TNI AL

Pererat Sinergitas, Kodaeral lX dan Jajaran Kejaksaan Maluku Latihan Menembak Bersama

Ambon – beritasumbernews.com – 

Guna mempererat sinergitas antar institusi, Komando Daerah Angkatan Laut lX (Kodaeral IX) dan jajaran Kejaksaan Maluku, yakni Kejaksaan Tinggi Maluku dan Kejaksaan Negeri Ambon melaksakan Latihan Menembak bersama yang digelar di Kodaeral lX Shooting Range, Halong, Kota Ambon, Maluku, Jumat (30/1/2026).

Hadir dalam keaempatan tersebut Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H, Wadan Kodaeral IX, Laksma TNl Dr. Muhammad Risahdi, Asintel Dankodaeral IX, Koorsmin Kodaeral IX, Dansathantai Kodaeral IX, Ir Opslat It Kodaeral IX, Dandenma Kodaeral IX, Kadiskum Kodaeral IX dan Kadister Kodaeral IX.

Sedangkan jajaran Kejaksaan Maluku yang hadir antara lain Kajari Ambon, Aspidmil Kajati Maluku, Aspidsus Kajati Maluku, Asisten Pemulihan Aset, para Kasi dan staf Kejati Maluku dan para Kasi dan staf Kejari Ambon.

Komandan Kodaeral IX menerima kunjungan resmi dari para pejabat jajaran Kejaksaan Tinggi Maluku. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dilanjutkan dengan kegiatan Latihan Menembak Pistol Bersama yang bertempat di Lapangan Tembak Pistol Kodaeral IX.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang asah kemahiran menembak, namun juga menjadi momentum penting untuk membangun sinergitas dan komunikasi yang lebih solid antara jajaran Kodaeral IX dengan Kejaksaan Tinggi Maluku dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi.

Kegiatan latihan menembak ini difokuskan pada penggunaan senjata api jenis pistol, di mana para jaksa diajak untuk memahami teknik dasar menembak di bawah arahan instruktur profesional dari Kodaeral IX.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesepahaman dan kolaborasi yang lebih baik dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas di wilayah Maluku, khususnya yang berkaitan dengan aspek hukum dan keamanan.

“Latihan bersama ini adalah simbol bahwa kita memiliki bidikan yang sama dalam mengawal hukum dan kedaulatan di Maluku. Melalui interaksi di lapangan tembak, kita luruhkan sekat-sekat birokrasi agar koordinasi di lapangan ke depan semakin taktis dan harmonis,” ujar Komandan Kodaeral IX.

Pihak Kejaksaan yang hadir, termasuk jajaran Kejati Maluku dan Kejari Ambon, memberikan apresiasi tinggi atas sambutan hangat dan fasilitas yang diberikan oleh Kodaeral IX.

Jajaran Kejaksaan Maluku diwakili Kejari Ambon mengungkapkan bahwa pengalaman ini memberikan perspektif baru mengenai kedisiplinan dan konsentrasi.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Komandan Kodaeral IX beserta jajaran atas kesempatan dan ilmu menembak yang diberikan. Sinergi ini sangat berarti bagi kami dalam memperkuat hubungan kerja sama penegakan hukum di Maluku,” pungkasnya. (Chey).

TNI AL

Kodaeral IX Tingkatkan Kesiapsiagaan Melalui Latihan Teknis dan Taktis Keamanan Pesisir

http://Kodaeral IX Ambon

Ambon – beritasumbernews.com – Memasuki hari keempat pelaksanaan Minggu Militer pada Kamis, (29/1/2026), Komando Daerah TNI Angkatan Laut IX (Kodaeral IX) memberikan materi Latihan Teknis dan Taktis Keamanan Pesisir kepada prajuritnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan satuan untuk memastikan setiap personel memiliki kesiapan tinggi dalam menghadapi dinamika ancaman di wilayah pesisir dan lingkungan pangkalan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosedur tetap (Protap) berupa proses pemuatan senjata yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kelengkapan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh peralatan peralatan dan personel dalam kondisi siap operasional sebelum memulai simulasi lapangan.

Usai Apel Pagi, prajurit Kodaeral IX melaksanakan senam senjata yang dilanjutkan dengan simulasi patroli perimeter, materi ditekankan pada deteksi jalan pendekat serta orientasi pengamanan strategi jalur-jalur di wilayah Mako untuk memperkuat sistem keamanan internal pangkalan.

