Tobelo,beritasumbernews.com,Satu warga Desa Tanjung Niara, Kec. Tobelo Tengah, Kab.Halut SA 18 tahun mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri pada ayunan Sekolah.

Pantauan media beritasumbernewa.com siang ini, kejadian gantung diri oleh korban SA ini terjadi tepatnya pada pukul 06 : 30 Wit pagi tadi, dengan mengakhiri hidupnya pada ayunan Sekolah. Senin 31/10/2022

Informasi ini berhasil di himpun media beritasumbernews.com siang tadi, berdasarkan informasi dari keterangan saksi yakni MH (27) yang pekerjaannya adalah seorang guru honor pada sekolah Paud Bersehati, dimana korban gantung diri.

Dari keterangan saksi di dapati bahwa, seperti biasanya saksi pada pagi – pagi sekitar pukul 06 : 30 Wit itu, saksi selalu membuka pintu – pintu sekolah.

Dan saat pagi tadi itu, saksi kemudian sentak di kagetkan saat hendak membuka pintu terlihat korban SA sedang tergantung pada ayunan Sekolah, Tampa berpikir panjang seksi lansung lari dan manggil saksi lain yakni” FD (46) yang merupakan tetangga dan juga selaku perangkat Desa.

Setelah saksi II mendapat informasi dari saksi I, kemudian bersama bergegas menuju lokasi kejadian, dan saksi II belum mengetahui identitas korban.

Saksi II hanya melihat dari arah belakang korban, dan kemudian pergi meninggalkan korban hendak melaporkan kepada Kepala Desa Tanjung Niara kejadian tersebut.

Sementara keterangan lain dari teman korban yang berhasil di himpun media ini JJJ (36) mengatakan bahwa” pada hari minggu pukul 23.00 Wit, setelah acara ulang tahun berakhir yang jaraknya hanya 30 meter dari rumah korban, saksi sempat bertemu korban namun menurut saksi ada selisih paham antara korban dan adik korban PH (18).

Menurut saksi selisih paham tersebut di duga terkait fens bola antara dua Negara yakni Argentina dan Brazil, namun terlihat tidak ada tanda – tanda kakak beradik itu adu fisik. Ucap saksi

Lanjutnya” setelah pagi tadi saksi mendapat kabar bahwa korban telah mati gantung diri,

Tambah saksi, ternyata korban sebelumny telah melakukan percobaan bunuh diri di tahun 2021, namun sempat gagal.

Sedangkan adik Korban PH (18) yang di temui menyampaikan bahwa” pada hari Minggu pukul 23.30 Wit setelah acara pesta ultah berakhir, saya bersama korban yang mana adalah Kakak saya sendiri, berselisih faham mengenai fans bola piala dunia antar Argentina dengan Brazil, namun tidak melakukan adu fisik, setelah itu saya langsung masuk ke dalam rumah untuk tidur, dan korban (kakak saya) Masih berada di depan teras rumah sambil duduk – duduk.

Saat melakukan gantung diri diketahui bahwa Korban menggunakan seutas tali diperkirakan dengan ukuran 3 meter yang di ikat pada palang ayunan sekolah paud dengan tinggi ayunan 2 meter.

Dugaan sementara terjadinya peristiwa tersebut akibat frustasi, di karenakan korban sudah beberapa kali mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan cara mengantung diri.

Pada kejadian tersebut Pihak kelurga menolak melakukan pemeriksaan Medis (Visum), dan telah membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan medis/otopsi. (Endy)