Menampilkan: 1 - 10 dari 74 HASIL
Berita DPRD Provinsi Maluku

DPRD Provinsi Maluku Minta Pemprov Paparkan Capaian Visi-Misi dan Tindak Lanjut Rekomendasi 2018

Ambon – beritasumbernews.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku komisi III Muhammad Reza Mony.SH meminta Pemerintah Provinsi memaparkan secara transparan capaian visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur, serta tindak lanjut rekomendasi DPRD tahun 2018.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Reza Mony dalam pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban. Menurutnya, penjelasan detail penting agar DPRD bisa merespons pertanyaan masyarakat dan meredam gejolak di daerah.ujarnya

“Tanpa ini, gejolak di daerah akan terus terjadi. Kita tidak bisa fokus bicara pembangunan kalau sibuk dengan hal-hal yang menguras energi dan justru melemahkan kepemimpinan daerah,” ujarnya.

Tiga Poin yang Ditagih ;
DPRD Promal yang perlu dijawab Pemprov:

1. *Capaian visi-misi*: Sudah sejauh mana program Gubernur dan Wagub dilaksanakan.
2. *Penanganan masalah 2020*: Sejauh mana penanganan persoalan pembangunan di Provinsi Maluku tahun 2020.
3. *Tindak lanjut rekomendasi DPRD 2018*: Rekomendasi DPRD pada 2018 sudah sejauh mana ditindaklanjuti OPD.

“Pertanyaan ini untuk semua OPD. Tolong dijelaskan rinci. Ini penting disampaikan transparan supaya kami bisa beri penjelasan ke masyarakat,” tegasnya.

Muhammad Reza Mony.SH menyebut DPRD ingin membantu pemerintah daerah bekerja dengan baik. Karena itu perlu kerja sama menenangkan stabilitas daerah agar fokus pembangunan tidak terganggu.

“Kita ingin membantu pemerintah yang ada sekarang. Maka kita perlu kerja sama menenangkan kondisi di daerah. Supaya kita bisa fokus bicara pembangunan Provinsi Maluku,” tutupnya.

(Chey)

Berita DPRD Provinsi Maluku

Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, M. Fauzan Rahawarin, Mendukung Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Blok Masela 

Ambon – beritasumbernews.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, M. Fauzan Rahawarin, menekankan pentingnya pelibatan sumber daya manusia (SDM) lokal serta kesiapan infrastruktur dalam mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional Blok Masela.

Hal tersebut disampaikan Fauzan usai menghadiri rapat bersama Pemerintah Provinsi Maluku, SKK Migas, dan INPEX di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (01/04/2026), yang membahas rencana groundbreaking proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Menurutnya, DPRD memberikan apresiasi atas kehadiran seluruh stakeholder, termasuk SKK Migas dan pihak INPEX, dalam upaya mempercepat realisasi proyek tersebut.

Ia secara khusus mendorong agar Universitas Pattimura dilibatkan dalam proses rekrutmen tenaga kerja, sebagai bagian dari pemberdayaan SDM lokal Maluku.

“Pelibatan Unpatti penting agar tenaga kerja lokal bisa diberdayakan secara maksimal dalam proyek ini,” ujarnya.

Selain itu, Fauzan juga menyoroti aspek mitigasi bencana yang harus menjadi prioritas, mengingat proses produksi Blok Masela akan dilakukan di daratan, bukan di laut.

“Mitigasi risiko bencana harus disiapkan dengan matang oleh pihak INPEX agar potensi risiko dapat diminimalisir,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menilai pembangunan infrastruktur pendukung juga perlu mendapat perhatian serius. Hingga saat ini, sejumlah fasilitas, termasuk bandara, dinilai belum memenuhi standar untuk mendukung aktivitas proyek berskala besar.

“Kita harap ke depan infrastruktur pendukung, baik di tingkat provinsi maupun khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, dapat segera dilengkapi,” katanya.

Fauzan juga menyinggung aspirasi masyarakat, khususnya nelayan, terkait hak-hak yang sebelumnya telah dijanjikan. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik oleh pemerintah daerah.

Lebih lanjut, ia menilai kehadiran proyek Blok Masela akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, khususnya di Kepulauan Tanimbar.