Selain aspek fisik, latihan ini juga menguji kemampuan teknis melalui latihan komunikasi radio/HT dan penggunaan sandi militer. Personel juga dibekali pemahaman mengenai latihan rotasi serta sirkulasi jaga steeling guna menjamin kesinambungan penjagaan di titik-titik rawan secara efektif dan terorganisir.

Sebagai tahap akhir, dilaksanakan latihan prosedur keadaan darurat untuk menguji kecepatan dan ketepatan serta mengukur pengambilan keputusan seluruh personel saat terjadi situasi kontinjensi.

Seluruh rangkaian kegiatan di hari keempat ini ditutup dengan senam senjata, sebagai bentuk pemeliharaan kebugaran dan disiplin prajurit dalam mendukung tugas pokok Kodaeral IX dan menjaga keamanan NKRI. (Chey).

Berita

Seleksi PKP 2026, Dua ASN Polda Maluku Jalani Tes CAT Psikologi

Ambon – beritasumbernews.com – Dua Aparat Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Polda Maluku menjalani tes Computer Assisted Test (CAT) Psikologi, dalam rangka Seleksi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Tahun 2026.

Tes CAT Psikologi dilaksanakan Panitia Daerah Polda Maluku di ruang assesmen Biro Sumber Daya Manusia (SDM), Markas Polda Maluku, Kamis (291/2026).

Hadir dalam kegiatan Kepala Biro SDM Polda Maluku selaku Ketua Pelaksana Seleksi Panda Polda Maluku dan Kabid TIK Polda Maluku. Turut hadir tim pengawas internal dari Itwasda, Paminal dan Provos Bid Propam Polda Maluku.

Dua ASN yang mengikuti seleksi untuk mengembangkan kompetensi manajerial dalam mengendalikan kegiatan pelayanan publik ini berasal dari golongan kepangkatan IIIB dan IIIC.

“Hari ini dilaksanakan seleksi PKP Tahun 2026. Ada dua ASN Polda Maluku dengan golongan pangkat IIIB dan IIIC menjalani tes CAT psikologi,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.

Seleksi PKP sendiri, kata Kombes Rositah penting diikuti ASN Polda Maluku untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan melayani, akuntabilitas, dan pengendalian pekerjaan sesuai standar operasional.

“Kami berharap kedua peserta yang ikut dapat menjalani semua tahapan seleksi dengan baik dan dengan hasil yang maksimal,” harapnya. (**)

Berita

Wagub Maluku Hadiri Wisuda Universitas Pattimura, Tegaskan Peran Kampus sebagai Penggerak Pendidikan, Ekonomi, dan Kedamaian

Ambon– beritasumbernews.com – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menghadiri Wisuda Universitas Pattimura (UNPATTI) yang berlangsung di Ambon. Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi atas peran perguruan tinggi di Maluku yang secara konsisten melahirkan generasi muda dengan tingkat kecerdasan dan intelektualitas yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Rabu (28/01/2026)

“Setiap tahun perguruan tinggi di Maluku, termasuk Universitas Pattimura, terus melahirkan generasi muda dengan tingkat kecerdasan dan intelektualitas yang semakin baik,” ujar Vanath

Wagub menuturkan, wisuda UNPATTI merupakan momen yang membanggakan, tidak hanya bagi para wisudawan, tetapi juga bagi orang tua dan keluarga. Para lulusan UNPATTI berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku, mulai dari Pulau Seram, Kepulauan Tenggara, Pulau Buru, hingga wilayah lainnya, yang mencerminkan pemerataan akses pendidikan tinggi di Provinsi Maluku.

Pada Wisuda Universitas Pattimura Periode Januari 2026 ini, sebanyak 1.340 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Pattimura Nomor 2469/UM13/SK/2025 tentang Wisuda Sarjana, Profesi, dan Magister Universitas Pattimura Periode Januari 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 958 lulusan Program Sarjana, 304 lulusan Profesi Guru, dan 78 lulusan Program Magister.

Dalam kesempatan tersebut, Abdullah Vanath menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi di Maluku terus meningkat. Menurutnya, kampus kini tidak lagi dipandang semata sebagai tempat mencetak sumber daya manusia, tetapi juga memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi daerah.

“Masyarakat Maluku kini menilai kampus bukan sekadar mesin pencetak sumber daya manusia, tetapi juga sebagai mesin penggerak ekonomi dan mesin penggerak kedamaian,” tegasnya.

