SBB,beritasumbernews.com,Jodis Rumasoal anggota DPRD Kab SBB Fraksi PDIP yang di viralkan sejumlah media dan medsos terkait dugaan lakukan perbuatan pidana pelecehan seksual pada salah satu warga Desa Kairatu yang juga adalah tokoh perempuan pada LSM PMKRI yang kejadiannya beberapa waktu lalu.

Hal ini menarik perhatian publik sampai – sampai dapat respon keras dari DPP PDIP di Jakarta, akhirnya menjaga Marwah partai PDIP, di arahkan kepada Jodis untuk lakukan mediasi dan bangun komunikasi secara baik dengan pihak keluarga korban.

Hal ini di lakukan Jodis pada dua hari kemarin dengan melibatkan keluarga besar RumasoaL, Lumapuy, Sasake, Lekalaete pemerintah desa bersaudara Neniari gunung, Neniari piru, Nuruwe, Wakolo, Patahuwe, Lomoly dan beberapa negeri adik bersaudara, datangi orang tua keluarga korban di Kairatu guna meminta maaf atas perbuatan tersebut. Kamis 26/01/2023

Permintaan maaf Jodis bersama keluarga besar dan tokoh – tokoh Desa dari beberapa Desa dan Negeri, yang di lakukan dengan air mata oleh orang tua Jodis dengan cara berlutut sujud sembah orang tua korban namun permintaan Jodis di tolak mentah – mentah oleh orang tua dan keluarga korban.

Menurut ibu dari korban bahwa semua di kembalikan kepada korban dan organisasinya di Jakarta, serta mengatakan secara keluarga besar bahwa pihaknya menghargai proses hukum yang sedang berjalan atas perbuatan Jodis kepada korban pelecehan seksual verbal melalui via Whatsaap.

Saat permintaan maaf itu, Jodis juga menyatakan pernyataannya bahwa” secara pribadi dirinya berjanji kepada korban, keluarga korban, organisasi PMKRI, dan pada Partai PDIP serta seluruh perempuan di Indonesia bahwa ia tidak akan mengulangi lagi perbuatannya yang kedua kalinya. Cetus Jodis sambil meneteskan air matanya

Ia secara pribadi dan lembaga DPRD serta PDIP akan tetap menjunjung tinggi nilai – nilai budaya dan adat istiadat setiap Negeri di Kabupaten SBB maupun secara umum Negara Indonesia. Ucap Jodis menutup (Tim)