Haruku – beritasumbernews.com
Terjadi penganiayaan lagi di Pulau Haruku Maluku Tengah,,Satu Orang Warga Kariu di potong Oleh Dua orang warga ORI, Bangunkan Kapolda Minta Bantuan Keamanan.
Kerusuhan antar warga terjadi di Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah, Kerusuhan tersebut mengakibatkan salah satu warga Kariu JL (29) mengalami luka di bagian belakang 40 jahitan dan perdarahan sehingga dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Tantui Ambon.
Korban dipotong dengan parang oleh pelaku bernama AS dan anaknya ES warga dusun Ori, Desa Pelauw Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah. Hingga berita ini diturunkan dua pelaku penganiayaan belum juga diamankan oleh aparat keamanan sehingga membuat warga Kariu ngamuk dan meminta aparat menangkap dua pelaku penganiayaan.
Korban dipotong sementara mengendarai motor dari arah dusun Waimital dan hendak pulang ke Negeri Kariu, sekitar pukul 15.00 Wit, saat melewati dusun Ori, korban dihentikan oleh AS dan anaknya ESS kemudian langsung melakukan pemotongan tepat di bagian belakang korban, namun korban berhasil melarikan diri ke arah hutan dan berhasil lolos ke negeri Kariu.
Korban sempat diberikan pertolongan oleh tenaga medis namun karena perdarahan terlalu banyak, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara Tantui Ambon sekitar pukul 22.30 WIT.
Sebelumnya dilaporkan bahwa, Selasa (25/01/2022) sekitar pukul 15.00 Wit, telah terjadi adu mulut oleh beberapa warga Desa Kariu dengan Abdul Karim Tuanakotta warga Dusun Ori Kec. P. Haruku Kab. Maluku Tengah yang mengakibatkan terjadinya konsentrasi massa oleh kedua desa di perbatasan Desa Kariu dan Dusun Ori akibat salah paham terkait dengan batas tanah di Jembatan Oruku Desa Kariu.
Sumber informasi di TKP menyebutkan bahwa sekitar pukul 14.30 WIT salah satu warga dusun Ori bernama Abdul Karim Tuankotta (45) yang bekerja sebagai ASN di Kantor Camat Pulau Haruku mendapat amanat dari Camat P. Haruku untuk melarang warga Kariu Bernadus Leatomu (64) agar tidak berkebun pada lokasi jembatan Oruku Desa Kariu, dengan alasan bahwa tanah tersebut bukan miliknya.
Adu mulut tersebut terjadi antara warga Kariu Bernadus Leatomu dengan Abdul Karim Tuankotta dan Bernadus Leatomu mengatakan bahwa kalau saudara Abdul Karim dan Camat Pulau Haruku menyatakan bahwa tanah tersebut bukan miliknya maka silahkan digugat di Pengadilan.
Mendapat jawaban demikian, Abdul Karim Tuankotta kembali ke dusun Ori dan menyampaikan itu kepada masyarakat Dusun Ori sehingga suasana tambah tegang.
Kosentrasi massa antara kedua Desa Kariu dan Dusun Ori, tersebut berhasil dilerai oleh Babinsa, Bhabinkantinmas, Anggota Satgas Pos Ramil, dan anggota Polsek P. Haruku.
Permasalah tersebut sudah ditangani oleh Polsek P. Haruku, Koramil 1504-07/Haruku dan Satgas Pos Ramil P. Haruku, situasi di TKP aman terkendali.
Namun ketegangan kembali terjadi sekitar pukul 15.00 ketika korban JL (29) dibantai di Dusun Ori oleh kedua pelaku AS dan ES dan korban berhasil meloloskan diri ke Negeri Kariu.
Sementara itu, masa dari Negeri Pelau (kampong sebelah barat negeri kariu) melakukan pengepungan dari arah jembatan Wai Marakee membuat konsentrasi aparat keamanan terpecah menjadi dua.
Sekitar pukul 16.00 mulai terdengar bunyi tembakan dan bom bertubi-tubi. Hingga Rabu (26/01/2022) dinihari pukul 02.00 WIT suara senjata dan bom tambah ramai dari arah Pelau dan Dusun Ori.
Sementara itu, pada 03.20 Wit warga masyarakat Kariu yang berada di Kota Ambon mendatangni rumah kediaman Kapolda Maluku di Tantui Ambon dengan maksud meminta bantuan Kapolda untuk mengirimkan bantuan keamanan di Negeri Kariu namun Kapolda tidak menemui masyarakat Kariu dan mengarahkan untuk menemui Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease.
Pukul 04.00 warga Kariu menuju Polreta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk menemui Kapolres, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Kapolda dan Kapolresta.
(Chey)