Selain peran akademik dan sosial, Wagub juga menyoroti kontribusi ekonomi Universitas Pattimura bagi Kota Ambon dan Maluku secara keseluruhan. Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai sekitar 30 ribu orang, aktivitas kampus memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi di masyarakat.

“Dengan sekitar 30 ribu mahasiswa Universitas Pattimura, terdapat perputaran uang puluhan miliar rupiah setiap bulan yang mengalir ke masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah,” jelas Vanath.

Lebih lanjut, Wagub mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Maluku. Ia menekankan bahwa stabilitas daerah menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya di Maluku, sekaligus menopang keberlanjutan dunia pendidikan.

“Orang tua hanya akan menyekolahkan anaknya di daerah yang aman. Karena itu, menjaga keamanan dan kedamaian Maluku adalah kunci agar kampus-kampus kita terus berkembang,” ungkapnya.

Abdullah Vanath juga menekankan bahwa pendidikan tinggi merupakan jalan bagi anak-anak Maluku dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak petani, nelayan, dan masyarakat kecil, untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan.

“Hari ini yang diwisuda bukan hanya anak-anak pejabat, tetapi juga anak-anak petani, nelayan, dan masyarakat kecil. Pendidikan adalah jalan utama untuk mencerdaskan generasi Maluku,” tutupnya.

Wisuda Universitas Pattimura Periode Januari 2026 ini turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku yang juga Ketua IKAPATTI, Wali Kota Ambon dan Ketua TP PKK Kota Ambon, serta Civitas Akademika Universitas Pattimura Ambon. (Chey)

Berita

Wagub Maluku Tekankan Urgensi Undang-Undang Kepulauan demi Keadilan Fiskal dan Kedaulatan Maritim

Ambon – beritasumbernews.com – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan pentingnya segera menghadirkan Undang-Undang Kepulauan sebagai landasan hukum yang adil bagi provinsi-provinsi berciri kepulauan, khususnya Maluku, dalam pengelolaan wilayah laut dan distribusi anggaran negara. Penegasan tersebut disampaikan Wagub saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Urgensi Undang-Undang Kepulauan dengan tema “Mewujudkan Kesejahteraan dan Kedaulatan Maritim Maluku sebagai Provinsi Kepulauan” yang digagas oleh Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia (LKPHI), Bertempat di Lantai 4 Hotel Grand Avira. Rabu (28/01/2026)

Dalam sambutannya, Vanath menjelaskan bahwa sejak Deklarasi Djuanda, Indonesia telah diakui sebagai negara kepulauan, namun hingga kini kebijakan fiskal nasional belum sepenuhnya mencerminkan karakter tersebut.

“Maluku ini 93 persen wilayahnya adalah laut, tetapi dalam perhitungan dana alokasi umum yang dihitung hanya daratannya yang sekitar 7 persen. Ini yang membuat daerah kepulauan selalu tertinggal secara fiskal,” tegasnya

Vanath menilai, ketimpangan tersebut berdampak langsung pada tingginya biaya logistik, mahalnya harga kebutuhan pokok, serta lambannya pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.

“Ikan di pulau-pulau kita murah, tetapi ketika sampai di Ambon menjadi mahal karena rantai pasoknya panjang dan mahal. Ini persoalan struktural yang tidak bisa diselesaikan tanpa perubahan kebijakan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Vanath menekankan bahwa Undang-Undang Kepulauan tidak hanya soal pengakuan wilayah laut, tetapi juga menyangkut keadilan fiskal, pembangunan infrastruktur maritim, serta penguatan ekonomi berbasis sumber daya kelautan dan perikanan.

“Kalau wilayah laut dihitung sebagai ruang fiskal, maka penerimaan daerah dari sektor kelautan dan perikanan akan jauh lebih adil. Itu akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Vanath juga mengingatkan bahwa perjuangan Undang-Undang Kepulauan merupakan perjuangan politik yang membutuhkan konsolidasi dan keberanian.

“Undang-undang itu produk politik. Karena itu harus diperjuangkan secara bersama-sama, dengan konsolidasi kekuatan daerah kepulauan agar suara kita tidak kalah di tingkat nasional,” Ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wagub mengapresiasi peran generasi muda dan kalangan akademisi yang terus mendorong diskursus kebijakan strategis bagi masa depan Maluku.

