AMBON,-beritasumbernews.com – Kebakaran hebat melanda lokasi penumpukan besi tua, ban bekas, dan oli di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu sore [6/6/2026] sekitar pukul 17.23 WIT.

Penyebab kebakaran belum diketahui. Lokasinya dekat permukiman warga dan musholla sehingga sempat buat warga panik.

Informasi pertama diterima personel piket Pelaton B Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon dari warga. Petugas langsung bergerak ke lokasi.

Kepala Bidang Operasi dan Penanggulangan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Yanes Leinussa, pimpin langsung operasi. Sekitar 30 personel dan 6 unit mobil pemadam dikerahkan.

“Kami kerahkan 6 unit mobil pemadam. 3 unit dari Mako, dibantu armada Pos Wayame dan Paso,” kata Leinussa di lokasi.

BPBD Kota Ambon juga bantu suplai air lewat mobil tangki. “Mobil pemadam bolak-balik suplai air karena api masih terus menyala,” ujarnya.

Proses pemadaman alami kendala berat. Material yang terbakar dominan barang bekas seperti ban mobil, besi tua, dan oli. Ban ada di bagian bawah tumpukan sehingga api susah padam total.

“Kesulitan karena barang-barang bekas dan banyak ban mobil di bawah. Api di atas sudah padam, tapi di bawah masih menyala,” jelasnya.

Petugas juga fokus lindungi musholla di samping lokasi agar tidak terdampak. “Api sempat meluap, tapi tim saya arahkan lindungi musholla dan tetap fokus padamkan api,” ungkap Leinussa.

Akses lalu lintas sekitar lokasi sementara ditutup. Roda dua dan roda empat belum bisa melintas karena petugas masih pendinginan.

Penyebab kebakaran dan identitas pemilik lokasi belum diketahui. Investigasi baru dilakukan setelah api benar-benar padam.

“Setelah api padam baru kami konfirmasi ke warga dan investigasi penyebab kebakaran,” ujarnya.

Leinussa imbau warga tetap waspada. “Api masih menyala. Lokasi di samping pemukiman. Kami minta warga hati-hati karena kebakaran seperti ini berat penanganannya,” pungkasnya.

Tidak ada korban jiwa. Kerugian material belum bisa dipastikan. Hingga berita ini diturunkan, 30 personel gabungan masih di lokasi pastikan seluruh titik api padam.

(Chey)