Ambon,beritasumbernews.com
Bertempat di lantai III Kantor PUPR Provinsi Maluku, Kec.Sirimau Kota Ambon, Pj. Bupati Malteng DR.Muhamad Marasabessy.S.TM. Tec, bersama Kapolresta Ambon Kombes Pol. Raja Arthur Simamora.S.Ik bersama jajaran Polresta Ambon dan Forkopimda Malteng duduk bersama bahas kepentingan Kecamatan Pulau Haruku.
Kegiatan tersebut di selenggarakan tepatnya pada pukul 18 : 00 Wit, Rabu 23 November 2022 kemarin dulu. Rabu 23/11/2022
Pantauan media ini, rapat bersama tersebut dalam rangka membahas permasalahan terkait kepentingan masyarakat di Kec. Haruku dan juga terkait agenda adat Cakalele di Negeri Pelauw Kec. P. Haruku tanggal 08 s/d 09 desember 2022.
Selain Pj.Bupati Malteng dan Kapolresta yang hadir dalam pertemuan tersebut namun juga di hadiri oleh Dandim 1504 Kolonel.Philian Sambril, Kabag Ops Polresta P. Ambon & P. P. Lease Kompol Syarifuddin, S.Sos, Kasat Intelkam Polresta P. Ambon & P. P. Lease AKP Hasanudin.S.Sos,SH, Camat Kec. P. Haruku Bpk. A. Latuconsina, Ketua Panitia Cakalele Ahmad Latupono, SP.
Selain itu juga hadir pula Raja se- Kec. P. Haruku, Ketua Saniri se-Kec. P. Haruku, Pimpinan tokoh agama se-Kec. P. Haruku, Komponen tokoh pemuda dan tokoh masyarakat se- Kec. P. Haruku.
Pj.Bupati Malteng mengawali rapat tersebut menyampaikan bahwa” Ucapan terima kasih kepada camat dan semua Upulatu dan semua staf Negeri yang ada di Kec. Haruku karena dapat hadir pada pertemuan hari ini.
Saya mengajak kita semua untuk dapat melihat pengembangan kedepan di Kec. P. Haruku, Kedepan ini direncanakan diwilayah Kec. P. Haruku akan dibangun SPN Polda Maluku, dengan demikian akan memajukan sektor perekonomian di Kec. P. Haruku.
Apa yang akan menjadi pemintaan dari masing perwakilan yang hadir akan diteruskan ke Kementrian Dalam Negeri, Terkait kegiatan Cakalele adalah merupakan acara adat, dimana kegiatan tersebut dapat mengangkat sektor pariwisata dan budaya di Kec. P. Haruku, saya minta dukungan semua pihak.
Kegiatan Cakalele dapat dilaksanakan dengan meriah dan kedepan akan dikembangkan semua lokasi yang ada di Kec. P. Haruku yang berpotensi sebagai destinasi wisata, agar mengundang perhatian masyarakat luas yang kemudian akan menjadi destinasi wisata dan dapat meningkatkan perekonomian.
Dukungan penuh kepada warga Negeri Kariu, untuk dapat kembali ke kariuw, dan dapat melakukan Natal bersama pada tanggal 22 Desember nanti, untuk hal ini kami sudah menyurati ke Pemerintah Negeri Hulaliu untuk membuka jalan yang menghubungkan antara Hilaliu dan Aboru.
Sementara Kapolresta P. Ambon & P. P. Lease mengatakan” Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang dapat hadir dalam pertemuan pada hari ini.
Tujuan pertemuan pada hari ini yang paling utama adalah kita semua harus menyatukan presepsi, hal ini perlu dilakukan karena sebelumnya kita pernah terpuruk akibat terjadinya konflik di P. Haruku antara beberapa Negeri, agar kedepan terciptanya stikma positif tentang P. Haruku.
Pihak Kepolisian akan memastikan betul keamanan yang ada di P. Haruku terkhusus pada pelaksanaan kegiatan cakalele nanti, Ifen cakalele ini kita harus dapat membudayakan dan membumikan sehingga mempunyai makna serta nilai untuk menjadi suatu aset pariwisata.
Sementara Panitia Cakalele Ahmad Latupono mengatakan” Pelaksanaan cakalele ini bukan menjadi hal baru, namun telah dilakukan pada tiap tahunnya, hanya saja pada beberapa tahun terakhir tidak dilaksanakan, dan perlu diketahui bahwa dalam pelaksanaanya selalu berjalan aman dan tidak ada hambatan, dan sampai dengan saat inipun dalam perencanaan kegiatan yang akan datang tidak ada hambatan.
Saat ini persiapan panitia telah mencapai terget 65%, baik dalam hal teknis maupun persiapan lokasi dan sebagainya.
Terkait persoalan pelibatan prsonil atau peserta dari Negri lain, hal ini telah di mengerti oleh basudara kami yang ada di Negeri lain, bahwa tidak ada interfensi atau pelibatan dari Negeri lain untuk turut serta dalam cakalele.