“Saya senang anak-anak muda Maluku mengambil peran dalam forum seperti ini. Maluku tidak kekurangan potensi, yang kita butuhkan adalah gagasan, keberanian, dan konsistensi untuk memperjuangkannya,”tutup Vanath.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan FGD tersebut, diskusi diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret yang dapat menjadi bahan advokasi bersama Pemerintah Daerah, Akademisi, dan pemangku kepentingan terkait dalam mendorong percepatan lahirnya Undang-Undang Kepulauan. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan terwujudnya keadilan fiskal, penguatan kedaulatan maritim, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi-Provinsi kepulauan, khususnya Maluku. (Chey)

Berita

Makan Patita Jadi Simbol Rekonsiliasi, Gubernur Maluku Tegaskan Perdamaian Negeri Liang

Maluku Tengah – beritasumbernews. com –  Dalam rangka memperkuat rekonsiliasi dan perdamaian antar anak negeri, Gubernur Maluku menghadiri kegiatan Makan Patita bersama masyarakat Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (29/01/2026).

Kegiatan Makan Patita ini menjadi simbol kuat rekonsiliasi perdamaian yang ditandai dengan penyembelihan satu ekor kambing, sebagai bentuk sumpah adat seluruh anak Negeri Liang agar konflik yang pernah terjadi tidak terulang kembali. Prosesi adat tersebut juga dimaknai sebagai komitmen bersama, di mana setiap pelanggaran terhadap sumpah perdamaian diyakini akan mendapatkan sanksi adat dan kutukan dari para leluhur.
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan momentum penting bagi masyarakat Negeri Liang untuk kembali mempererat persaudaraan.

“Pertemuan hari ini adalah momentum pembuktian bahwa kasih sayang, persaudaraan, dan keinginan untuk hidup damai jauh lebih kuat daripada amarah yang sempat memisahkan kita. Saya merasa bangga bisa hadir pada acara Makan Patita ini,” ujar Gubernur.

Gubernur menyampaikan, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, pihaknya menyambut baik pelaksanaan Makan Patita sebagai wujud memperkokoh semangat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat. Nilai-nilai orang basudara dan pela gandong yang hidup dalam tradisi Makan Patita diharapkan terus diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Kesempatan ini harus dimaknai sebagai wujud keterlibatan bersama dan introspeksi terhadap berbagai bentuk interaksi sosial, baik dengan sesama manusia maupun lingkungan, khususnya di Negeri Liang yang sama-sama kita cintai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa konflik dan pertikaian hanya akan meninggalkan luka, baik secara fisik, materi, maupun psikologis. Terjebak dalam dendam, menurutnya, hanya akan merugikan masa depan generasi mendatang.
“Tidak ada pemenang dalam sebuah konflik. Yang ada hanyalah kehilangan,” tegas Gubernur.

Ia juga menekankan bahwa ukhuwah atau persaudaraan merupakan modal dasar untuk saling menghidupi dan membangun Maluku secara bersama-sama. Gubernur mengutip ungkapan luhur orang Maluku, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, serta sagu salempeng di patah dua, sebagai spirit kebersamaan sejati orang basudara.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh warga Negeri Liang, mari katong jaga Maluku bae-bae. Siapa lagi yang mau bangun Maluku kalau bukan ale dengan beta,” ajaknya.
Sebagai penutup, Gubernur mengutip sebuah kalimat bijak, “Perdamaian tidak ditemukan dengan ketiadaan masalah, tetapi dengan kehadiran kemauan untuk menyelesaikannya bersama.”

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Bupati Maluku Tengah, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Raja Negeri Liang, serta seluruh masyarakat yang telah bersungguh-sungguh mewujudkan rekonsiliasi perdamaian melalui Makan Patita.

Turut hadir mendampingi Gubernur Maluku dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD Provinsi Maluku, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura atau yang mewakili, Bupati Maluku Tengah beserta Ibu, Ketua MUI Provinsi Maluku, Camat Salahutu beserta jajaran, Raja Negeri Liang, para Raja se-Jazirah, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat. (Chey)

Uncategorized

Polda Maluku akan Gelar Operasi Keselamatan Salawaku 2026

Ambon – beritasumbernews.com – Kepolisian Daerah Maluku akan menggelar Operasi Keselamatan Salawaku Tahun 2026.