“Ke depan akan ada dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat,” pungkasnya (**)

DPRD Provinsi Maluku

Anggota DPRD Promal Halimun Saulatu Optimis Rebut Ketua Demokrat Maluku

Ambon – beritasumbernews.com – Halimun Saulatu, SE, M.Si sebagai salah satu figur yang dinilai layak memimpin dewan pimpinan daerah (DPD) partai Demokrat provinsi Maluku dengan pengalaman politik yang matang serta kapasitas kepemimpinan yang teruji saulatu dianggap mampu membawa partai berlambang mercy itu menjadi lebih solid progresif dan dekat dengan masyarakat Maluku pada umumnya.

(Selasa 24/03/2026)

Perjalanan politik suatu terbilang panjang dan penuh konsistensi ia memulai karir politik dari tingkat daerah dan terus menunjukkan dedikasi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya di Maluku Ujarnya.

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan politiknya adalah saat dipercaya menjadi anggota DPRD kabupaten Maluku tengah dalam perannya tersebut seolah tuh dikenal aktif memperjuangkan kepentingan rakyat serta mendorong kebijakan yang berpihak pada masyarakat, tak hanya itu ia juga pernah menjabat sebagai ketua DPC partai Demokrat kabupaten Maluku Tengah kepemimpinannya di tingkat kabupaten dinilai berhasil dalam mengkonsulitasikan kader memperkuat struktur organisasi serta membangun komunikasi politik yang efektif dengan berbagai kalangan.

Karier politiknya terus berkembang hingga ke tingkat provinsi saat ini salat menjabat sebagai anggota DPRD provinsi Maluku ia juga dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Ketua fraksi partai Demokrat DPRD Provinsi Maluku yang menunjukkan tingkat kepercayaan partai terhadap kapasitas dan integritasnya.

Selain itu salat juga pernah mengembangkan amanah sebagai bendahara partai Demokrat Maluku pengalaman tersebut semakin memperkaya kemampuannya dalam mengelola organisasi partai secara menyeluruh di bidang pendidikan suatu memiliki latar belakang akademika yang kuat ia menyelesaikan pendidikan S1 di UMI Makassar S2 di UKSW Salatiga dan melanjutkan studi S3 di lingkungan universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM).

Bekal pendidikan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun kepemimpinan yang inklusif serta mampu merangkul kemajemukan di Maluku dengan pengalaman dari tingkat kabupaten hingga provinsi sewaktu dinilai memahami strategis pembangunan kekuatan partai secara sistematis, ia tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik tetapi juga mendorong partai sebagai wadah perjuangan aspirasi masyarakat.

Selain itu halimun sholat itu juga dikenal memiliki komitmen terhadap pembangunan daerah yang memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Maluku mulai dari sektor ekonomi pendidikan hingga tantangan pembangunan wilayah kepulauan.

Dengan kepemimpinan yang inklusif serta kemampuan merangkul berbagai pihak banyak kalangan menilai Halimun Saulatu sebagai figur yang tepat untuk memimpin DPD partai Demokrat provinsi Maluku ke depan, berbekal pengalaman sebagai anggota DPRD kabupaten Maluku Tengah ketua DPC partai Demokrat Maluku Tengah hingga kini menjabat sebagai anggota DPRD provinsi Maluku sekaligus Ketua fraksi partai Demokrat DPRD Provinsi Maluku hal ini memiliki kapasitas untuk membawa partai Demokrat di Maluku menjadi lebih kuat dan berorientasi pada kepentingan rakyat Maluku.
(bs01)

DPRD Provinsi Maluku

Pengamanan Lebaran dan Keterbatasan Layanan Hukum di Daerah Kepulauan Jadi Soroton komisi I DPRD Promal. 

Ambon – beritasumbernews.com – Komisi I DPRD Maluku menyoroti Pengamanan Lebaran dan Keterbatasan Layanan Hukum di Daerah Kepulauan.

