Komisi II DPRD Halut Dorong Peningkatan Ekonomi Rakyat Lewat Dana KUR BRI

Halut,beritasumbernews.com
Komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Utara menggelar rapat dengar pendapat dengan mitra dalam hal ini pihak Bank BPDM Halut dan Bank BRI Kab.Halut.

Pertemuan tersebut menghabiskan waktu kurang lebih tiga jam, dan usai pertemuan itu Ketua Komisi II DPRD Kab.Halut Samsul Bahri Umar.S.Ag kepada Redaksi beritasumbernews.com mengatakan” untuk di Bank Maluku itu pihaknya meminta klarifikasi soal pernyataan modal di tahun 2020 sebesar 8 Miliyar.

Kata Samsul” sementara kemudian pihaknya mendapat deviden di angka 1,7 M, dan itu sudah masuk rekening kas daerah, Bank Maluku juga kata Samsul masih bicara soal pelayanan karena kurang lebih lima kode rekening kas daerah yang ada di Bank Maluku. Jelas Samsul

Lanjutnya” terkait itu pihaknya meminta pihak Bank Maluku untuk berikan Ces-Ar, yakni Ces – Ar di tahun 2020 itu penggunaannya sudah sampai sejauh mana terhadap beberapa titik yang di lakukan. Ujar Samsul

Samsul juga mengatakan” sementara untuk BRI pihaknya meminta penambahan kota pemberian kridit usaha rakyat, bagi masyarakat Halut dalam hal ini pada sektor pertanian dan perikanan. Terang Samsul

Pihak Komisi II DPRD Kab.Halut meminta kuota ke pihak BRI itu yakni terkait pemberian bantuan dana KUR pada masyarakat Kab.Halmahera Utara dan Morotai, yang mana dari BRI cabang Tobelo yakni dari total 124 Milyar 75% bergerak pada sektor modal kerja. Sebut Samsul

Selain itu pada modal investasi itu rata – rata cuman di atas 10%, modal konsuntifnya cuman 5%, dan modal investasi itu 2%, sehingga pihak Komisi II lalu meminta penataan antara Morotai dengan Halut.

Morotai itu di atas rata – rata 30%, sementata Halut berkisar pada angka 45%, terhadap pemberian modal usaha dari sektor kerja KUR, sehingga pihak Komisi meminta lagi penataan terhadap, apa yang terkait dengan daerah ini, yang mana jika dilidik pada pendapatan daerah itu maka ada pada sektor tambang. Pungkasnya

Menurut Samsul” sektor tambang itu adalah sesuatu yang di kuras kemudian terpaksi habis, istimasinya tidak lama, sehingga dengan begitu maka pihak Komisi membutuhkan pengembangannya pada sektor Ril, dalam hal ini pertanian dan perikanan. Ujar Samsul

Karena untuk dua sektor tersebut berdasarkan data DPS Kab.Halut rata – rata usia produktif di Halut itu lebih banyak bergerak di sektor pertanian dan perikanan, sehingga hal tersebut menurutnya butuh ada pendampingan.

Hal tersebut di katakan ketua Komisi bahwa bisa di tarik contoh dari petani hol Cultura, yang mana dalam pergerakannya itu selama ini masih menggunakan modal secara berdikari yang artinya” modal sendiri.

Akui Samsul memang ada pendampingan melalui sektor dana KUR yang ada di BRI itu hanya sedikit dan hanya seberapa saja, sehingga dari hal itulah maka pihak Komisi meminta kepada pihak BRI untuk pengembangan ekonomi rakyat, Kusus di daerah Kab.Halut agar bagaimana mengharapkan dan meningkatkan ekonominya itu butuh pendampingan dari pihak Bank.

Pihak BRI sudah menyanggupi dengan harapan suatu waktu pekan depan pihaknya akan mencoba menjelajahi petani – petani holtikultura itu guna semacam ada pendampingan yang di lakukan nantinya oleh pihak BRI.

Kemudian terkait Ces-Ar, yang mana Perbankam itu tidak hanya terkor bisnis semata namun juga semacam ada perimbangan kepentingan dari sisi ekonomi dan sektor sosial, salah satunya Ces-Ar yang ada pada BRI, itu yang di kejar di 2021 ini yang di rencanakan 500 juta.

Sehingga Samsul katakan harapan pihak Komisi bahwa tidak angsih kepentingan dan sifatnya sosial, yang di salurkan ke Gereja ataupun Masjid, namun bagaikan Bank sebagai bapa angkat bagi petani – petani hultikutura dan sektor perikanan. Tutup Samsul
(Endy-21)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *