Ambon beritasumbernews.com Sabeum Nim Okto Resusun, Pelatih Kepala Dojang Bumi Putra bersama pelatih-pelatih Taekwondo Indonesia Kota Ambon sangat menyesal dengan Kepengurusan Pengprov yang mana orang luar bisa meminpin kami Taekwondo maluku, sedangkan di Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) Mengatakan, ketua-ketua harus berkedudukan di Ibu Kota Provinsi selama 5 tahun baru menjadi seorang ketua.
” Karena TI kota Ambon merupakan, ujung tombak atau Barometer kota ambon, diminta supaya ada perhatian Khusus dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pemerintah Provinsi Maluku,
“Lebih lanjut’ Disingung terkait dengan perkataan, yang dikeluarkan, Oleh salah seorang Pengurus Pengprov TI Maluku, yang tidak disebut namanya, telah menyingung perasaan kami pelatih-pelatih TI Maluku, dengan tidak sengaja,”mengeluarkan kata , bahwa Taekwondo Maluku itu miskin dan bodoh.
“Dikatakan, atas kekesalan terhadap Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) DAN KUKKIWON, yang mana sudah dua (2) kali ujian, saya dan teman-teman sudah melaksankan ujian dari Pelatih Persatuan Beladiri Taekwondo Indonesia (PBTI ), yang sama ,tapi selama ini, tidak terealisasi sampai sekarang.”ungkapnya
“Sebenarnya, apa kami teman-teman TI kota Ambon semua punya salah?, kalau ada yang salah, *Mari Katong Baku Gandeng Tangan, Satu Hati untuk cari jalan keluar,* dan saya tidak mau gagal, ‘ ujar Sabeum Okto
” Menurutnya, uang bisa di cari, tapi waktu tidak bisa dilaksanakan, bersabarlah saja,ini mungkin ujian untuk kita semua, “seperti pepatah mengatakan ” *Siapa yang menuai dia yang menghasilkan., siapa yang menanam dia yang dapat terbaik*
” Dikatakan bahwa kami pelatih Maluku ini walaupun dikatakan orang kurang, miskin, atau bodoh, kami rasa tidak masalah,
tapi saya mau bilang ,” anak-anak kami tidak miskin, apalagi disebut bodoh , semua terbaik kok ,kalau memang kalian punya motivasi buat saya punya anak anak, tidak masalah, biar saya *makan sagu salempeng bagi dua dengan saya punya anak-anak tidak ada masalah, sebab kami punya tujuan hidup, Maluku harus bangkit*. Jelas Okto di kediaman Natsepa Best ,Minggu (24/1/2023)
“Lanjut” tanpa kami, sapa lai mau bantu katong, lalu jangan cari yang enakNya saja untuk di Maluku. Kami anak- anak Maluku yang terbaik dan pingin yang terbaik untuk Maluku”.tegasnya
“Ditambahkan,
untuk perkembangan kedepan, semua tergantung kami teman-teman pelatih TI maluku dan TI kota Ambon, mau bangkit atau tidak, jangan hanya duduk dalam tampurung, lalu satu mangiri yang lain.
Ayo mari bersatu untuk majukan TI Maluku dan TI kota Ambon untuk generasi atlit kita kedepan. harapnya.
“Ada pepatah juga, kami tidak bisa menyapu, kalau sapu lidi itu tidak bisa satu ikat, kalau katong ikat sapu lidi, katong bisa sapu orong bersih semua.
katong harus hidup seperti menyapu lidi, senang satu rasa, semua rasa.”pungkasnya
“Saya hanya menghimbau ,untuk Teman-teman pelatih TI Maluku dan Kota Ambon, untuk figur kedepan , harus orang yang mau berkorban, karena olahraga ini adalah olahraga orang gila, kata Okto ,! Kami masih sadar diri, Kita punya anak-anak Maluku yang terbaik, Jang sampai timbal balik untuk latihan
“Berbuat yang terbaik untuk Taekwondo Indonesia di Maluku , kasihan kami anak daerah, jangan ikut kami , karena kami orang-orang miskin dan bodoh semua, bukan orang kaya ,kenapa harus ikut kami peletih Club, yang punya motivasi buat anak- anak didik untuk yang terbaik kedepan.
“kata sabeum Okto, jujur kalau orang yang tipe seperti itu, tidak mampu untuk mengembankan taekwondo, “,pungkasnya (**)