Hal ini di sampaikan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Solichin Buton, kepada wartawan di ambon menyampaikan” Dari hasil pengawasan di lima kabupaten/kota di dapati ada hal yang menonjol terkait Pengamanan Lebaran dan Keterbatasan Layanan Hukum di Daerah Kepulauan. Ucapnya (Ambon -02/03/26)

Dirinya mengatakan” Pengawasan tersebut dilakukan di Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kota Tual, dan Kabupaten Maluku Tengah, yang merupakan lingkup kerja Komisi I di bidang pemerintahan, hukum, dan keamanan.

Solichin menjelaskan, Komisi I telah menggelar rapat bersama seluruh Kapolres dan Dandim di lima daerah tersebut guna membahas kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul fitri di 11 kabupaten/kota di Maluku.

“Kami sudah tekankan agar ada penjagaan maksimal sehingga umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Selain pengamanan Lebaran, Komisi I juga menyoroti keterbatasan fasilitas pelayanan hukum dan keamanan di sejumlah daerah, khususnya di Buru Selatan dan Kepulauan Tanimbar.

Menurut Solichin, sejumlah lembaga penting seperti Pengadilan Negeri, Kejaksaan, serta fasilitas pelayanan kepolisian belum tersedia secara memadai di daerah tersebut.

Ia mencontohkan, masyarakat Buru Selatan yang ingin mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) harus menuju Kabupaten Buru. Bahkan, untuk pengurusan STNK dan BPKB, warga harus ke Ambon. Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat karena tingginya biaya transportasi antarpulau.

Kita akan berkoordinasi dengan Polda agar pelayanan dasar seperti pembuatan SIM bisa difasilitasi di masing-masing kabupaten, supaya tidak membebani masyarakat dengan biaya transportasi yang mahal,” tegasnya.

Komisi I DPRD Maluku berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di wilayah-wilayah kepulauan yang masih terbatas akses dan infrastrukturnya. Pungkasnya

DPRD Provinsi Maluku

Pernyataan Terkait Sengketa dan Eksekusi Lahan Hotel Anggrek*

Ambon,- beritasumbernews.com -Komisi I DPRD yang membidangi hukum dan HAM menegaskan bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat terkait persoalan eksekusi lahan di kawasan Hotel Anggrek.

Sebagai lembaga politik, DPRD tidak mengintervensi putusan pengadilan.

Namun DPRD tetap menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk dengan melakukan rapat dan memanggil sejumlah pihak terkait.

Hal ini disampaikan , wakil ketua komisi I, Edy Sarmanela ” di ruang rapat komisinya jumat (5/2/2026)

Berdasarkan laporan yang diterima, kawasan yang disengketakan memiliki luas sekitar 32 hektare dan di dalamnya terdapat berbagai fasilitas negara, di antaranya Korem, dinas pendidikan, RRI, serta rumah-rumah masyarakat di sekitar lokasi tersebut.

Karena itu, persoalan ini dinilai berdampak cukup besar bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

Dalam proses hukum yang berjalan, diketahui terdapat dua putusan pengadilan yang berkaitan dengan sengketa lahan tersebut, yakni putusan dari pihak yang memenangkan perkara sebelumnya serta putusan lain dari pihak yang mengajukan gugatan berikutnya.

Putusan pertama telah dieksekusi, sementara putusan berikutnya juga akan memasuki tahapan eksekusi sesuai pemberitahuan dari pengadilan.

Sarmanela juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan atau mengintervensi putusan pengadilan. Peran DPRD hanya sebatas menindaklanjuti laporan masyarakat dan memfasilitasi komunikasi antara pihak-pihak terkait.

Dalam rapat dengar pendapat, Komisi I juga telah memanggil sejumlah instansi seperti Korem, Koramil, BPN, serta pihak terkait lainnya untuk mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan sengketa lahan tersebut.

Kami DPRD berharap persoalan ini dapat diselesaikan sesuai mekanisme hukum yang berlaku serta mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.(chey)

Berita DPRD Provinsi Maluku

Ketua Komisi I DPRD Maluku Minta Polisi Sigap Antisipasi Konflik*

Ambon,- beritasumbernewsnewa.com

Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, meminta Kepolisian Daerah Maluku bersama jajaran Polres di wilayah Maluku untuk sigap mengantisipasi potensi konflik di tengah masyarakat.

Permintaan ini disampaikan menyusul sejumlah peristiwa yang terjadi di beberapa wilayah Maluku, termasuk kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oknum anggota Korps Brigade Mobil terhadap seorang siswa di Tual yang berujung meninggal dunia.

Solichin menyayangkan peristiwa tersebut dan menegaskan agar oknum Brimob diproses secara transparan dan terbuka. Menurutnya, proses hukum yang jelas penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Ia juga meminta agar pelaku diberikan sanksi tegas guna memberikan efek jera serta memenuhi rasa keadilan bagi korban.

Pernyataan tersebut disampaikan Solichin kepada wartawan di Rumah Rakyat Karang Panjang, Ambon, Senin (2/3/2026).

Selain itu, ia juga menyoroti situasi di Piditan, Kabupaten Maluku Tenggara, yang sempat memanas. Ia mengimbau kelompok masyarakat yang bertikai untuk menahan diri, terlebih dalam suasana bulan suci Ramadan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Solichin turut meminta aparat keamanan, termasuk Kapolda dan Kapolres setempat, melakukan deteksi dini guna mencegah potensi konflik meluas.

Terkait konflik di Kabupaten Maluku Tengah antara Desa Hitu dan Desa Mamala, Komisi I DPRD Maluku telah meninjau langsung lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil peninjauan, sebanyak 12 rumah warga dilaporkan rusak akibat terbakar.
Komisi I juga telah berkoordinasi dengan kepala desa, Pemerintah Daerah Maluku Tengah, serta Pemerintah Provinsi Maluku untukmu mendorong pemberian bantuan kepada warga terdampak, khususnya korban yang rumahnya terbakar, guna meringankan s# masyarakat dalam proses perbaikan rumah(chey)

DPRD Provinsi Maluku

Saulatu : Pinjaman 1,5 Dana SMI Dipakai Untuk Bagun Infrastruktur Kabupaten / Kota di Maluku

Ambon – beritasumbernews.com – Pemerintah Provinsi Maluku meminjam Uang sebanyak 1,5 dari dana SMI dipakai untuk membangun infrastruktur di seluruh Kabupaten/Kota di Maluku.

Pernyataan ini disampaikan salah satu Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Halimun Saulatu dari Partai Demokrat saat rapat koordinasi dalam rangka sinkronisasi data antara Komisi III DPRD Provinsi Maluku bersama Dinas PUPR Provinsi Maluku dan Dinas PUPR 11 Kabupaten/Kota di ruang paripurna DPRD Provinsi Maluku pekan kemarin. (Ambon 02/02/2026)

” Dalam anggaran 2026 Pemerintah Provinsi Maluku itu ada menyetujui pinjaman 1, 5 dan kami DPRD mendorong betul bahwa dalam pinjaman itu tidak lagi terjadi seperti pinjaman yang lalu bahwa hanya ada di menumpuk di satu kabupaten kota saja tapi dia harus merata di seluruh kabupaten kota yang ada di Provinsi Maluku, ” ujarnya

Menurutnya, untuk Kabupaten Kepulauan Aru proyek jalan dikerjakan lewat dana SMI sebanyak 3 ruas jalan dengan total anggaran sekitar 83 miliar yaitu ruas jalan nasional sonidal kemudian pembangunan jalan sionidal ke popjetur dan lainya sementara untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar pembangunan air bersih ada empat paket yaitu, Lara, Seira ,Alusi sementara untuk Kabupaten Seram Timur jalan keliling pulau gorong 27 miliar lebih. ”

” Provinsi Kepulauan perencanaan kita itu harus berbeda dengan apa yang merupakan perencanaan daratan kadang kita imelihat begini kita terlalu fokus di proyek-proyek besar tapi kita lupa terkait soal proyek-proyek infrastruktur dasar terutama air bersih jembatan, drainase dan pembangunan rumah bagi masyarakat kita terlalu fokus di proyek-proyek besar sehingga kemudian tidak jalan.

Lebih lanjut kata Saulatu, perlu pembangunan proyek berimplikasi kepada ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi ada pendapatan masyarakat jangan kemudian membangun proyek yang hanya cuma sifatnya proyek tapi dia harus ada multiplayer effect dari sisi ekonomi sehingga masyarakat itu ia bisa terbantukan dari proyek-proyek itu dan kendala kita selama ini adalah bahwa betul disampaikan anggota dewan.

” Mestinya harus ada satu sinergitas baik itu dalam sisi RPJM Antara Provinsi maupun kabupaten atau perencanaan , kami DPRD provinsi sering menyampaikan aspirasi kepada Kementerian maupun ke komisi V DPRD RI tapi kadang-kadang yang kami usulkan itu berdasarkan apa yang kami tahu saja tapi kami tidak juga dapat data dari masing-masing dinas kabupaten kota sehingga kemudian kita ini jalannya sendiri.

Oleh karena itu ke depan Kami harapkan ya apakah ini mungkin bisa memfasilitasi kira itu usulan benar bahwa tiap tahun itu harus ada rapat koordinasi seperti ini pak biar ada data yang terintegrasi , disampaikan kemungkinan usulan itu berubah Kenapa, mestinya ada rekomendasi Gubernur,” Ujarnya.

(Chey)

Berita DPRD Provinsi Maluku

Jhon Lepenny; Stok BBM,Bolog Di Maluku Barat Daya (MBD) Jelang  Ramadhan Aman

Ambon – beritasumbernews.com – Kerja ekstra Komisi 2 sangat penting untuk memastikan semua berjalan lancar menjelang bulan suci Ramadan. Semoga semua bisa berjalan aman dan lancar . Ambon (02/02/2026)

Antisipasi kenaikan harga sembako menjelang Ramadan memang penting. Komisi III biasanya yang menangani urusan ini, tapi pastikan stoknya ada dan harga tetap terkendali. Kerja sama dengan pihak terkait seperti Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan sangat penting untuk memantau situasi.

Semoga harga sembako tetap stabil dan masyarakat bisa merayakan Ramadan dengan nyaman .

Ketua Komisi II, Jhon Lepenny, menekankan pentingnya memastikan stok sembako tersedia. Untuk kenaikan harga, Perindag yang akan mengawasi bersama mitra terkait. Mereka akan rapat internal untuk membahas strategi menghadapi situasi ini, terutama seminggu ke depan menjelang Ramadan.

Semoga semua bisa berjalan lancar dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan sembako

Cuaca ekstrem kemarin memang bisa mempengaruhi distribusi barang, termasuk BBM dan beras. Tapi untungnya, Pertamina dan Bulog sudah siap siaga, jadi stok di MBD (Maluku Barat Daya) sekarang aman.

Langkah-langkah antisipasi sudah diambil, termasuk mengatur transportasi, sehingga tidak ada lagi kelangkaan.

Kata Lepenny, cuaca ekstrem membuat transportasi jadi sulit. Kapal yang membawa minyak ke MBD tidak bisa berlayar karena ombak terlalu kuat. Ini menyebabkan kelangkaan BBM dan beras di Maluku Barat Daya. Dia menyampaikan permohonan maaf dan berharap situasi bisa segera membaik untuk saudara-saudara di sana.

Cuaca ekstrem yang tidak terduga membuat perencanaan jadi sulit. BMKG memang sudah memprediksi pancaroba, tapi intensitasnya tidak bisa diprediksi. Jadi, muatan yang sudah siap jadi tertunda karena cuaca. Stok jadi berkurang dan mempengaruhi distribusi. Semoga cuaca segera membaik supaya distribusi lancar lagi .

Ketua juga Mengatakan , stok tersedia, tapi alat angkutnya yang terkendala karena cuaca ekstrem. Dia berharap setelah musim pancaroba selesai, distribusi bisa lancar lagi. Saat ini stok untuk puasa dan lebaran aman, tapi memang perlu pengawasan ketat karena pola musim yang mempengaruhi ketersediaan stok.

Ketua Komisi II, Lepenny, menegaskan bahwa fokus mereka adalah mengawasi stok, bukan kenaikan harga. Mereka sudah melakukan pengecekan ke gudang Bulog dan memastikan kapasitasnya aman. Jadi, stok sembako untuk puasa dan lebaran dipastikan aman.
(Chey)

DPRD Provinsi Maluku

Ini Kata Kerja DPRD Promal; Kwarda Pramuka Dan Kasus Covit 19 Kembali Dibuka, 

Ambon – beritasumbernews.com –

Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun merasa puas atas kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku yang kembali mengangkat dan berupaya menuntaskan sejumlah kasus lama.

