Kupang,beritasumbernews.com

Kupang 2 tahun berkiprahnya di kota Kasih, AMPERA MBD Kupang mengadakan ibadah syukur bersama di pantai Lasiana Kota kupang serta juga melakukan diskusi singkat terkait pandangan mengenai kemajuan MBD saat ini dari berbagai sector yang ada pada jumad, 11/02/2022..

Meskipun dalam keadan hujan, namun semangat juang dari pada mahasiswa/I ini kendur sedikitpun hal jelas terpantau oleh media dilapangan yang dimana mahasiswa/I ini melakukan ibdah syukuran dalam kondisi hujan deras.

Asosiasi Mahasiswa Perjuangan Rakyat Maluku Barat Daya(AMPERA MBD ) yang merupakan rumah bagi seluruh mahasiswa MBD yang berada dikota kupang ini juga melaksanakan diskusi singkat terkait Kemajuan MBD dari pandangan beberapa basic ilmu yang ada, yaitu :

Bidang Pertanian: Pemerintah sejauh ini belum memaksimalkan potensi tanah yang ada di MBD serta tidak adanya pengontrolan yang konsisten dari pihak PEMDA dalam hal ini dinas Pertanian membuat banyak lahan-lahan yang seharusnya dapat membuahkan hasil bagi masyarakat malah menjadi lahan tidur, ungkap Hendrian Septory Salah satu Alumni mahasiswa Pertanian. Hal ini juga langsung di tambahkan oleh Bung Abe salah satu mahasiswa dari desa Uhak Pulau Wetar dimana pemerintah MBD melalui dinas Pertanian sempat memberikan bantuan alat-alat pertanian pada tahun 2019 dan baru di control lagi pada tahun 2021 yang menjadi tanda bahwa minimnya pengontrolan dari Dinas yang ada.

Bidang Perikanan: Maluku sudah dicanangkan sebagai lumbung ikan nasional hal ini diketahui denganadanya survey yang dilakukan tahun 2016 dimana sebanyak 16 peneliti terlibat dalam pengumpulan data kondisi ekologi laut, perikanan dan sosial-ekonomi masyarakat di 30 lokasi survei bawah laut dan 14 desa target.

Para peneliti antara lain berasal dari KKP, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Barat Daya, Universitas Pattimura (Unpatti), Institut Pertanian Bogor (IPB), WWF-Indonesia dan Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) menurut sumber KKP.go.id yang ada.

Maluku Barat Daya yang merupakan kabupaten yang memiliki kekayaan ikan, terumbu karang, agar-agar, teripang yang banyak namun sejauh ini pengelolaan yang baik belum dirasakan masyarakat MBD. W

Wilson Thomas yang merupakan salah satu mahasiswa perikanan membeberkan pemikirannya berdasarkan kajian dilapangan bahwa di MBD sering terjadi penangkapan ikan yang berlebihan tanpa melihat ikan mana yang seharusnya di tangkap dan mana yang seharusnya tidak. W

Wilson juga meminta agar Dinas terkait harusnya memperhatikan surat ijin penangkapan ikan dari setiap kapal yang beroprasi di laut MBD agar terhindarnya Ilegal Fishing di laut MBD.

Bidang Kesehatan: Maluku Barat Daya yang telah berusia 13 Tahun pada 2021 lalu, namun sampai saat ini belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai hal ini sempat menjadi perbincangan ramai di public pada agustus 2021 silam dimana Daniel Letelay yang merupakan salah satu tenaga kesehatan (nakes) di Pulau Lakor mengungkapkan keresahannya terkait ketiadaan dokter dan minimnya fasilitas kesehatan di tempatnya bertugas, Puskesmas Sera pulau lakor Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi viral di media Twitter yang mana tulisannya telah diretweet lebih dari 10 ribu kali dan disukai lebih dari 15 ribu warga twitter pada saat itu dan bahkan juga Putri presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid. A

Anna Wahid (Putri presiden ke-4 RI) merespons postingan itu dengan menyebut (memberikan mention) sejumlah akun yakni @gusdurianpeduli, @gusdurians dan @Mukhibullah. Jejak ini dikuatkan lagi dengan adanya korban yang sering berjatuhan saat hendak dirujuk ke Kota Ambo maukun ke Kupang.

