.

Pemusnahan ribuan liter sopi oleh Polda Maluku mencerminkan pendekatan Polri Presisi yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pencegahan konflik sosial.

Dalam konteks Maluku yang memiliki dinamika sosial yang sensitif, minuman keras sering kali menjadi faktor pemicu eskalasi konflik. Konsumsi alkohol yang tidak terkendali dapat dengan cepat memicu gesekan antar individu yang kemudian berkembang menjadi konflik kelompok.

Karena itu, operasi kepolisian yang berhasil mengamankan lebih dari 15 ribu liter sopi memiliki dampak strategis dalam menekan potensi gangguan keamanan.

Namun, penanganan persoalan miras juga memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi masyarakat, penguatan regulasi daerah, serta keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Sinergi tersebut menjadi kunci untuk memastikan stabilitas keamanan di Maluku tetap terjaga secara berkelanjutan. (**)

POLDA MALUKU

Hangatnya Ramadan di Balik Jeruji, Dit Tahti Polda Maluku Buka Puasa Bersama Warga Binaan

Ambon – beritasumbernews.com– Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Maluku menggelar kegiatan buka puasa bersama antara keluarga besar Dit Tahti dan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Dit Tahti Polda Maluku, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna sebagai wujud kebersamaan, kepedulian sosial, sekaligus penguatan nilai toleransi antarumat beragama.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Rutan Dit Tahti Polda Maluku itu dihadiri oleh Pelaksana Tugas Direktur Tahti Polda Maluku AKBP Yamy Reawaruw, S.E., Kabid Dokkes Polda Maluku Kombes Pol dr. M. Faizal Zulkarnaen, MH., Sp.F., serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon yang diwakili Kasi Bimbingan Masyarakat Islam H. Saradju Kilret, S.Ag.

Turut hadir Kabag Psikologi Biro SDM Polda Maluku Kompol Thukul Dwi Handayani, M.Psi., Psi., serta sejumlah tokoh agama lintas denominasi, antara lain perwakilan Klasis GPM Efrata Pandan Kasturi yang diwakili Pendeta Itje Touisuta, S.Th., Gembala GBI Rock Amstrong Tollo, serta Gembala Persekutuan Kristen Oikumene Ambon Alex Kapressy bersama istri.

Kegiatan ini juga melibatkan para penyuluh agama Islam dan Kristen dari Kementerian Agama Kota Ambon, personel Dit Tahti Polda Maluku, serta 12 orang warga binaan yang terdiri dari pemeluk agama Islam dan Kristen.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Plt. Dir Tahti Polda Maluku serta perwakilan Kementerian Agama Kota Ambon. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan tali asih kepada sejumlah pihak yang membutuhkan.

Penerima tali asih antara lain personel Tahti yang tengah menderita sakit menahun, anak dari almarhum Iptu Okto Momamy, anak dari almarhum Aipda P. Siahaya, masyarakat yang terdiri dari janda dan anak yatim piatu, serta para tahanan Muslim di Rutan Dit Tahti Polda Maluku.

Plt. Dir Tahti Polda Maluku AKBP Yamy Reawaruw dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi momentum berbuka puasa bersama, tetapi juga sarana memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di lingkungan kepolisian.

“Kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian kami, baik kepada anggota, keluarga besar Polri, masyarakat, maupun kepada warga binaan. Momentum Ramadan mengajarkan kita untuk saling berbagi, memperkuat iman, serta menjaga nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembinaan terhadap warga binaan tidak hanya dilakukan melalui aspek keamanan, tetapi juga pendekatan spiritual dan kemanusiaan agar mereka dapat menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.

“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, para warga binaan dapat merasakan perhatian dan pembinaan yang bersifat humanis sehingga dapat memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kota Ambon H. Saradju Kilret menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dit Tahti Polda Maluku yang menghadirkan ruang kebersamaan lintas agama di dalam lingkungan rumah tahanan.

Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan semangat toleransi dan persaudaraan yang menjadi nilai penting dalam kehidupan masyarakat Maluku.

“Kebersamaan seperti ini sangat penting karena menunjukkan bahwa nilai toleransi, persaudaraan, dan kepedulian sosial tetap hidup dan dijaga, bahkan di dalam lingkungan rumah tahanan,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh penyuluh agama Islam dari Kementerian Agama Kota Ambon, yang menekankan pentingnya meningkatkan keimanan, kesabaran, serta memperbaiki diri selama bulan suci Ramadan.

Memasuki waktu berbuka, seluruh peserta kegiatan mengikuti buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan shalat berjamaah, ramah tamah, serta sesi foto bersama.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara aparat kepolisian, tokoh agama, masyarakat, serta warga binaan.

Momentum buka puasa bersama ini sekaligus menjadi simbol kuatnya budaya toleransi yang telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Maluku, di mana nilai persaudaraan dan kebersamaan terus dijaga meskipun berada dalam latar belakang yang berbeda. (**)

Berita

Polisi Tetapkan Tersangka Penganiayaan di Rumatig

Ambon – beritasumbernews.com – 
Satuan Reserse Kriminal Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bersama Polsek Teluk Ambon berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penganiayaan berupa penikaman yang terjadi di kawasan Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kompol Androyuan Elim, S.I.K., M.H., didampingi Kanit Buser Iptu Aditya Rahmanda, S.Tr.K., M.H., mengatakan pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka berinisial MRM dalam kasus tersebut.
Korban dalam peristiwa ini adalah DHL yang mengalami luka tusuk dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUP Leimena Ambon.

Kasus ini dilaporkan melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/14/II/2026/SPKT/Sek Teluk Ambon/Polresta Ambon/Polda Maluku tertanggal 27 Februari 2026. Tersangka dijerat dengan Pasal 466 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan/atau Pasal 466 ayat (1) KUHP dengan ancaman dua tahun enam bulan penjara atau denda.
Peristiwa tersebut bermula dari rapat Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) di Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Dalam rapat tersebut terjadi perdebatan antara kelompok mahasiswa yang pro dan kontra terhadap kegiatan yang dibahas.
Perdebatan kemudian memicu keributan yang berujung pada aksi saling pukul di area parkiran Gedung B Fakultas Ekonomi. Keributan itu kemudian berlanjut hingga di luar area kampus di wilayah Rumah Tiga.

Tersangka MRM yang saat itu berada di kamar kosnya mendapat informasi bahwa saudaranya dipukul oleh salah satu kelompok mahasiswa. Mendengar kabar tersebut, tersangka mengambil sebilah pisau dapur dari kamar kosnya di kawasan Poka Pemda III dan menuju kampus menggunakan sepeda motor.
Sesaat setelah berada di samping Alfamidi Rumah Tiga, tersangka mengira kelompok tersebut adalah pihak yang telah memukul saudaranya, sehingga tersangka kemudian menikam korban DHL sebanyak dua kali menggunakan pisau dapur.

Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dan pinggang kiri.
Aparat kepolisian Polresta Ambon dan Polsek Teluk Ambon bergerak cepat langsung melakukan penyelidikan.
Anggota Buser Polresta Ambon langsung menangkap Tangkap Tersangka di Kos-Kosannya.

Polisi berhasil mengamankan tersangka MRM tanpa perlawanan pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIT di lokasi kos-kosannya di kawasan Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan. Setelah diamankan, tersangka langsung dibawa oleh penyidik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mengakui perbuatannya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, penyidik baru menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus penikaman tersebut. Sementara sejumlah pihak lain yang berada di lokasi kejadian masih berstatus sebagai saksi dan terus dimintai keterangan.
Periksa 18 Saksi
Kasat reskrim juga menjelaskan, dalam kasus ini pula, polisi telah memeriksa 18 orang saksi, termasuk tiga orang yang melihat langsung kejadian tersebut.
Selain itu, polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV serta video dari masyarakat sekitar.

Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman video, pakaian korban, dan pakaian tersangka serta pisau yang dipakai untuk menganiaya korban.
Setelah dilakukan gelar perkara, polisi kemudian menetapkan MRM sebagai tersangka, sekaligus melakukan penangkapan dan penahanan terhadap yang bersangkutan.

Polisi juga mengungkap bahwa setelah kejadian, tersangka sempat mengakui perbuatannya kepada seorang saksi yang kemudian membantu membuang pisau yang digunakan ke belakang pagar FKIP Universitas Pattimura Ambon.
Saat ini penyidik masih terus mendalami kasus tersebut. (Chey)

Berita

Jelang Idul Fitri 2026, Gubernur Maluku Terima Silaturahmi Yayasan Al-Fatah, Perkuat Semangat Orang Basudara

Ambon – beritasumbernews.com –Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Gubernur Maluku menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Yayasan Al-Fatah di Ruang Rapat Gubernur Maluku, Jumat (6/03/2026).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, serta Ketua dan jajaran pengurus Yayasan Al-Fatah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Fatah menyampaikan bahwa pertemuan ini juga membahas kesiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang direncanakan berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon.

Momentum Idul Fitri diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga sarana mempererat kehidupan orang basudara di Maluku.

Selain itu, pihak yayasan juga menyampaikan pesan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum penuh berkah untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan membawa seruan damai untuk semakin merekatkan kehidupan orang basudara serta memperkuat solidaritas sosial antar sesama anak bangsa. Kami berharap puncak perayaan Idul Fitri, termasuk malam takbiran, dapat berlangsung dengan suasana yang syahdu, khusyuk, dan penuh kedamaian,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Fatah.

Sementara itu, Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Al-Fatah atas berbagai program keagamaan yang selama ini dijalankan serta dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Al-Fatah yang telah membantu Pemerintah Provinsi Maluku. Saya juga sangat mengapresiasi berbagai program keagamaan yang dimiliki yayasan, dan semoga semuanya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga berharap kunjungan silaturahmi tersebut dapat semakin mempererat hubungan persaudaraan serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat Maluku.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga nilai persaudaraan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Maluku. (Chey)

[instagram-feed]