SBB – beritasumbernews.com – Dalam proyek Pekerjaan Jalan Dari Tala-Desa Sumeith Dan Dari Jalan Desa Sumieth Hingga Desa Watui kecamatan Elpaputy pegunungan, tidak tuntas, dengan alasan yang terkesan tidak jelas.
Pekerjaan Ruas Jalan Simpang Itu di kerjakan Dengan Mengunakan Angaran DAK Tahun 2023 Senilai 19.2 Miliar Karna Dua Proyek sekaligus dalam Pekerjaan Jalan Itu.
Pantauan media ini di lapangan beberapa hari kemarin, Pekerjaan masih Lanjutan oleh pihak Kontraktor Dalam Hal Ini Pihak Perusahan yang menangani Proyek ini, dan Sampai saat ini masih menjadi kendala yang mana masyarakat pun masih Bingung dan terus Bertanya – tanya.
Kendala tersebut yang manasampai saat ini Jalan sekitar 400 Meter untuk mendapat kali Nui sampai hari ini masih terhenti dan belum terselesaikan.
Yang anehnya” jalan ini sudah ada sejak lama yang duluh pekerjaan Loging yang mengambil kayu di Daerah ini dan mereka sudah gusur jalan untuk pengambilan kayu yang begitu banyak tidak di larang dan di tegur dari pihak Kehutanan, namun ini aneh tapi Bin ajaib juga. ungkap salah satu warga kepada awak media ini yang enggan namanya di mediakan
Kata sumber” Sekarang pekerjaan Jalan untuk di Naikan Dari Tanah ke Aspal Hotmix Menjadi masalah yang cukup serius sehingga hal tersebut menghambat pekerjaan, dan akhirnya menjadi kendala hingga saat ini.
Sumber mengatakan” hal ini harrus menjaddi perhatian serius Pemerintah Kaabupaten Seram Bagian Barat lewat Dinas PUPR Kab. SBB, dan bahkan juga harus menjai perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku.
Hal ini di sampaikannya” Karna Sudah 78 Tahun Indonesia merdeka sampai hari ini masyarakat Lima Desa baru mau Menikmati jalan, yang mempermudah pertumbuhan ekonomi masyarakat pegunungan, bahkan di katakannya jalan tersebut merupakan jalan penghubung yang menjadi jalan utama masyarakat dengan menggunakan beban di pundak demi kebutuhan makan dan minum mereka serta kebutuhan pendidikan anak.
Akibat terkendalanya penyelesaian pekerjaan jalan tersebut, mengakibatkan kebutuhan dan perkembangan ekonomi masyarakat kembali terputus karena jalan yang heendak di lalui belum bisa di manfaatkan dengan baik.
Bahkan yang anehnya” jalan tersebut masih baru dalam tahapan penimbunan material tanah guna pemadatan nantinya dan belum sampai pada tahapan pengaspalan, sehingga pekerjaan tersebut masih sangat jauh dari harapan masyarakat. cetus sumber terpercaya
Mersy Lesiela salah satu warga masyarakat Desa Huku Kecil yang di temui awak media di lokasi jalan tersebut mengatakan” dirinya secara pribadi dan masyarakat Desa Huku Kecil bahkan Masyarakat Lima Desa di pegunungan Elpaputih tersebut merasa tidak adanya perhatian pemerintah terhadap ratusan wartga masyarakat di pegunungan Elpaputih Kabupaten Seram Bagian Barat. Ujar Mersy
Kata Mersy” jalan tersebut sudah memakan waktu yang cukup lama belum juga di selesaikan oleh pihak kontraktor, hal ini perlu menjadi perhatian serius pihak yang berwajib untuk di lidik sehingga berdasarkan data di harapkan akan di kembangkan menjai indikasi. Ungkap Mersy
Tidak hanya Mersy, namun Yohanis Sorsai warga masyarakat Ahiolo, yang pekerjaan kesehariannya adalah tukang ojek, ikut berkomentar kepada media ini bahwa” selaku masyarakat Desa Pegunungan sangat menghaarapkan Presiden RI Joko Widodo lewat suara media ini bisa di dengar oleh Presiden, guna bisa menoleh ke daerah pedalaman pegunungan di Desa Ahiolo, Abio, Kabupaten SBB. ( Yan/Ongen)
