Galala,beritasumbernews com

Menindaklanjuti perintah Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Andika Perkasa pada rapat secara Video Conference (Vicon) pada hari Rabu, 23 Februari 2022 dengan topik pembahasan pencapaian vaksinasi di Fasilitas Kesehatan (Faskes) TNI. Lantamal IX Ambon berkolaborasi dengan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Maluku menggelar serbuan vaksinasi Covid – 19 di Pelabuhan Umum Ferry Galala, Sirimau, Kota Ambon. Kamis (24/02/2022).

Sebagai wujud loyalitas kepada pimpinan dan pemerintah, Komandan Lantamal IX (Danlantamal IX) Ambon Brigadir Jenderal TNI (Mar) Said Latuconsina, M.M., M.T., memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk terus melaksanakan serbuan vaksinasi guna meningkatkan herd immunity dan menekan lonjakan Covid – 19 terutama di wilayah Maluku.

Hal tersebut selaras dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, kepada seluruh jajaran TNI AL untuk melaksanakan vaksinasi guna membantu pemerintah memutus rantai penularan Covid-19.

Vaksinasi yang digelar hari ini mendapat sambutan yang positif baik dari warga sekitar pelabuhan maupun para pekerja yang ada disekitar dermaga penyeberangan ferry itu. “Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut khususnya Lantamal IX Ambon, karena dengan adanya vaksinasi keliling oleh tenaga medis Lantamal IX kami merasa sangat senang karena tubuh kami menjadi sehat”, ujar Rangga salah satu warga sekitar pelabuhan. “Disamping itu untuk mendapatkan vaksin cukup mudah dan tidak antri”, tambahnya.

Gelar vaksinasi Lantamal IX yang pada hari ini berkolaborasi dengan Binda Maluku, menerjunkan 2 tim vaksinator dari Dinas Kesehatan (Diskes) dan Rumkital dr. F. X. Suhardjo Lantamal IX, yang masing – masing tim vaksinator mengerahkan 7 orang tenaga kesehatan. Dengan sepenuh hati, tim vaksinator melayani warga yang datang menggunakan vaksin jenis Pfizer untuk suntikan booster dan Sinovac untuk suntikan kedua.

Dalam pelaksanaan vaksinasi kali ini, Lantamal IX menargetkan 150 dosis peserta vaksin Covid – 19. Dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan sampai dengan berakhirnya pelaksanaan tidak ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). (Red)