Malteng,beritasumbernews.com,Memasuki hari ketiga, Inspektorat Maluku Tengah gencar dalam mengumpulkan dokumen-dokumen terkait penggunaan DD dan ADD Negeri Nolloth tahun 2017-2021, yang saat itu masih dipimpin oleh mantan Raja/Kepala Pemerintahan Negeri Nolloth Mezakh Huliselan yang sudah mengakhiri masa tugasnya dan Staf Negeri Nolloth yang masih aktif hingga sekarang.

Inspektorat Maluku Tengah bersama tim yang dalam hal ini Mahmud Djokdja sebagai ketua tim investigasi yang ditemui media ini menjelaskan bahwa kehadiran kita disini dalam menjawab pengaduan dan keluhan-keluhan masyarakat terkait dugaan penggelapan dokumen dana desa ( DD ) dan Alokasi Dana Desa ( ADD ) tahun anggaran 2017-2021 Negeri Nolloth yang dilaporkan oleh mantan Staf Saniri Negeri Nolloth. Ungkapnya

Untuk itu, tambah Djokdja, kita telah melakukan pemanggilan Sekretasis beserta Staf Negeri Nolloth dan masyarakat penerima bantuan, ibu-ibu kader posyandu, Paud, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk meminta dokumen, dari sini kita akan menginput kemudian memilah pekerjaan-pekerjaan mana yang diduga terjadi penyalahgunaan keuangan negera. Tutur dia

Dari sini kita bisa menghitung ada berapa selisi yang menjadi kerugian negara, disinggung terkait hasil pemeriksaan, dirinya mengakui kalau timnya hanya melakukan tugas mereka sebatas menginput dan mencocokan serta menguji dengan laporan realisis kemudian mengujinya dengan bukti-bukti belanja terkait kegiatan-kegiatan yang dikerjakan.

Pasalnya” jadi untuk mengetahui apakah nota-nota belanja benar atau tidak itu ada tahapannya, sampai saat ini pihaknya belum menemukan kesesuaian namun kalau selisi pasti ada, ungkap Djokdja

Perlu diketahui bahwa laporan dugaan penyalahgunaan dan penggelapan dokumen DD dan ADD Negeri Nolloth sudah lama dilaporkan ke kejari ambon maupun ke polsek Saparua untuk diproses ungkap salah satu tokoh masyarakat Negeri Nolloth yang juga mantan ketua Saniri Negeri Nolloth J. Malessy

Dikatakan Malessy, bahwa kejari Ambon sudah melayangkan surat ke inspektorat Maluku Tengah sebanyak 2 kali untuk memintai dokumen perincian kerugian keuangan negara dan baru kali ini mereka turun ke Negeri Nolloth untuk merealisasikan laporankan laporan tersebut.

Untuk itu pihaknya meminta agar tim inspektorat yang sudah 3 hari melakukan pengumpulan dokumen agar jeli dan teliti serta bekerja dengan jujur dalam mencari dan mengumpulkan semua dokumen yang ada, tegas Malessy

Banyak yang sudah kami laporkan, sesuai hasil temuan kami dan laporan masyarakat terkait penggelapan dokumen tahun 2017-2021.

Pajak selama 5 tahun, Bantuan Perikanan, Pengadaan bantuan bibit anakan cengkih dan pala, Bantuan rumah layak huni yang sampai saat ini 2 rumah belum dikerjakan sama sekali padahal materialnya sudah diserahkan, dan banyak program – program yang belum terealisasi dan diterima tidak sesuai RAB, Beber Malessy

Untuk itu kami meminta tim inspektorat yang sementara bekerja agar jeli dan teliti serta jujur dan tidak terpengaruh oleh pihak lain, karena kami akan mengawal poreses ini hingga tuntas, Tegas Malessy. (Joji)