Terkait untuk mengembangkan kegiatan ini untuk lebih dikenal masyarakat luas dan kedepannya dijadikan sebagai destinasi wisata dan bahan untuk meningkatkan perekenomian, kami sangat mengapresiasi, namun diharapkan tetap pada batas kewajaran karna ini adalah adat dan budaya, sehingga kami sebagi warga Negeri Pelauw tidak punya target untuk menjadikan tradisi kami ini sebagai alasan lain.
Tidak hanya itu, namun Dandim 1504 pun mengatakan dalam rapat tersebut bahwa” Kebanggaan tersendiri oleh warga Negeri Pelauw secara khusus dan P. Haruku pada umumnya, bahwa kegiatan ini merupakan warisan budaya atau tradisi yang menjadi kearifan lokal sebagi kehormatan dan identitas.
Tentunya kami dari keamanan sangat mengutamakan segi keamanan, namun hal tersebutpun kami sangat mengharapkan kerja sama dari semua pihak, pengamanan bukan berarti suatu kegiatan tidak aman, namun pengamanan dalam artian membantu kelancaran suatu kegiatan.
Semoga kegiatan ini merupakan suatu kebanggaan dan kecintaan terhadap adat istiadat dan budaya baik warga pelauw secara khusus dan P. haruku pada umumnya, dengan demikian akan timbul rasa memiliki sehingga secara tidak langsung hal ini akan sangat berdampak pada terciptanya situasi keamanan.
Sedangkan perwakilan Raja se-Kec. P. Haruku yang hadir Raja Oma pun mengatakan” Kami dari masyarakat Negeri Oma mendukung dengan sepenuhnya proses pelaksanaan kegiatan Cakalele yang akan dilaksanakan.
Kemudian Raja Negeri Haruku juga mengatakan” Dalam Ifen ritual cakalele yang akan dilaksanakan, kami merespon secara baik, namun kami mengusulkan ketika ada kegiatan maka sekiranya ada juga kegiatan Cakalele dari Negeri lain, sehingga tidak sebatas hanya untuk negeri Pelauw.
Bahkan Raja Negeri Samet menyampaikan” Kami atas nama masyarakat Negeri Samet mendukung penuh pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan di Negeri Pelauw
Sekertaris Negeri Rohomoni juga mengatakan”Terkait pelaksanaan kegiatan, kami mengucapkan terima kasih untuk jaminan stabilitas keamanan dari pihak TNI / Polri.
Pemerintah Negeri Rohomoni mendukung semua proses dan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kab. Maluku Tengah.
Hal yang sama di sampaikan Raja Negeri Kabau bahwa” Kami dari Negeri Kabau mendukung proses pelaksanaan kegiatan adat yang akan dilaksanakan di Negeri Pelauw.
Kami berharap kepada pihak keamanan untuk mengamankan lokasi yang yang dianggap rawan pada Negeri Pelauw saat pelaksanaan kegiatan.
Di tambahkan Raja Negeri Kailolo yakni”Kami dari Negeri Kailolo mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Cakalele di Negeri Pelauw.
Kami mengharapkan adanya pengamanan untuk membantu kelancaran kegiatan cakalele tersebut.
Dan di sampaikan juga dari Sekertaris Negeri Hulaliu bahwa”
Kami masyarakat Negeri Hulaliu mendukung penuh kegiatan tersebut karena merupakan bagian dari kami masyarakat Negeri Hulaliu.
Kami meminta bantuan kepada Pj.Bupati Maluku Tengah untuk memperhatikan wisata untuk Tanjung Yanain di Negeri Hulaliu.
Dan Raja Negeri Kariu juga mengatakan” Kami masyarakat Negeri Kariu pada prinsipnya mendukung semua kegiatan yang akan dilaksanakan di Negeri Pelauw.
Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Negeri Pelauw yang sudah bersama-sama dengan kami dalam kegiatan Perdamaian yang dilaksanakan.
Kami berharap kepada Bpk. Bupati Maluku Tengah kedepannya agar dapat dibangun jalan menuju ke hutan dibelakang Negeri Kariu, Kami masyarakat Negeri Kariu pada hari ini menyampaikan bahwa kami masyarakat Negeri Kariu adalah masyarakat yang cinta damai di Pulau Haruku.
Sementara Raja Negeri Aboru mengatakan” Kami mengucapkan selamat dalam proses pelaksanaan pesta budaya yang akan dilaksanakan dan kami mendukung proses pelaksanan kegiatan.
Kami meminta Pj.Bupati Maluku Tengah untuk dapat memperhatikan jalan dari Negeri Aboru ke Negeri Wasu dan dari Negeri Wasu ke Negeri Oma.
Di tambahkan pula oleh Ketua Saniri Negeri Pelauw bahwa”Bahwa rencana kegiatan cakalele ini diharapkan sebagai media untuk mempersatukan tali persaudaraan antara semua Negeri yang ada di P. Haruku.
Agar tempat-tempat yang mempunyai sejarah penting dalam berdirinya sejarah P. Haruku agar di bangun monumen untuk menjadi pengingat serta destinasi wisata.
Pernyataan dukungan yang disampaikan oleh perwakilan undangan se-Kec. P. Haruku kemudian dikonsepkan dalam pernyataan dan akan diserahkan kepada Bupati Maluku Tengah. (Rdks)
