Piru,beritasumbernews.com
Proses penarikan aset daerah yang di peruntukan kepada tiga lembaga keagamaan yang di lakukan oleh Pemda SBB sangat di sayangkan, di nilai tidak beretika.

Hal ini di nilai tidak beretika dan tidak tau terima kasih, karena kendaraan roda empat tersebut di peruntukan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat di bidang keagamaan, hal ini di sampaikan oleh Kaleb W Risaputty kepada awak media ini kemarin saat di temuinya. Sabtu 27/08/2022

Kata Risaputty” sebenarnya alasan apa yang mendasar sehingga kendaraan tersebut di tarik oleh Pemerintah daerah? kalau menurut saya hanya demi menutupi hutang daerah atau kebijakan ini di ambil agar Pemda SBB bisa keluar dari predikat Discaimer. Beber Risaputty

Menurutnya” hal ini juga tidak berdasar karena bila di bandingkan dengan penyelewengan dan dugaan tingkat korupsi yang tinggi maka pemerintah daerah lebih fokus dalam memproses oknum OPD – OPD dan para kontraktor yang merugikan keuangan daerah.

Risaputty juga menambahkan bahwa” hal ini harus segera di tindak tegas oleh pihak terkait seperti KPK, agar segera tuntas dan dapat mengembalikan kerugian Negara, bukan dengan cara menarik Kendaraan yang di gunakan sebagai kendaraan operasional untuk melayani masyarakat.

Pasalnya” bila perlu kendaraan dinas yang di pakai multi fungsi oleh oknum ASN atau Kepala dinas yang tidak produktif yang selama ini terjadi, contohnya ada kendaraan dinas yang di pakai ke kebun atau di pakai di luar tugas – tugas dinas, bahkan ada banyak kendaraan dinas yang di biarkan jadi rongsokan di pinggir jalan.

Lebih jelas Risaputty menyampaikan” padahal selama ini kendaraan tersebut sudah belasan tahun di gunakan dan di rawat dengan baik tanpa di berikan anggaran perawatan dan pajak kendaraan oleh Pemerintah daerah, hal ini sangat memalukan dan di pandang tidak tau berterima kasih karena selama ini kontribusi yang di berikan oleh para pemimpin organisasi keagamaan kepada daerah yang bertajuk saka mese nusa ini tidaklah sedikit.

Apa yang sudah pemerintah daerah berikan kepada para tokoh agama selama Kabupaten ini berdiri ? Tanya Risaputty

Kata dia” saya berharap pemerintah daerah melihat persoalan ini dan mengevaluasi diri karena bisa saja kebijakan ini dapat membangun gep antara tokoh agama dan pemerintah, sebab roda pemerintahan ini tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan bantuan serta doa – doa dari para pemimpin di daerah ini.

Beta (saya) berharap pemerintah daerah dalam hal ini Karateker Bupati, jangan sampai penyakit di tempat lain berobat di tempat lain. Tutur Risaputty  (Yan.L)