Ambon,beritasumbernews.com,Sampel uji sudah di lakukan oleh pihak Dinas Lingkungan hidup provinsi Maluku sudah melakukan uji sampel dan ternyata semua itu ada di bawa bakumutu.
Hal ini di sampaikan Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Roy Siauta kepada sejumlah wartawan di gedung paripurna DPRD kota Ambon usai ikut rapat bersama dengan Komisi III DPRD kota ambon terkait sampah yang mengakibatkan mangrove di pesisir pantai Poka tidak bisa tumbuh dengan baik. Jumat 24/02/2023
Menurutnya” dari sisi pencemaran itu tidak terjadi pencemaran, namun berdasarkan fakta di lapangan menurut Roy, lokasi tersebut sejak tahun 2002, yang mana saat itu status DLH belum dinas namun masih BAPEDAL.
Sejak saat itu pihaknya sudah melakukan pemantauan dan sudah di lakukan penanaman mangrove, dan sejak saat itu di tanam namun tidak pernah bisa tumbuh, karena di lokasi tersebut terdapat banyak sampah dan kandungan lemak sangat tinggi.
Sedangkan pertumbuhan mangrove sekarang itu sedemennya sudah naik hampir sama dengan permukaan, berbagai pihak sudah lakukan penanaman, pihak DLH selalu melakukan pengawasan dan DLH juga yang sudah memasang jaring. Ungkapnya
Kata Roy” waktu pertumbuhanny mangrove itu, di ketahui sampah yang di angkat saat itu kurang lebih 4/5 tahun lalu, pihaknya mengangkut sampah sebanyak 12 truk lebih, kemudian tiga bulan kemudian di angkat lagi sebanyak 9 truk, dan trakhir itu 7 truk.
Di katakannya Roy, bahwa berdasarkan kondisi saat ini tidak bisa di temukan siapa yang menyebabkan mangrove – mangrove itu mati.
Dari hasil uji lep itu, kandungan lemak itu masih di bawa bakumutu, sementara di lokasi tersebut banyak sekali aktifitas, baik masyarakat, maupun PLTD, dan bahkan ad kapal – kapal yang melabuh jangkar di sekitar lokasi tersebut, bahkan ada aktifitas warung makan dan juga bengkel.
Lewat uji lep pada tahun 2002 itu di ketahui ternyata kandungan lemak di lokasi tersebut sudah cukup tinggi, sehingga di duga dari pengamatan tahun itu, yang mana menanam mangrove dengan sedimennya tinggi maka pasti mangrovenya akan tumbuh baik. Ulas Roy
Namun sangat di sayangkan akibat mangrove – Mangrove tersebut itu mati, maka dari uji Ikapati itu, pada lokasi tersebut harus di lakukan restorasi. Jelas Roy
Akibat terjadi pencemaran mengakibatkan begitu banyak mangrove yang mati, sehingga di katakannya Roy bahwa berdasarkan hasil uji Ikapati itu bahwa pihaknya tidak bis menjadi siapa yang mengakibatkan mangrove itu mati, karena sudah banyak aktifitas di lokasi tersebut.
Dari hasil sampel yang di ambil dan berdasarkan hasil uji lep dari Ikapati yang menyatakan bahwa semuanya di bawa bakumutu, namun pihaknya tidak bisa menemukan bukti bahwa matinya mangrove akibat ulah siapa, karena di dapati banyak aktifitas dengan sampah yang begitu sangat banyak. Ungkap Roy
Salah satu unsur yang mengakibatkan matinya mangrove – mangrove yang di tanam tersebut adalah akibat dari sampah yang begitu banyak, karena dari sampah itulah di temukan mengandung lemak yang begitu banyak. Ucap Roy
Belum mengambil langkah ketegasan oleh DLH baik kota maupun provinsi terhadap hal yang terjadi itu, karena setelah hasil uji lep pihak DLH sudah keluar, namun masih ada sejumlah uji lep dari pihak lain, sehingga pihak DLH mencoba menahan diri agar hasil uji lep pihaknya bisa di sesuaikan dengan hasil uji lep pihak lain itu. Terang Roy
Di akhir keterangannya Roy menyatakan bahwa” pencemaran yang terjadi itu, sebenarnya tergantung ada pada kesadaran semua orang yang beraktifitas di lokasi tersebut. Ujar Roy (Veja)