Anna Pookey menyampaikan harapannya agar bagaimana caranya sehingga rumah sakit yang berada di Maluku Barat Daya,harus melengkapi peralatan yang ada sehingga, masyarakat asal Maluku Barat Daya yang sakit tidak perlu di rujuk sampai ke Kota Kupang atau ke Ambon. S

Serta kondisi setiap fasilitas puskesmas yang berada di MBD harus di perhatikan dengan baik dan dilakukannya pemerataantenaga kesehatan sehingga hal-hal yang berbau kesehatan dapat diturunkan.

Mahasiswa/I ini juga mengeluhkan terkait tingginya Stanting di MBD sehingga Nita Sarpiela yang merupakan salah satu mahasiswa Gizi menyampaikan keresahannya dan akan berusaha mencarikan solusi bersama dengan seluruh pihak terkait demi menekan angka stansting MBD.

Mahasiswa/I ini juga meminta perhatian serius dari Pemkab terkait pembuangan limbah Rumah sakit yang mesti dikelola dan dibuang dengan baik sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, salah satunya Puskesmas Serwaru yang membuang limbahnya ke sebuah Kali mati tanggap Jacson Marcus.

Bidang Ekonomi: Menurut data BPS MBD tahun 2021 angka laju pertumbuhan ekonomi pada awal tahun 2021 berada pada angka 7,8 persen, dimana mengalami tren yang meningkat dari tahun 2020 yang berada pada angka 6,1 persen. Selain itu, presentase penduduk miskin di kabupaten MBD juga mengalami penurunan, dimana pada tahun 2020 jumlah penduduk miskin berada di angka 29,9 persen dan pada tahun ini turun menjadi 20 persen.

Namun sampai saat ini diketahui dana APBD belum dikelola dengan baik sehingga roda ekonomi di MBD masih tersendak-sendak oleh karena itu pemerintah harus terus mengontrol dana APBD yang ada di desa agar dapat memprakarsai kemajuan ekonomi desa dengan adanya laporan setiiap triwulan yang baik oleh desa dan tidak adanya kong kalikong antar setiap unsure yang ada agar terciptanya MBD yang bersih dari KKN dan MBD yang maju.

Selain menyampaikan gagasan-gagasan yang ada, salah satu mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di Kota Kupang ini juga sementara membuat terobosan baru untuk mesyarakat MBD yang dilatar belakangi oleh pandangannya terhadap banyaknya pohon koli di MBD. Mahasiswa tersebut yang semantara membuat terobosan “AGAR-AGAR KOLI KISAR” ini yang berbahan dasar buah koli yang muda dan ko’o (nira manis) pohon koli.

Mahasiswa tersebut juga mengharapkan adanya kerja sama yang baik antar Pemda MBD dan topangan untuk niat baiknya tersebut sehingga koli tidak lagi hanya dipandang sebagai penghasil sopi namun juga punya nilai jual yang tinggi ketika dijadikan sebuah Produk, tegas mahasiswa FST Kimia Undana yang enggan namanya disebutkan.

Semoga dengan adanya diskusi singkat ini, pemerintah dapat melihat dan mendengarkan setiap keluh kesah yang dialami mahasiswa MBD di kota Kupang, mengingat pemerintah MBD seakan-akan menutup mata dengan kondisi Mahasiswa diKota Kupang dari adanya Asrama yang di bangun bersama kabupaten KKT di kupang tahun 2008 namun sampai saat ini tidak ada titik terang kapan digunakan padahal kondisi gedungnya sudah memprihatinkan. Tegas Wilson yang merupakan Ketua umum AMPERA tersebut. (Janes)