
Ambon – beritasumbernews.com -Berita ditemukan buku kas dan kwitansi bermasalah diklasis Pulau Ambon Timur perlu diusut Polisi kepada mereka yang menemukannya. Sebab sesuai berita acara pemeriksaan polisi keterangan yang diberikan oleh beberapa orang yang diperiksa , memiliki jawaban yang berbeda beda , ada yang diserahkan kepada Bendahara KPAT yang sudah almarhum, yang menurut keterangan Bendahara KPAT yang baru kepada penyidik , Buku kas tida ada dikantor yang menyatakan hilang sejak mulai bertugas sekitar 2021 sesuai pemberitaan kami minggu lalu.
Namun beberapa hari terakhir ini informasi yang tidak jelas beredar bahwa Buku Kas yang hilang belumn ditemukan.
Hal itu dikejutkan oleh kami ketika Ricardo dengan no ponsel : 08131474 3333
memposting pesan di Group WA PS GMKI AMQ Rabu 24 September 2025 Jam 23.13 yang tertulis/ bunyinya : diduga dong ini yang utus orang menyelinap masuk tengah malam dikantor Klasis Ambon Timur ?
Ternyata ketika ditanya teman- teman digroup Ricardo itu dengan identitas asli bernama Riko Rikumahu ( RR) yang berprofesi Pendeta dengan jabatan Ketua Klasis GPM kota Ambon.
Karena Pesan komunikasi seorang pendeta, apalagi ketua Klasis kota Ambon ysng dipublis, maka kami menduga ada punya hubungan kerja antar klasis .
Setelah kami membacanya, kami mencoba konfirmasi sumber- sumber diklasis Ambon Timur apakah ada orang menyelinap dikantor KPAT , Ternyata didapati informasi bahwa :
1. Pada selasa tanggal 16 september 2025 Malam, sesuai data cctv ada seseorang yang datang menyelinap dikantor KPAT dan merusak kunci kantor ruang Bendahara. tapi tidak dapat masuk keruang kerja Bendahara.
2. Senin tanggal 22 September 2025 ditemukan buku kas yang selama ini tidak ada sejak bekerja bendahara yang baru dan dalam berita BAP yang dinyatakan hilang oleh Bendahara Klasis Ny. Ace Lekahena / P. yaitu buku Kas 2014, 2015, 2016, 2017 ternyata kembali ditemukan diruang arsip KPAT .
Dihari yang sama juga ditemukan Kwitansi yang bermasalah . Sebetulnya kwitansi tersebut telah diserahkan mantan ketua Sinode AW kepada Kabag Keuangan Sinode JT DITEMUKAN diruang Kantor Bendahara KPAT.
Kwitansi tsb adalah kwitansi yg diambil Kabag Keuangan MPHS GPM dari kantor klasis saat verifikasi Februari 2020, atas perintah ketua Sinode saat itu AW tanpa sepengetahuan Bendahara Klasis. Bagaimana kwitansi tersebut bisa kembali ? Sedangkan sebelumnya dikabarkan hilang, meskipun berulang kali dicari seluruh staf keuangan klasis.
3. Kamis 25 September 2025 ditemukan lagi diruang arsip Kantor KPAT Buku Kas tahun 2018. Hal ini berkaitan dengan Tunggakan 2018 inilah yang tidak disampaikan Bendahara Sinode MH PADA REKON 2019 MAUPUN MPL 2018 diklasis Tanimbar Selatan , ditutupi Bendahara sinode, Data ini baru terbuka sebagai temuan baru saat tim verifikasi MPHSINODE GPM AGUSTUS 2020.
Buku Kas 2018 penting sebab serah terima Ketua Klasis dari Ibu Ike Wattimena kepada Daniel Wattimanela terjadi antara oktober/nov 2018. Mestinya saat verifikasi ini, Kabag Keuangan JT dan Bendahara Sinode MH yang datang sebagai Tim Verifikasi Sinode saat itu harus sampaikan kepada Majelis Pekerja Klasis ( MPK) KPAT saat itu , tunggakan Tapel yg telah mencapai 4 milyar (sesuai hasil verifikasi Agustus 2020). Di situ pentingnya Buku Kas 2018. Utk membuktikan apakah terjadi tutup kas dan apa kesimpulannya ? Apakah ada tunggakan, MPK harus diberitahu , tetapi sama sekali ditutup ?
Rekon Januari 2020 data ini juga ditutup Bendahara MPHS GPM, hanya disampaikan tunggakan 2019. diduga skenario- skenario itu dimainkan untuk mencari kambing hitam.
4. Ternyata buku kas tersebut telah dicari berkali – kali ditempat yang sama tapi tidak ditemukan, walaupun pernah menjadi bahan bukti pemeriksaan TIM VERIFIKASI MPHS GPM yang diketuai Sdr Doktor Gaspersz dengan teman- temannya.
5. Timbul beberapa pertanyaann : Apa hubungan pesan saudara Rico Rikumahu , dengan rentetan peristiwa menyelinap dan penemuan buku kas dan kwitansi tersebut ?
