Tobelo,beritasumbernews.com

Terkait anggaran berjalan tahun 2021 yang di bahas 2022,sehingga Komisi II bersepakat untuk mengetahui sejauh mana arus kas pendapatan daerah Kab Halut.

Hal ini di sampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kab Halut tadi di ruang komisi II saat usai rapat dengan mitra kepada wartawan Ketua Komisi II Samsul Bahri Umar.S.Ag mengatakan” pihaknya bertanya pada pihak keuangan selaku bendahara umum daerah posisi arus kas pemerintah daerah saat ini yang menuju pertengahan tahun penerimaan daerah Kab Halut sampai sejauh mana. Tanya Samsul

Menurutnya” kemudian di brikdaun dalam bentuk pendapatan daerah sudah sejauh mana, sehingga pihaknya meminta untuk di jelaskan itu yakni terkait dana DPU Kab.Halut dalam bentuk dana DAW itu seperti apa ? Tanya Samsul

Kata Samsul” ada terjadi penurunan beberapa kali dari 500 lebih kemudian turun menjadi empat ratus enam puluh sekian, kemudian trakhir turun lagi menjadi empat ratus lima puluh. Ungkap Samsul

Sehingga Samsul katakan bahwa” itu artinya sangat berpengaruh pada belanja daerah Kab.Halut, apalagi dana bagi hasil Kab.Halut sampai hari ini itu baru ada pada posisi triwulan I, baik DPH provinsi maupun DPH pusat. Terang Samsul

Pasalnya” PAD Kab.Halut yang di targetkan 130 M, itu capaiannya di 2021 tidak sesuai yang kita targetkan, kemudian dari matrix tahun sebelumnya itu, pada angka tahun sebelumnya itu kemudian menjadi acuan di 2022. Cetus Samsul

Samsul juga menambahkan bahwa” jika tahun sebelumnya itu 130 M, karena ketidak capaian di angka itu maka di 2022 ini pihaknya hanya merancang pada angka 82 M, sehingga menurutnya hal tersebut perlu di genjot pendapatan daerah Kab.Halut. pungkasnya

Solusinya menurut Samsul bahwa” karena proses ini berjalan dari tahun sebelumnya sehingga pihaknya meminta pada Dinas terkait bahwa terkait dengan terjadinya hutang dan terus hutang yang sudah terbawa dari tahun – tahun sebelumnya, sehingga solusinya ialah perampingan OPD. Tuturnya

Akibat beban daerah terlalu berat, sehingga solusi lain juga bahwa perlu ada upaya untuk melakukan pinjaman daerah menutupi terhadap arus kas keuangan di tahun sebelumnya dalam bentuk hutang terbawa itu.

Harapannya” pihaknya meminta inovasi para OPD Dinas Badan bagaimana kreasi untuk membangun inovasi dalam rangka menggenjot PAD. Tutup Samsul
(Endy-21)