Ambon,beritasumbernews.com,Terjadi kerusakan ekosistim di perairan pesisir Desa Poka yang mengakibatkan matinya mangrove sehingga langkah bijak di lakukan Komisi III DPRD Kota Ambon dengan mengajak pihak Kepala Desa, pihak PLN, dan juga pihak DLH Kota serta DLH Provinsi.
Dalam pertemuan yang di gelar kemarin siang di ruang paripurna DPRD kota Ambon itu, guna mencari solusi untuk mengetahui sebab akibat penyebab matinya mangrove dan kerusakan ekosistim yang terjadi di pesisir pantai Desa Poka saat ini. Jumat 24/02/2023
Usai pertemuan tersebut kata ketua Komisi III Margaretha Siahay kepada wartawan bahwa” kurang lebih sudah beberapa bulan berjalan ini ternyata pengujian lep tersebut hingga saat ini belum terkontaminasi. Ungkap Siahay
Hasil lep tersebut itu menurutnya baik dari pihak Ikapati, maupun dari DLH Provinsi semuanya hingga saat ini tidak terkontaminasi.
Siahay menegaskan” jika pun uji lep itu tidak ada maka menjadi dasar bagi DLH provinsi untuk harus segera bekerja, harus eksen, dengan cara apapun untuk mangrove tersebut di tanam kembali. Ucap Siahay
Di katakannya Siahay” pihak PLN sendiri sudah siap, untuk berproses dalam upaya pengalihan limbahnya dan membantu bagaimana menyelesikan permasalahan tersebut, guna bisa mangrove tersebut hidup kembali. Jelas Siahay
Yang di kawatirkan dengan adanya limbah PLN akan bisa mengakibatkan biota laut juga mati selain ekosistim menjadi rusak, dan matinya mangrove.
Sementara Kepala Desa Poka Ivon Kelbulan yang juga di temui awak media di lokasi yang sama usai rapat dengan Komisi III, mengatakan” pihaknya di undang dalam mengikuti rapat koordinasi dengan pihak DLH dan pihak PLN serta Komisi III. Ucap Kelbulan
Kelbulan mengatakan” dengan di undangnya sebagai Kepala Desa, maka ia merasa pihaknya juga sedang di perhatikan, dan menurutnya terkait dengan pencemaran lingkungan, dan sampah, pihaknya sering melakukan koordinasi terus menerus. Ungkapnya
Kata Kelbulan” pihaknya juga selalu bangun koordinasi dengan pihak Unpatti, bahwa jika ada sesuatu yang perlu di sampaikan pihaknya akan terus bangun koordinasi dengan baik, terkait informasi tentang penyebab matinya mangrove.
Kata Kelbulan” pihaknya sudah bangun koordinasi dengan pihak PLN dan pihak PLN sudah siap untuk melakukan rekonstruksi kembali limbahnya agar tidak di buang ke laut, sehingga bisa menanam kembali mangrove dengan baik dan bis tumbuh.

Kelbulan menjelaskan” akan menjadi percuma jika saat ini sudah terjadi pencemaran yang sangat besar dengan angka kedalaman yang sudah cukup siknifikan, sehingga sangat di butuhkan perbaikan kembali oleh pihak PLN terkait limbahnya.
Kelbulan mengatakan juga bahwa” terkait dengan sampah di laut, untuk tahun ini guna menjawab persoalan tersebut pihaknya sudah programkan pengadaan spedboad berbodi fiber guna mengangkut sampah – sampah yang ada di laut, dan itu di anggarkan dari Dana Desa. Sebut Kelbulan (Veja)
