Saparua,beritasumbernews.com,Terkait permasalahan yang ada di negeri nolloth, kecamatan saparua timur, kabupaten maluku tengah, entah itu ketidak cocokan antar basudara nolloth maupun dalam kubuh pemerintahan negeri nolloth itu sendiri, sebenrnya itu harus dapat diselesaikan dalam kubu internal basudara negeri nolloth maupun dalam kubu pemerintahan itu sendiri oleh pemerintah negeri, forkompincam dalam hal ini pemerintah kecamatan itu hanya memfasilitasi dan bersama-sama mencari solusi yang terbaik, karena tujuan pemerintah itu hanya satu yaitu membawa kedamaian di negeri-negeri bukan membuat perbedaan.
Dikatakan ketua latupatti pulau saparua, Jance Sasabone kepada media ini, bahwa apa yang terjadi selama ini di negeri nolloth, camat saparua timur bersama muspika terus melakukan komunikasi dan memfasilitasi beberapa kali pertemuan guna mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di negeri nolloth itu sendiri, Ungkap Sasabone
“Jadi camat dan muspika itu tidak ada mempunyai kepentingan tertentu yang memperkeruh situasi yang ada di negeri nolloth namun camat bersama muspika terus berusaha dalam menyelesaikan kekisruhan yang ada di negeri nolloth, tamba Sasabone”.
Kalau memang ada oknum – oknum yang merasa masalah ini melanggar aturan hukum, maka harus ditempuh ke jalur hukum dan bukan melakukan ancaman dan caci maki terhadap pimpinan kecamatan kami.
Sebagai ketua latupatti pulau saparua mewakili para raja / KPN pulau saparua khususnya kecamatan saparua timur mengecam keras kata-kata cacian dan ancaman yang telah dikeluarkan oleh “MH” lewat telepon genggam (HP) terhadap pimpinan kecamatan kami.
“MH” sendiri merupakan anak negeri nolloth dan bekerja sebagai Dosen pada salah satu universitas di ambon, Tegas Sasabone
Lanjut Sasabone, Sebagai seorang dosen serta mempunyai basic yang jelas dan merasa mampu untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di negerinya maka yang bersangkutan harus dapat merendah dan bersama-sama mencari solusi untuk dapat menyelesaikan masalah yang ada, dan bukan menggunakan basicnya untuk mengkambing hitamkan serta melakukan pengancaman dan mengeluarkan caci maki terhadap pimpinan kecamatan.
Jadi pada intinya kami selaku raja-raja khususnya yang ada di kecamatan saparua timur tidak menerima hal tersebut dan harus ditempuh ke jalur hukum, agar kita mengetahui siapa yang salah dan siapa yang menjadi pemicu serta yang memprovokasi permasalahan yang ada di negeri nolloth”
Harapan kami selaku ketua Latupatti mewakili para raja – raja, terkait permasalahan ancaman dan caci maki terhadap camat saparua timur harus diproses sesuai hukum dan memanggil yang dosen “MH” untuk di mintai keterangan serta mengembalikan nama baik camat saparua timur, Harap Sasabone
Camat Saparua Timur Halid Pattisahusiwa, S. Sos yang dihubungi media ini lewat telepon genggam (HP) pada selasa 13/06/23, menjelaskan perihal kejadian yang menimpa dirinya tersebut,
Dikatakan Pattisahusiwa, bahwa yang bersangkutan Meny Huliselan yang bekerja sebagai dosen pada salah satu fakultas di universitas ambon melakukan panggilan telepon pada senin 12/06/23 sekitar pukul 17.27 Wit terhadap saya dan tanpa banyak basa – basi, MH langsung mengeluarkan kata-kata cacian hingga ancaman terhadap dirinya,
Saat itu saya sedang melakukan pertemuan dengan Raja negeri Siri Sori Amalatu di kantor negeri siri sori amalatu, MH yang sat itu sedang melakukan percakapan dengan camat saparua timur via telepon, ancaman dan kata-kata kasar itu di dengar langsung oleh Raja negeri sirisori amalatu dan perangkat lainnya, kata Pattisahusiwa.
“ose (kamu) sampe di nolloth dong (mereka) akan kas abis ose, dan ose, sampe bupati jabatan selesai ale (kamu) juga selesai “ucap camat menirukan apa yang disampaikan Huliselan
Disampaikan Pattisahusiwa, kalau pada saat itu dirinya hanya meladeni Huliselan dengan sabar dan menenangkan Huliselan, namun kata-kata cacian tetap saja keluar dari mulut sang dosen tersebut, seperti “Ose ( Camat ) biadap, suka cari muka”
Terkait permasalahan pemalangan kantor pemerintahan negeri nolloth dan pihak – pihak yang tidak setuju dengan dilantiknya Kepala Pemerintahan Negeri Nolloth (KPN), kami selaku pimpinan kecamatan telah melakukan langkah – langkah pertemuan dan mediasi baik itu dirumah Pastori Jemaat GPM Nolloth yang menurut kami di anggap netral, hingga pertemuan di kantor kecamatan maupun di polsek saparua kami muspika telah memfasilitasi itu untuk selalu membicarakan permasalahan yang terjadi di negeri nolloth,
“Mediasi sudah hampir 3 kali kami lakukan, bahkan pihak – pihak yang tidak setuju dengan di lantiknya KPN nolloth tidak pernah hadir bahkan saat mediasi terakhir di kantor polsek saparua mereka menolak untuk hadir, dan surat camat yang meminta agar kantor negeri segera di buka untuk pelayanan publik masyarakat ternyata juga di tolak”
Maka dengan adanya ancaman kalau sampe Camat ke Negeri nolloth nantinya akan dihabisi serta kata-kata kotor yang dilontarkan kami menduga jangan sampai yang bersangkutan MH merupakan aktor intelektual pemalangan kantor negeri nolloth hingga di sasi adat sampai saat ini, terangnya
Untuk permasalahan ini, saya telah laporkan ke Polresta Ambon dan P. P. Lease pada selasa 13/06/23 dan tinggal menunggu proses hukum selanjutnya, tambah Pattisahusiwa (Joji)