Sebelum operasi kemanusiaan tersebut berlangsung, Polda Maluku terlebih dahulu melaksanakan Pelatihan Pra Operasi yang dihelat di Rupatama Markas Polda Maluku, Kamis (29/1/2026).

Latihan Pra Operasi Keselamatan Salawaku 2026 dibuka oleh Karo Ops Polda Maluku, Kombes Pol Ronald Refli Rumondor S.I.K, didampingi Direktur Lalulintas Polda Maluku.

Seluruh personel Polda Maluku yang dikerahkan pada setiap satuan kerja diingatkan untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai tupoksinya dengan baik.

Karo Ops juga menekankan agar target operasi untuk keselamatan masyarakat dapat tercapai. “Operasi ini sudah sering kita laksanakan, Saya minta agar operasi kemanusiaan ini dapat dikerjakan secara maksimal,” pinta Kombes Refli.

Operasi Keselamatan, lanjut Kombes Refli, dampaknya diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat. Apalagi menjelang arus mudik lebaran. “Apalagi kita tau bersama bahwa daerah kita ini punya riwayat permasalahan di beberapa daerah sehingga hal ini harus benar-benar bisa kita antisipasi dengan baik,” harapnya.

Karo Ops juga meminta seluruh personel yang dikerahkan untuk meningkatkan himbauan kamtibmas kepada masyarakat terkait pentingnya keselamatan saat berkendara di jalan raya. Termasuk masyarakat yang beraktifitas di Pelabuhan Laut, Terminal, Bandara, dan tempat-tempat keramaian.

“Saya minta agar kita tingkatkan himbauan kamtibmas kepada masyarakat yang berkendara di jalan raya agar mereka selalu menjaga keamanan diri dalam berkendara,” pintanya.

Pada kesempatan itu, Kombes Refli juga menekakan terkait pentingnya menjaga marwah Polri dan disiplin diri dengan tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun yang dapat mengganggu jalannya operasional di lapangan.

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan Lat Pra Ops Keselamatan, Polda Maluku menghadirkan narasumber dari Dit Lantas, Biro Ops, Dit Intelkam, Dit Reskrimum, Dit Samapta dan Dit Pol Airud Polda Maluku. ( chey)

Uncategorized

Komandan Polisi Militer Kodaeral IX Hadiri Apel Kesiapan Operasi Pekat Salawaku 2026

Ambon – beritasumbernews.com -Komandan Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut lX (Danpomal Kodaeral IX) Letkol Laut (PM) Kusnaidi S.Pd. mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menghadiri Apel Kesiapan Operasi Pekat Salawaku 2026 yang digelar di Lapangan Letkol (Purn) CHR. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Rabu (28/1/2026).

Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) adalah operasi gabungan yang bertujuan untuk memberantas kejahatan dan perilaku negatif yang merusak norma sosial serta ketertiban umum. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto.

Apel tersebut bertujuan untuk mengetahui jumlah dan kesiapan TNI/Polri dan Instansi terkait alam Operasi Pekat Salawaku 2026 menjelang Puasa dan Idul Fitri 1447 H ini.

Pada apel kesiapan tersebut, Kodaeral IX juga mengutus 1 pleton prajurit Yonmarhanlan IX dan Pomal Kodaeral IX guna mendukung Operasi Pekat Salawaku 2026 tersebut.

Ditempat terpisah, Dankodaeral IX menyebutkan Kodaeral IX akan bersinergi dengan Polri dan Instansi terkait untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menyambut momen Puasa dan Idul Fitri.

“Tentunya TNI Angkatan Laut dalam hal ini Kodaeral IX akan selalu bersinergi dengan Polri maupun Instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat” ujar Dankodaeral IX.

Hal ini juga merupakan salah satu momentum dalam mempererat sinergitas TNI/Polri dan Instansi terkait dalam mendukung tugas masing-masing. (Chey)

Uncategorized

Asah Naluri Tempur, Prajurit Kodaeral IX Pertajam Keterampilan Dasar Militernya di Hari Ketiga Minggu Militer

Ambon – beritasumbernews.com –

Guna mengasah naluri tempur, prajurit Kodaeral lX terus pertajam keterampilan dasar militernya di hari ketiga Program Minggu Militer yang melibatkan seluruh personel militer maupun PNS TNl di Mako Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Maluku pada Rabu (28/1/2026).

