
SBB – beritasumbernews.com SMA Negeri 18 Seram Bagian Barat sukses menyelenggarakan Workshop Penyusunan KSP dan Pengembangan RPP dalam Kerangka Pembelajaran Mendalam pada Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi baru bagi para guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Huamual Belakang, Jumat, (26/9/25)
Hadir sebagai narasumber utama, Ode Abdurrachman, fasilitator Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku yang juga pernah menjadi fasilitator Program Sekolah Penggerak. Beliau memberikan penguatan penting terkait implementasi Kurikulum Merdeka yang telah disederhanakan sesuai panduan terbaru dari Kemendikdasmen.
Dalam paparannya, Ode Abdurrachman menekankan pentingnya strategi pembelajaran yang berpihak kepada siswa. Guru diajak untuk tidak hanya fokus pada penyusunan dokumen kurikulum, tetapi juga mampu menghidupkan suasana kelas melalui metode pembelajaran kontekstual. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan video pembelajaran dan audio pembelajaran yang dapat diterapkan lintas mata pelajaran, sehingga memberikan variasi dan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa.
Workshop ini tidak hanya diikuti oleh seluruh dewan guru SMA Negeri 18 Seram Bagian Barat, tetapi juga melibatkan guru-guru dari SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Huamual Belakang, SMP Negeri Huamual Belakang, serta MTs LKMD Tahalupu.
Para peserta memberikan respon yang antusias. Mereka mengaku bersyukur karena mendapatkan ruang belajar bersama yang kolaboratif.
Kepala SMA Negeri 18 Seram Bagian Barat, Abdul Kadir Tomadina, M.Pd, dalam wawancaranya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
> “Workshop ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna. Dengan dukungan narasumber berpengalaman, kami yakin guru-guru semakin percaya diri dalam menyusun RPP dan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Harapan kami, hasil dari pelatihan ini tidak hanya berhenti di forum, tetapi benar-benar diterapkan di ruang kelas,” ujar Abdul Kadir.
Sementara itu, perwakilan guru peserta workshop, Jailan Duila S.Pd , dari SMP Negeri 12 Huamual Belakang, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat.
> “Kami mendapatkan banyak wawasan baru, terutama tentang bagaimana menyederhanakan RPP atau modul ajar namun tetap berkualitas. Strategi pembelajaran yang diperkenalkan juga membuka pandangan kami bahwa siswa harus menjadi pusat proses belajar. Saya yakin ilmu ini bisa langsung kami terapkan di sekolah,” ungkapnya.
Perwakilan guru dari SD Negeri 2 Tahalupu, Huamual Belakang, Bapak Arsad Galela, S.Pd., juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas jenjang sangat penting.
> “Workshop ini bukan hanya untuk SMA, tetapi juga membuka kesempatan guru SD dan SMP untuk belajar bersama. Dengan begitu, kesinambungan pembelajaran dari jenjang dasar hingga menengah bisa lebih terjaga,” ujarnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kualitas pembelajaran di Seram Bagian Barat semakin meningkat, dan guru-guru semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era baru.(*)