Kasus dimaksud termasuk dugaan tindak pidana korupsi anggaran penanganan Covid-19 dan Kwarda Pramuka Maluku.

Benhur menilai, langkah tersebut menunjukkan adanya respon positif kejaksaan terhadap desakan publik dan dorongan lembaga legislatif agar kasus-kasus yang sempat mandek tidak di biarkan menguap tanpa kejelasan hukum.

“Kita harus berterima kasih kepada Kejaksaan. Walaupun sebelumnya kasus seperti ini sempat ditutup, tapi karena desakan masyarakat, Kejaksaan kembali membuka dan meresponsnya. Ini patut diapresiasi,” jelas Benhur, Rabu, (28/1/2026).

Dirinya menegaskan, sejak awal DPRD Maluku konsisten mendorong agar seluruh dugaan tindak pidana korupsi baik yang melibatkan lembaga pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan di usut hingga tuntas tanpa pandang bulu.

Menurutnya, pengungkapan kasus-kasus tersebut sangat penting untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah khususnya anggaran penanganan pandemi Covid-19 yang bersumber dari uang rakyat dan seharusnya di gunakan untuk ntuk kepentingan publik di masa krisis.

“Kalau memang ada pelanggaran, harus dibuka terang-benderang. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” jelasnya.

DPRD Maluku Setujui Rencana Pemprov Pinjam Dana PT SMI Rp1,5 Triliun
Benhur mengingatkan proses penegakan hukum berjalan secara independen dan profesional tanpa intervensi dari pemerintah daerah maupun pihak-pihak berkepentingan lainnya.

“Yang paling penting adalah proses hukum berjalan jujur dan adil. Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik yang merugikan masyarakat,” tutupnya.(chey)

Berita DPRD Provinsi Maluku

Ketua DPRD Promal Benhur Watubun Dorong Pemerintah Daerah, Perampingan OPD Sebagai Langkah Strategis

Ambon – beritasumbernews.com Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun, mendorong pemerintah daerah melakukan perampingan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai langkah strategis meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik. Ia menilai, struktur OPD yang terlalu gemuk justru berpotensi menghambat kinerja pemerintahan.

Benhur menegaskan bahwa perampingan OPD harus dimaknai sebagai upaya menata ulang sistem kerja pemerintahan agar lebih efisien, bukan sekadar memangkas jumlah perangkat daerah.

“Yang kita mau itu efektivitas kerja. Jadi struktur boleh ramping, tapi fungsinya harus kuat. Jangan banyak OPD tapi tidak berdampak pada kinerja,” kata Benhur kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, konsep birokrasi yang ideal adalah organisasi yang sederhana secara struktur namun mampu menjalankan fungsi pelayanan, perencanaan, dan pengawasan secara optimal.

Benhur mencontohkan sejumlah daerah dengan kapasitas fiskal yang baik, seperti Bali dan Sulawesi Selatan, yang tidak memiliki jumlah OPD berlebihan namun tetap mampu menjalankan roda pemerintahan secara efektif.

“Daerah-daerah dengan pendapatan tinggi saja OPD-nya tidak terlalu banyak, tapi kerjanya bisa maksimal,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar penataan OPD dilakukan melalui kajian yang komprehensif dan berbasis kebutuhan daerah, sehingga kebijakan tersebut tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan maupun pemborosan anggaran.

“Penataan ini harus dikaji dengan baik. Jangan sampai hanya meniru pemerintah pusat, yang kementeriannya banyak tapi efektivitasnya belum tentu dirasakan masyarakat,” tegas Benhur.

Dalam pandangannya, jumlah ideal OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku berada di kisaran 32 organisasi perangkat daerah. Angka tersebut dinilai cukup untuk menopang fungsi pemerintahan tanpa membebani struktur birokrasi.

Benhur berharap pemerintah daerah berani melakukan pembenahan kelembagaan secara serius demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
(Chey)

[instagram-feed]