AMBON,-beritasumbernews.com – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan evaluasi kinerja jadi instrumen utama untuk tingkatkan efektivitas pelayanan publik, khususnya pengentasan kemiskinan dan penanganan persoalan sosial di Kota Ambon.

Penegasan itu disampaikan saat buka kegiatan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah Dinas Sosial Kota Ambon di Kamari Hotel Ambon, Senin [22/6/2026].

Dalam sambutannya, Bodewin tekankan keberhasilan organisasi ditentukan 4 fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi.

“Ketika perencanaan sudah dilakukan, tugas dibagi, dan program jalan, maka evaluasi jadi langkah penting untuk pastikan target yang dirancang benar-benar terlaksana dan jawab tujuan organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya untuk program internal, tapi juga kerja sama dengan pihak eksternal yang jadi mitra strategis Dinas Sosial.

Fokus Evaluasi Dinsos: Pemberdayaan, Rehabilitasi, Perlindungan
Bodewin sebut ada 3 bidang utama jadi fokus evaluasi Dinas Sosial Ambon.

Pemberdayaan Sosial,Tingkatkan kapasitas masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan. Ia akui kemiskinan tak bisa dihapus total, tapi pemerintah wajib tekan angkanya lewat program pemberdayaan, hibah, dan bansos yang masuk 17 program prioritas Pemkot Ambon.
“Upaya mengurangi kemiskinan tugas penting Dinsos yang harus terus diperkuat lewat program tepat sasaran,” katanya.

Rehabilitasi Sosial, Sebagai kota jasa dan pusat ekonomi Maluku, Ambon tak lepas dari persoalan gelandangan, pengemis, anak terlantar, hingga ODGJ. Bodewin bilang sebagian besar muncul akibat arus perpindahan warga cari penghidupan.

“Ini konsekuensi sebuah kota. Tugas pemerintah bukan hilangkan total, tapi minimalkan dan kelola baik agar tak jadi beban sosial besar,” jelasnya.

Perlindungan & Jaminan Sosial, Fokus ke korban bencana, korban kekerasan, serta program bansos termasuk PKH. Ia juga soroti perlindungan penyandang disabilitas untuk wujudkan Ambon inklusif dan ramah semua kelompok.

Bodewin minta seluruh bidang di Dinsos ukur kinerja objektif berdasarkan indikator input, output, hingga outcome program.

“Evaluasi harus berkala, bisa 3 bulan atau 6 bulan sekali, agar kita tahu capaian yang sudah diraih, kekurangan yang ada, dan langkah perbaikan sebelum 2026 berakhir,” tegasnya.

Ia harap hasil evaluasi jadi dasar tingkatkan kualitas pelayanan sosial, perkuat sinergi mitra, serta pastikan program pemerintah benar-benar bermanfaat bagi warga Kota Ambon.
(Chey)