Pada hari ketiga ini, kegiatan difokuskan pada materi Keterampilan Dasar Militer Laut (KDML) dan Keterampilan Dasar Militer (KDM). Seluruh rangkaian diawali dengan proses pemuatan senjata yang dilanjutkan dengan Apel serta pemeriksaan kelengkapan personel.

Setelah Apel Pagi, seluruh personel melakukan senam senjata yang diiringi dengan latihan patroli jalur perimeter pangkalan. Dalam sesi ini, dilakukan pula pengenalan titik-titik penguatan jalur evakuasi, dukungan kesehatan (dukkes), serta prosedur distribusi amunisi.

Sementara itu, Satuan Patroli (Satrol) melaksanakan latihan merplug, lepas tali buangan, lepas tali tambat, serta patroli di sepanjang pantai.

Materi kemudian dilanjutkan pada Taktik Perorangan Dasar serta rayonisasi manusia dan materi menuju titik evakuasi. Latihan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan setiap individu dan aset dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan pangkalan.

Pada sesi berikutnya dilaksanakan latihan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) dan peran kebakaran, serta pengenalan kode dan alarm darurat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan di hari ketiga, dilaksanakan latihan Apel rayonisasi dan simulasi proses evakuasi. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara terukur, bertahap, bertingkat dan berkelanjutan guna membentuk personel yang unggul demi mendukung kedaulatan wilayah NKRI. (Chey)

TNI AL

Bukan Militer Tetapi ASN Kodaeral lX Harus Mahir Menembak, Tarikan Picu Meremas Bukan Menghentak

Ambon – beritasumbernews.com – Bukan personel militer saja, tetapi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan TNI juga harus memiliki kemampuan dan mahir menggunakan senjata, karena ASN juga termasuk Komponen Cadangan (Komcad) bela negara bersifat sukarela berdasarkan UU No. 23 Tahun 2019 dan didorong dengan Surat Edaran Menteri PANRB No. 27/2021 guna memperkuat komponen utama pertahanan.

Hal tersbut diungkapkan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut lX (Dankodaeral lX), Laksamana Muda TNl Hanarko Djodi Panungkas, S.H. yang hadir menyaksikan ASN dijajarannya, melaksanakan latihan menembak laras panjang di Lapangan Tembak Telaga Kodok, Kodaeral lX, Kota Ambon, Maluku, Kamis (29/1/2026).

“ASN diharapkan ikut serta dalam pelatihan Komcad sebagai wujud nyata bela negara dan dukungan terhadap pertahanan negara. Untuk itu kita beri kesempatan para ASN Kodaeral lX ini berlatih menembak sebagai salah satu materi dalam program Minggu Militer Kodaeral lX,” terangnya.

Latihan ini lanjutnya, berfokus pada teknik menembak dasar, penggunaan amunisi tajam, serta pentingnya faktor keamanan (safety) bagi peserta latihan.

Tujuan dari latihan ini tambahnya, adalah untuk mengasah kemampuan teknis dan taktis dalam meningkatkan ketangkasan menembak senjata ringan yang kali ini menggunakan senapan SS1-V4 buatan PT. Pindad.

Sebelum latihan, peserta diberikan safety briefing oleh instruktur untuk mematuhi tata tertib, mengingat penggunaan amunisi tajam.

Pelatih juga menjelaskan NABITEPl (Napas, Bidik, Tekan, Picu) sebagai teknik dasar menembak yang mengajarkan keseimbangan antara pernapasan, bidikan, penekanan pemicu, hingga pelepasan tembakan untuk akurasi maksimal.

“Tarikan picu itu meremas bukan menghentak,” terang pelatih kepada 49 personel ASN Kodaeral lX yang ikut dalam latihan menembak kali ini.

Disisi lain Dankodaeral lX juga menegaskan bahwa latihan dalam Minggu Militer yang dilakukan bertingkat, bertahap dan berlanjut ini, dimaksudkan untuk membentuk sikap mental, kesamaptaan fisik dan disiplin yang tinggi, sesuai dengan tuntutan pelaksanaan tugas dan karakteristik TNI AL.

Ia berharap, peningkatan kondisi fisik pasca latihan Minggu Militer ini, hendaknya menjadi penunjang pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.

Tampak hadir dalam latihan tersebut Wadan Kodaeral lX, Laksamana Pertama TNl Dr. Muhammad Risahdi, Inspektur Kodaeral lX, para PJU dan para Kasatker jajaran Kodaeral lX lainnya. (Chey)

[instagram-feed]