Kamal – beritasumbernews.com – Maluku secara umum di hantam hujan yang tidak henti – hentinya, sepanjang beberapa waktu trakir ini, sehingga terjadi berbagai bencana alam dimana – mana termasuk di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tepatnya Desa Kamal dan Waisarissa.
Bencana alam yang terjadi di Desa Kamal, Kabupaten SBB itu, berupa Banjir yang menghantam rumah penduduk serta jalan putus, ambruk, sejak Kamis hingga Jumat hari ini. Jumat 14 Juli 2023.
Akibat dari bencana yang terjadi puluhan rumah warga di Desa Kamal harus tergenang air, akibat dari banjir tersebut.
Selain itu jalan trans Seram penghubung dari Desa Waipirit, Kairatu ke arah Piru tepatnya tanjakan gunung parang di Desa Kamal terjadi putus.
Aktifitas masyarakat pun terganjal, baik kendaraan roda dua maupun roda empat juga terganjal, sulit meliwati jalan tersebut dan bahkan sangat berbahaya bagi pengendara, karena jalan tersebut terjal.
Warga masyarakat mengeluh karena setiap waktu musim penghujan dari tahun ke tahun selalu saja masyarakat Desa Waisarissa mengalami hal demikian.
Salah satu warga masyarakat Desa Kamal Luis Pesireron kepasa awak media beritasumbernews.com menyampaikan, secara pribadi dan masyarakat dia merasa kurang adanya perhatian pemerintah baik pemerintah Kabupaten maupun pemerintah Provinsi. Sebut Pesireron
Katanya lagi” dari tahun ke tahun kejadian serupa terus terjadi setiap musim penghujan, bahkan pemerintah pun sering meliwati dalam Desa Kamal dan Waisarissa namun hanya bisa melihat, hingga saat ini Desa Kamal dan Waisarissa terus alami hal yang serupa. Cetus Pesireron
Sementara Kepala Desa Waisarissa Mesak Monaten saat di tanyai terkait banjir langganan, kata Kades bahwa” Desa Kamal susah menjadi langganan banjir, karena di belakang kampung sendiri ada kalu mati yang mana saat musim penghujan baru kali mati tersebut di aliri air.
Selain itu menurut Kades juga ada drainase yang di kerjakan puluhan tahun lalu hingga saat ini sudah rusak namun belum di perbaiki sehingga akibat dari itulah saat terjadi banjir maka dampaknya masyarakat mengalami kebanjiran pada setiap rumah warga.
Kata Kades beberapa waktu lalu pada tahun lalu, asa orang pemerintah provinsi yang mendatangi Desa Kamal guna mengukur drainase tersebut namun sangat di sayangkan hanya sebatas mengukur dan terus mengukur namun hingga saat ini tidak ada apapun yang di buat.
Kades minta perhatian pemerintah baik Kabupaten maupun pemerintah Provinsi untuk serius melihat drainase atau saluran air di Desa Kamal dan Waisarissa yang hingga saat ini tidak berfungsi. Ucap Kades
Sedangkan Camat Kairatu Barat Hesty Wamese yang di hubungi menyampaikan bahwa” pihaknya sudah menghubungi pihak Pemerintah Kabupaten lewat Dinas Bencana Alam untuk segera mengambil langkah cepat melihat akan kondisi yang terjadi saat ini di Desa Kamal dan Waisarissa.
Sedangkan salah satu rumah warga milik Poly Polyaan di Desa Waisarissa yang di hangam banjir tersebut, bagian belakang rumahnya hampir ambruk dan terputus karena terkikis air banjir yang deras mengalir. (Veja)