Para Penyidik bisa minta keterangan darimana saudara Rico Rikumahu mengetahui ada orang yang menyelinap di KPAT ? Apakah saudara tersebut telah lihat hasil rekaman dari cctv atau dari sepengetahuannya sendiri ? perlu diperiksa Polisi ?
6. Diduga Bisa saja saudara RR telah mengetahui siapa yang menyelinap itu , lalu mencoba mengalihkan kepada orang lain dengan cara menuduh orang lain . Atau ini cara utk sembunyikan pihak yg menyelinap. Bisa diuji dengan berbagai teori komunikasi digital .
7. Bila Informasi yang diterima RR sebagai komunikan , berarti soal menyelinap adalah hasil rekaman CCTV dilihat seseorang sebagai komunikator sumber pesan komunikasi yang dikomunikasikan dengan RR.Dalam komjnikasi istilah transaksi dalam komunikasi bila ada persetuan dua orang saling mengirim dan menerima Pesan.
Tetapi kalau bukan komunikator yang mengirim pesan kepada RR , Apalah cctv itu dibuka oleh saudara RR sehingga RR adalah komunikator yaitu sumber Pesan tentang menyelinap ke KPAT yang punya hubungan dengan Buku kas dan Kwitansi bermasalah !
8. Bahwa kunci pintu ruang bendahara dirusak
tapi tidak bisa dibuka penyelinap tapi kwitansinya ditemukan dalam ruang bendahara. dipertanyakan siapa sebenarnya yang mengembalikan dan siapa yang menemukannya ?
Dari pesan RR di Group WA PS GMKI Ambon serta informasi yang disampaikan hasil konfirmasi dari sumber KPAT maka bisa dianalisis :
1 . diduga Saudara RR memiliki hubungan komunikasi dengan penyelinap ke KPAT sehingga pesan di WA Group PS GMKI AMQ bisa disampaikan dengan dugaan yang ditujukan kepada orang lain.
Dalam komunikasi kompetensi, itu adalah pola pengalihan keorang lain untuk sembunyikan pelaku yang selama ini bertindak untuk menyembunyikan buku Kas dengan dugaan mempergunakan aktor di klasis sendiri yang melakukannya. Perlu diusut Polisi.
2. Bila ada aktor biasanya ada Mastermind sebagai pemegang komando untuk aktor melakukan tindakan yang dikendalikan. Mastermind biasanya orang dilevel atas dan aktor orang level menengah. Karena dalam struktur GPM ada MPHS GPM Level atas , ada MPK dilevel menengah. Kasusnya ada didua level . dugaan dua level ini terjadi permainan saling menutupi yang perlu diselidiki Polisi.
3. Setelah alat bukti ditemukan sebagai buku kas dan kwitansi harus dibuat berita acara penemuan oleh lembaga Gereja bahwa siapa yang membuka cctv, siapa yang menemukan buku kas dan kwitansi untuk dibawa ke Penyidik/ Polisi . Dengan tujuan agar Polisi memanggil mereka untuk diperiksa kalau tidak diduga memperlambat pemeriksaan.
4. Persoalannya terletak pada BAP sebelumnya bahwa Buku kas yang hilang. Dicari- cari tdk ada. Tiba- tiba ada. Lembaga Klasis maupun MPHSGPM harus berikan keterangan resmi tertulis bagaimana Buku kas bisa dapat . Karena BAP pihak- pihak yang lalu sebagai penunjuk bukti . Karena dengan pola menghilangkan barang bukti disinyalir ada skenario yang diduga menghalangi atau menutupi kasus penggelapan dan penyalagunaan jabatan dalam LEMBAGA GEREJA UNTUK KEPENTINGAN TERTENTU.Tetapi juga mempergunakan Lembaga untuk berlindung ketika berbuat kejahatan. ini juga perlu diselidiki polisi.
5. Tdk dibenarkan semisal bila penemuan BUKU KAS dan KWITANSI BERMASALAH , tidak bisa diberikan kepada bendahara untuk diantarkan kepada Polisi tanpa ada berita acara penemuan dari lembaga Gereja karena sudah ada BAP resmi sebelumnya.
Bahwa bila itu tidak dilakukan terindikasi kuat diduga ada permainan dalam struktur kepemimpinan dimana pesan – pesan komunikasi saling mengetahui masalah tetapi didiamkan dengan menisbikan administrasi manajemen perkantoran lembaga.
Skenario yang dimainkan mastermain dan aktor sebetulnya sudah bisa ditemukan pada senin dan kamis dalam seminggu dimana siapa yang berinsiativ dan aktif mau mencarinya , dari sisi behavior komunikasi dapat diketahui siapa berinsiativ mencari ke lokasi penyimpanan Di ruang arsip .Dinilai dari perilaku yang didorong otak Amigdala. Padahal sudah dicari berulang kali di tempat yang sama diruang arsip tidak pernah ditemukan.
Penulis : Pdt .Z.Chr.Sahetapy.( Pensiun)
